Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Tabrakan Beruntun Gegara Jalan Berlubang, Pengendara Sepeda Motor di Tulungagung Meninggal Dunia

 


Tulungagung - Seorang pengendara sepda motor di Tulungagung meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun. Kecelakaan dipicu saat korban menghindari jalan berlubang. 

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila, mengatakan kecelakaan beruntun tersebut melibatkan tiga kendaraan, Yamaha Nmax AG 2847 RCM yang dikendarai Kiky Arya Mellanika (25) warga Desa/Kecamatan Campurdarat, truk boks B 9175 SXU yang dikemudikan Catur Bambang Wibowo (35) warga Desa Sukowinangun Kecamatan/Kabupaten Magetan dan dump truk L 8140 UUB yang dikemudikan Agam Afrizal Kurniawan (20) warga Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Trenggalek. 

"Kecelakaan bermula saat sepeda motor bergerak dari arah timur menuju ke barat, sedangkan dua truk berjalan searah di belakangnya," kata AKP M Taufik, Senin (2/2/2026). 

Saat di lokasi kejadian pengendara sepeda motor memperlambat laku kendaraan karena menghindari jalan berlubang, diikuti oleh mobil boks di belakannya. Namun kondisi tersebut membuat kaget pengemudi dump truk, sehingga terlambat melakukan pengereman. 

Akibatnya dump truk menabrak bagian belakang mobil boks dan terdorong menabrak pengendara sepeda motor. 

"Kecelakaan ini mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuhnya. 

Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. Ketiga kendaraan diamankan di kantor polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. 


foto istimewa 


Angin Kencang Terjang Desa Gesikan Pakel, Tujuh Bangunan Warga Rusak

 

Berita Tulungagung - Angin kencang melanda Desa Gesikan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Kamis (29/1/2026) sore. Peristiwa itu menyebabkan kerusakan atap pada sejumlah rumah warga dan satu bangunan TPQ.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Tulungagung, angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat kondisi cuaca berawan. Dampaknya, sedikitnya tujuh bangunan di Dusun Krajan, Desa Gesikan, mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerusakan mayoritas pada bagian atap rumah berupa asbes dan genteng,” kata Kepala BPBD Tulungagung Sudarmaji. 

Bangunan terdampak antara lain rumah milik Suyanto, Sumiran, Dadang, Yogi, Gami, serta satu bangunan TPQ dan rumah warga atas nama Cris. Kerusakan meliputi asbes lepas hingga puluhan lembar dan genteng yang jatuh dari atap.

#tulungagung #beritatulungagung

Puluhan Klub Ikuti Kejurprov Bola Voli U-18 Antar Klub se-Jawa Timur di Tulungagung

 


Tulungagung – Sebanyak 36 klub bola voli putra dan 31 klub bola voli putri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli U-18 Antar Klub se-Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Tulungagung.

Kejuaraan ini berlangsung di dua lokasi, yakni GOR Lembupeteng dan GOR Sari Bumi Boro, Kecamatan Karangrejo. Agenda tersebut digelar selama tujuh hari, mulai Selasa, 20 Januari 2026 hingga Senin, 26 Januari 2026.

Kejurprov Bola Voli U-18 secara resmi dibuka pada Selasa (20/1/2026) di GOR Lembupeteng. Pembukaan dilakukan oleh Jules Abraham Abast selaku Ketua Harian PBVSI Pengprov Jawa Timur.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

“Atas nama Pengurus Provinsi PBVSI Jawa Timur, saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, KONI Tulungagung, serta PBVSI Tulungagung sebagai tuan rumah atas kerja keras dan dedikasinya. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sukses hingga akhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Kejurprov Bola Voli U-18 di Tulungagung mencatat sejarah baru sebagai kejuaraan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan di Jawa Timur, yakni 36 tim putra dan 31 tim putri. Tingginya partisipasi daerah menunjukkan pembinaan atlet usia muda yang semakin merata sekaligus menegaskan kepercayaan besar kepada Tulungagung sebagai tuan rumah.

“Rekor ini mencerminkan antusiasme dan semangat kompetisi yang tinggi, sekaligus menunjukkan komitmen Pengprov PBVSI Jawa Timur dalam pembinaan berjenjang,” tambahnya.

Kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi pengembangan prestasi bola voli di Jawa Timur. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet muda serta penjaringan bibit unggul yang diharapkan menjadi tulang punggung prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri jajaran Forkopimda Tulungagung, pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung, pengurus KONI, pengurus PBVSI Jawa Timur dan Tulungagung, panitia, wasit, pelatih, ofisial, serta seluruh peserta.

108 Baut Rel Kereta Api Rejotangan-Blitar Dicuri



Blitar - Seorang pelaku pencurian baut bantalan rel kereta api di lajur Rejotangan-Blitar diamankan polisi. 

Kasus ini terungkap Rabu (7/1) setelah warga mengamankan seorang terduga pelaku yang kemudian diserahkan ke Polsek Sanankulon. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui tidak hanya beraksi di satu titik.

KAI mencatat sedikitnya 108 baut penambat rel dicuri di lima lokasi berbeda pada lintas Blitar–Rejotangan. Kerugian materiil ditaksir lebih dari Rp4 juta. Hasil curian dijual ke pengepul barang bekas.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan baut penambat rel merupakan komponen vital untuk menjaga posisi dan kestabilan rel. Jika sampai hilang, risiko gangguan jalur hingga potensi anjloknya kereta bisa terjadi dan membahayakan penumpang.

"Awalnya yang diketahui 13, tapi setelah dikembangkan ada 108 buah," kata Tohari. 

KAI mengapresiasi peran masyarakat dan kepolisian, sekaligus mengajak publik ikut menjaga keamanan jalur rel. Di lintas ini melintas puluhan perjalanan KA setiap hari dengan ribuan penumpang, sehingga keselamatan adalah harga mati yang tak bisa ditawar. 


#beritatulungagung #tulungagung #blitar #KAI

Minibus Terbakar di Depan Pasar Bendilwungu, Pengemudi dan Anak Selamat



Tulungagung - Sebuah minibus KIA Carnival dengan nomor polisi AG 1828 RD terbakar hebat di jalan raya depan Pasar Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (3/1/2026) siang. Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting arus listrik pada bagian mesin.

Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan peristiwa itu terjadi saat kendaraan melaju dari arah Podorejo menuju Bendilwungu.

“Tadi mobil itu melaju seperti biasa. Begitu sampai depan Pasar Bendilwungu, tiba-tiba keluar asap tebal dari bagian mesin,” ujar Iwan.

Menurutnya, asap tersebut dengan cepat disusul kobaran api yang membesar dan membakar seluruh bagian kendaraan.

“Apinya cepat sekali membesar. Jadi pengemudi langsung berhenti dan menyelamatkan diri bersama satu penumpang anak yang ada di dalam mobil,” katanya.

Beruntung, baik pengemudi maupun penumpang anak berhasil keluar sebelum api membakar seluruh kendaraan.

“Alhamdulillah, keduanya dalam kondisi selamat, tidak ada korban jiwa,” lanjut Iwan.

Petugas Damkar Tulungagung yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman.

“Begitu laporan masuk, tim langsung kami kirim ke lokasi. Proses pemadaman kurang lebih sekitar setengah jam sampai api benar-benar padam,” ujarnya.

Namun, kondisi kendaraan sudah tidak bisa diselamatkan.

“Mobilnya sudah habis terbakar, tinggal rangka saja,” tambahnya.

Dari keterangan awal pemilik kendaraan, kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

“Sementara ini dari keterangan korban, kemungkinan besar karena korslet listrik. Untuk penyebab pastinya nanti masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian,” pungkas Iwan.

Hujan Deras Picu Angin Kencang dan Longsor di Tulungagung

 


- Angin kencang pascahujan 1 Januari 2026 merusak 19 rumah warga di Kalidawir dan Tanggunggunung.

- Tanah longsor terjadi di Dusun Banaran, Kalibatur, menyebabkan bibir jalan ambrol sepanjang 10 meter.

+ BPBD Tulungagung menerjunkan tim assessment dan meningkatkan pemantauan wilayah rawan bencana.


Tulungagung – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tulungagung pada Kamis (1/1/2026) memicu bencana angin kencang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Dampaknya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, sementara satu titik jalan terdampak longsoran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Berdasarkan data sementara, bencana angin kencang terjadi di tiga lokasi utama.

“Di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, terdapat empat rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Sementara di Dusun Kuning, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, terdapat tiga rumah yang terdampak,” ujar Sudarmaji.

Selain itu, angin kencang juga melanda Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung. Di wilayah ini, kerusakan terjadi di dua dusun, yakni Dusun Nglorok dengan tujuh rumah rusak ringan dan Dusun Turi dengan lima rumah rusak ringan. Total terdapat 19 rumah yang terdampak akibat terjangan angin kencang di wilayah selatan Tulungagung.

Tak hanya angin kencang, hujan lebat juga memicu tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. Longsoran menyebabkan bibir jalan ambrol dengan material longsor sepanjang 10 meter, tinggi 5 meter, dan ketebalan sekitar 1 meter.

“Longsoran ini memang tidak sampai menutup total akses, tetapi cukup membahayakan pengguna jalan. Karena itu hari ini tim kami juga turun ke lokasi untuk melakukan penilaian dan menentukan langkah penanganan,” jelas Sudarmaji.

Untuk memastikan dampak bencana tertangani dengan cepat dan tepat, BPBD Tulungagung pada hari ini melakukan assessment langsung ke seluruh lokasi terdampak. Selain itu, Pusdalops juga terus melakukan monitoring wilayah rawan bencana melalui grup WhatsApp, media sosial, serta radio komunikasi VHF.

Sudarmaji mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan angin kencang, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. “Kami minta warga segera melapor jika menemukan retakan tanah, pohon rawan tumbang, atau tanda-tanda bahaya lainnya agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.

Patung Macan Putih Balongjeruk Viral, Kades Tegaskan Dibangun dari Dana Pribadi


 

Ringkasan 

- Seluruh biaya pembangunan Patung Macan Putih sebesar Rp3,5 juta berasal dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safii, tanpa menggunakan anggaran desa.

- Patung tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang disepakati dalam forum musyawarah desa bersama perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

- Pemerintah desa siap memperbaiki patung, karena wujud patung saat ini belum sesuai rancangan. Pemerintah desa berkomitmen membuka ruang kritik serta saran dari masyarakat.


Kediri - Viral di media sosial, keberadaan Monumen Patung Macan Putih di pertigaan Jalan Raya Kunjang–Badas, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pemerintah desa.

Melalui surat resmi bernomor 140/649/418.80.02/2025 tertanggal 26 Desember 2025, Pemerintah Desa Balongjeruk menyampaikan klarifikasi kepada Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terkait polemik pembangunan patung yang menuai beragam reaksi publik.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Desa menegaskan bahwa pembangunan Monumen Macan Putih berawal dari usulan warga yang kemudian dibahas dalam forum musyawarah desa yang melibatkan perangkat desa, lembaga desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Dalam forum musyawarah desa, pembangunan Monumen Macan Putih disepakati sebagai ikon desa,” demikian isi surat tersebut.

100 Persen Dana Pribadi Kepala Desa

Pemerintah Desa Balongjeruk juga menegaskan bahwa pembangunan monumen sama sekali tidak menggunakan dana desa. Seluruh biaya pembangunannya bersumber dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safii.

Total dana yang dikeluarkan mencapai Rp3,5 juta, dengan rincian, Rp2 juta untuk upah tukang pembuat patung dan Rp1,5 juta untuk pembelian material.

“Pembiayaan pembuatan ikon Patung Macan Putih menggunakan dana pribadi Bapak Safii selaku Kepala Desa Balongjeruk,” tulis pihak desa dalam surat tersebut.

Macan Putih, Simbol Sejarah Desa

Pemilihan Macan Putih sebagai ikon desa bukan tanpa alasan. Menurut Pemerintah Desa Balongjeruk, Macan Putih merupakan hewan peliharaan leluhur yang diyakini milik babat desa Balongjeruk berdasarkan cerita tutur turun-temurun warga setempat.

Simbol Macan Putih dianggap mewakili identitas dan sejarah desa.

Siap Diperbaiki

Namun demikian, Pemerintah Desa juga mengakui bahwa wujud patung saat ini belum sesuai dengan gambar atau rancangan awal yang diharapkan. Oleh karena itu, pihak desa menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan terhadap patung tersebut.

“Kami berkomitmen akan memperbaiki patung Macan Putih tersebut agar lebih sesuai dan lebih baik,” tulis pemerintah desa.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk ikut memberikan kritik dan saran demi penyempurnaan monumen dan ikon Desa Balongjeruk ke depan.

Surat klarifikasi tersebut ditembuskan kepada sejumlah pihak, antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Inspektorat Kabupaten Kediri, Kesbangpol, serta Camat Kunjang.

Antisipasi Longsor dan Amblesan, KAI Daop 7 Perketat Pengamanan Jalur KA Selama Nataru

 


- Pengamanan titik rawan longsor, amblesan, dan perlintasan sebidang selama Nataru.

- Pemeriksaan jalur dan prasarana untuk memastikan rel dan sistem pendukung tetap aman.

- Peningkatan kewaspadaan petugas guna deteksi dan penanganan dini potensi gangguan.

Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengamanan jalur kereta api selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) guna meminimalkan potensi gangguan perjalanan. Langkah ini dilakukan dengan fokus pada pengawasan daerah rawan bencana serta perlintasan sebidang yang berisiko tinggi.

Sejumlah titik menjadi perhatian utama, di antaranya perlintasan sebidang ekstra JPL 123 KM 153+6/7 dan JPL 122 KM 1/2 di petak jalan Caruban–Babadan. Selain itu, pengamanan juga diperkuat di wilayah rawan tanah longsor KM 135+2/6 antara Bagor–Saradan serta daerah rawan amblesan pada KM 158+0 hingga KM 160+0 antara Babadan–Madiun.

Untuk memastikan kondisi prasarana tetap laik operasi, KAI Daop 7 Madiun melakukan pemeriksaan intensif terhadap jalur, bantalan, rel, sistem persinyalan, serta perlintasan sebidang di lintas Talun–Sumbergempol. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi dini potensi kerusakan yang dapat berdampak pada keselamatan perjalanan kereta api, terutama di tengah tingginya curah hujan saat Nataru.

Selain prasarana, kesiapsiagaan sumber daya manusia juga menjadi fokus. Petugas lapangan diminta meningkatkan kewaspadaan, memperkuat komunikasi bahaya, serta menerapkan prosedur keselamatan kerja secara konsisten agar potensi gangguan dapat segera ditangani sebelum berdampak pada operasional perjalanan KA.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa penguatan pengamanan jalur ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan dan keandalan layanan selama periode libur panjang.

"Dengan langkah mitigasi tersebut, KAI Daop 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api selama Angkutan Natal dan Tahun Baru, sekaligus memberikan rasa aman bagi para pelanggan," kata Tohari.


Kaleidoskop 2025: BNN Tulungagung Tekan Penyelundupan Narkoba hingga 90 Persen, Jangkau 36 Ribu Warga

 


Tulungagung - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung mencatat capaian kinerja yang signifikan dalam pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sepanjang tahun 2025. Berbagai program strategis berhasil dijalankan melalui pendekatan pencegahan, pemberantasan, pemulihan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Plt Kepala BNN Kabupaten Tulungagung AKBP Damar Bastiar Amarapit mengatakan, dinamika kejahatan narkoba yang semakin adaptif dan terorganisasi menuntut langkah penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh program P4GN di Tulungagung diarahkan agar selaras dengan kebijakan nasional namun tetap kontekstual dengan karakteristik wilayah.

“Sepanjang 2025, kami berfokus pada program yang terukur, berbasis data, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata AKBP Damar, Selasa (23/12/2025). 

Pencegahan: Jangkau Puluhan Ribu Warga

Pada bidang pencegahan, BNN Kabupaten Tulungagung berhasil mengintervensi 1 desa sebagai Desa Bersinar Tahun 2025, yakni Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. Program ini diperkuat dengan pembentukan dan pelatihan 74 Relawan Anti Narkoba serta 60 Penggiat P4GN yang aktif melakukan edukasi di lingkungan masing-masing.

Selain itu, BNN Tulungagung juga melatih 40 anggota keluarga Desa/Kelurahan Bersinar, 10 pelajar dari dua sekolah melalui Program Pendidik Sebaya Anti Narkotika (PSAN), serta membangun ketahanan keluarga anti narkoba di tingkat akar rumput.

Upaya diseminasi informasi P4GN dilakukan secara masif melalui 146 kegiatan sosialisasi tatap muka dengan total audiens mencapai 36.605 orang. Kegiatan ini melibatkan 70 sekolah dengan 12.588 pelajar, 5 universitas dengan 1.938 mahasiswa, serta 11 komunitas dan organisasi masyarakat.

Melalui media elektronik dan digital, BNN Tulungagung juga melaksanakan 17 kegiatan talkshow dan podcast P4GN yang disimak oleh 208.095 pendengar. Sementara itu, kampanye melalui media sosial mencatat 3.079.360 kali penayangan, dengan rincian 23.700 tayangan YouTube, 2.803.696 Instagram, 248.000 TikTok, 3.633 X, dan 331 website.

Selain edukasi, pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui 18 kali tes urine yang melibatkan 491 peserta dari unsur pemerintahan, pendidikan, swasta, dan masyarakat umum.

Pemberantasan: Asesmen, Razia, hingga Inovasi PADI LAPAS

Pada aspek pemberantasan, BNN Kabupaten Tulungagung melaksanakan Tim Asesmen Terpadu (TAT) dengan target awal 20 klien, yang kemudian berkembang menjadi 27 klien. Dari jumlah tersebut, 21 orang direkomendasikan rehabilitasi, 4 orang menjalani rehabilitasi disertai proses hukum, dan 2 orang diproses hukum lanjutan.

Selain asesmen, BNN Tulungagung juga melaksanakan 2 kali razia gabungan bersama Satpol PP, Polres Tulungagung, dan Polisi Militer yang menyasar tempat hiburan malam dan kos-kosan. Deteksi dini narkoba juga dilakukan melalui 3 kali tes urine sopir bus di Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, khususnya saat arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri serta libur Natal dan Tahun Baru.

BNN Kabupaten Tulungagung juga mengembangkan inovasi PADI LAPAS (Pengawasan Terpadu di Lembaga Pemasyarakatan) sejak awal 2024. Program ini terbukti efektif menekan penyelundupan narkotika ke dalam lapas.

“Pasca diterapkannya PADI LAPAS, terjadi penurunan kasus penyelundupan narkoba ke dalam lapas hingga 90,5 persen. Dari 19 kasus pada 2023, turun menjadi 2 kasus pada 2024, dan hingga akhir 2025 tidak tercatat kasus baru,” jelas AKBP Damar.

Pemulihan: Rehabilitasi dan Kepuasan Layanan Meningkat

Pada bidang pemulihan, sepanjang 2025 BNN Kabupaten Tulungagung memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 43 klien. Berdasarkan pengukuran WHO Quality of Life (WHOQOL), kualitas hidup klien mencapai 88 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 78 persen.

Indeks Kepuasan Penerima Layanan Rehabilitasi juga mengalami peningkatan sebesar 0,59 poin, dari 3,28 pada 2024 menjadi 3,87 pada 2025, masuk dalam kategori Baik. Selain itu, BNN Tulungagung berhasil menerbitkan 405 berkas Surat Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), melampaui target tahunan sebanyak 250 berkas.

Kolaborasi dan Kinerja Anggaran

Sepanjang 2025, BNN Kabupaten Tulungagung menandatangani 13 dokumen kerja sama dengan berbagai stakeholder, meliputi instansi pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan pemerintah desa. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam penguatan P4GN secara lintas sektor.

Dari sisi kinerja anggaran, BNN Kabupaten Tulungagung mencatat Capaian Output sebesar 99,99 persen dengan total 15 rincian output, serta berhasil meraih Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) 100 pada setiap triwulan.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan konsistensi menjadi kunci utama dalam mewujudkan Tulungagung bersih dari narkoba,” pungkas AKBP Damar Bastiar Amarapit.

Gerakan Perempuan Sarinah Diluncurkan, Sampah di Trenggalek Disulap Jadi Sumber Ekonomi


 1. Peluncuran Program Sarinah

Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini meluncurkan Program Perempuan Sarinah untuk mengelola sampah organik dan limbah rumah tangga agar lebih tertata dan bernilai ekonomi.

2. Kolaborasi Pengelolaan Sampah

Program Sarinah melengkapi Sangu Sampah dengan pembagian peran jelas: KWT mengolah sampah organik jadi pupuk, PKK mengelola minyak jelantah, dan komunitas Sepeda Keren menangani sampah elektronik.

3. Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Sampah diolah menjadi pupuk dan pekarangan dimanfaatkan untuk tanam sayur, sehingga membantu pendapatan keluarga, menekan biaya hidup, dan memudahkan petani memperoleh pupuk.

Trenggalek - Upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam menangani persoalan sampah terus diperkuat. Setelah meluncurkan aplikasi Sangu Sampah, kini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, meluncurkan Program Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah). 

Soft launching digelar di Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Minggu (21/12/2025).

Program Perempuan Sarinah dirancang untuk melengkapi Sangu Sampah yang sebelumnya diluncurkan Bupati Trenggalek. Jika Sangu Sampah menyasar pelajar untuk memilah sampah anorganik yang dikonversi menjadi uang saku, Sarinah fokus pada pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, agar memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini, mengatakan program Sarinah lahir dari keprihatinan atas dampak lingkungan yang memicu keresahan masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi.

“Dari gerakan ini, sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi bisa menjadi sumber penghasilan. Para penggeraknya kami dorong menjadi pengusaha sampah,” ujarnya.

Dalam program Sarinah, pengelolaan sampah dibagi secara jelas agar tidak tumpang tindih. Sampah organik pangan dikelola oleh Kelompok Wanita Tani menjadi pupuk cair dan pupuk padat. Minyak jelantah ditangani oleh PKK, sementara sampah elektronik dikelola oleh komunitas Sepeda Keren yang bekerja sama dengan sektor industri.

Selain pengelolaan sampah, Sarinah juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga. Novita berharap setiap rumah tangga dapat menanam sayuran sendiri sehingga mengurangi pengeluaran, sekaligus mendukung petani melalui penyediaan pupuk organik. “Petani tidak lagi kesulitan pupuk, dan isu pupuk mahal bisa ditekan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nur Hadi, menyampaikan Sarinah menjadi solusi atas tingginya volume sampah organik rumah tangga, termasuk dari dapur usaha kuliner dan industri. Pengolahan dilakukan bersama KWT dengan pendampingan penyuluh pertanian.

“Pupuk organik cair dan padat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, baik di lahan sawah maupun pekarangan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KWT Maju Bersama Desa Karangsoko, Sintowati, mengatakan seluruh anggota KWT diwajibkan memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, bawang merah, dan kenikir. Hasil panen dijual dan menjadi sumber pendapatan bagi anggota.

“Produksi bisa mencapai 200 hingga 300 ikat per hari. Saat puasa dan lebaran, harganya naik dan hasilnya sangat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

KWT Karangsoko yang beranggotakan 40 orang ini juga mulai mengolah sampah organik menjadi pupuk dari sisa masakan dan limbah pekarangan. Pupuk tersebut dimanfaatkan kembali untuk tanaman, sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di tingkat desa.

Terekam CCTV, Pelaku Curanmor Ditangkap Lima Jam Usai Beraksi di Boyolangu


- Pelaku curanmor ditangkap kurang dari lima jam setelah mencuri motor di rumah korban EH di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.

- Pengungkapan kasus dibantu rekaman CCTV yang merekam jelas wajah dan aksi pelaku, sehingga polisi cepat mengidentifikasi tersangka.

- Pelaku FBA (20) diamankan bersama barang bukti satu unit Yamaha Nmax dan dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.


Tulungagung - Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berhasil ditangkap kurang dari lima jam setelah kejadian. Aksi pencurian tersebut terjadi di rumah korban berinisial EH di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, pada Jumat (19/12/2025) sore.

Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih menjelaskan, kejadian pencurian diketahui sekitar pukul 16.00 WIB saat sepeda motor milik korban terparkir di depan teras rumah dengan kondisi kunci masih menancap. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan mendorong motor keluar gang, lalu menghidupkannya dan membawa kabur kendaraan tersebut.

“Setelah menerima laporan sekitar pukul 17.30 WIB, anggota Unit Reskrim langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta penyelidikan awal,” ujar AKP Retno Pujiarsih.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan rekaman CCTV yang merekam jelas wajah dan aksi pelaku. Berdasarkan rekaman tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial FBA (20), warga Kabupaten Trenggalek yang berdomisili di wilayah Kedungwaru, Tulungagung.

“Pelaku akhirnya berhasil diamankan bersama barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Nmax nomor polisi AG 3308 RBQ milik korban di sebuah warung kopi di Desa Sobontoro, kurang dari lima jam setelah kejadian,” tambahnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Boyolangu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Bupati Gatut Sunu Copot Sekda Tulungagung

Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi mencopot Tri Hariadi dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). 

Dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama yang digelar Kamis (11/12/2025), Tri menjadi satu–satunya pejabat yang tidak hadir. Posisi Sekda saat ini akan diisi oleh Pelaksana Harian (PLH) sambil menunggu proses penetapan pejabat definitif.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menegaskan bahwa proses mutasi tersebut merupakan hasil evaluasi kinerja dan uji kompetensi yang dilakukan oleh panitia seleksi di Surabaya.

"Hasil tes yang mengetahui adalah tim pansel. Atas dasar itu kita melaksanakan kegiatan hari ini," ujar Gatut. 

Bupati juga menyebut, pelantikan untuk Tri akan dilakukan secara terpisah setelah yang bersangkutan kembali dari agenda kedinasan di Bangkalan, Madura.

Meski begitu, Gatut Sunu menegaskan bahwa pergantian Sekda dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. Untuk sementara posisi tersebut akan dijalankan oleh PLH sebelum dilakukan mekanisme lelang jabatan untuk Sekda definitif.

"Kita tidak ingin salah menunjuk orang. Lebih baik sedikit mundur tapi hasilnya maksimal," katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Tulungagung, Suroto, menjelaskan bahwa penyesuaian jabatan Sekda bukan merupakan demosi. Berdasarkan PP 17/2020, peralihan antar jabatan pimpinan tinggi dilakukan melalui mekanisme mutasi dan uji kompetensi.

"Sekarang tidak ada istilah penurunan eselon. JPT Pratama itu setara, baik yang sebelumnya dikenal sebagai eselon 2A maupun 2B," jelasnya.

Di sisi lain, pelantikan kali ini merupakan bagian dari mutasi dan promosi terhadap 15 pejabat pimpinan tinggi pratama. Terdapat 10 pejabat yang dimutasi dan lima lainnya mendapat promosi dari jabatan administrator. 

Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa seluruh proses berjalan objektif dan bebas praktik jual beli jabatan. "Saya pastikan tidak ada transaksional dan tidak ada jual-beli jabatan," tegasnya dalam pidato pelantikan.

Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para pejabat baru agar segera menuntaskan serapan APBD 2026 dan menyiapkan perencanaan RKPD 2027 secara lebih efektif.

"Saya perintahkan jangan bermain-main dengan anggaran. Setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Awas, Cuaca Buruk Tulungagung 6-12 November 2025


Tulungagung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Timur pada periode 6–12 November 2025. Kondisi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut sejumlah daerah yang berisiko terdampak antara lain Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, hingga Sumenep. Hampir seluruh wilayah tersebut telah memasuki musim hujan, dan dalam sepekan ke depan diprakirakan akan terjadi peningkatan aktivitas cuaca ekstrem yang bisa berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

BMKG menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh gangguan gelombang atmosfer Rossby dan Low Frequency yang melintas di wilayah Jawa Timur. Selain itu, pola belokan angin serta suhu muka laut yang masih cukup hangat di sekitar Selat Madura turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama bagi yang tinggal di wilayah bertopografi curam, bergunung, atau di sekitar tebing. Cuaca ekstrem dapat menimbulkan berbagai dampak seperti banjir, longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.

BMKG Juanda juga mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di stametjuanda.bmkg.go.id/radar, serta peringatan dini tiga harian dan dua hingga tiga jam ke depan yang diperbarui secara berkala di laman resmi stamet-juanda.bmkg.go.id dan akun media sosial @infobmkgjuanda. Informasi juga dapat diperoleh melalui saluran telepon 24 jam (031) 8668989 atau WhatsApp 0895800300011.

Sarmuji-Pak Carik Turun Gunung Menangkan Pasangan Cabup Gatut-Baharudin

Tulungagung - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji dan mantan Sekda Jawa Timur Heru Tjahjono turun gunung dalam kampanye akbar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo -Ahmad Baharudin (Gabah). 

Kampanye yang digelar di halaman GOR Lembu Peteng Tulungagung tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari 19 kecamatan. 

Sekjen Partai Golkar Sarmuji, optimistis paslon nomor urut satu tesebut mampu memenangkan kontestasi Pilkada Tulungagung, hal ini terbukti dari banyaknya jumlah warga yang hadir dalam kegiatan kampanye akbar tesebut. 

"Ada berbagai warna di sini, ada kuning, biru, putih bahkan ada merah juga. Insya Allah semua bersatu memenangkan pasangan Gabah," kata Sarmuji dihadapan massa kampanye, Sabtu (2/11/2024). 

Menurutnya akronim Gabah menjadi simbol sekaligus semangat jika kandidat yang diusung koalisi partai parlemen, Gerindra, PKS dan Golkar tersebut peduli terhadap pangan. 

"Dari namanya (Gabah) saja kita sudah tahu bahwa Pak Gatut Sunu ini nanti akan menjamin ketersediaan pangan masyarakat Tulungagung," ujarnya. 

Ia mengaku mengenal baik sosok Gatut Sunu sebagi pribadi yang cukup sederhana dan merakyat. Padahal calon bupati tersebut merupakan pengusaha yang sukses. 

"Saya tahu benar Pak Gatot Sunu, orangnya sederhana meskipun Sebenarnya Pak Gatut ini kaya raya, tetapi sangat sederhana. Membuktikan kalau Gatut Sunu ini sama dengan panjenengan semua, bersedia hidup dengan panjenengan," imbuhnya. 

Anggota DPR RI ini berkomitmen untuk mengawal proses pembangunan lima tahun ke depan. Bahkan Sarmuji dan Heru Tjahjono berjanji akan membawa program-program pembangunan dari pusat ke Tulungagung. 

"Kami anggota DPR RI, saya Muhammad Sarmuji ini ada Pak Heru Insya Allah akan sama-sama mendukung kemajuan Tulungagung," jelasnya. 

Sementara itu anggota DPR RI yang juga mantan Sekda Provinsi Jawa Timur dan mantan Bupati Tulungagung Heru Tjahjono berkomitmen akan membantu Tulungagung melalui legislatif di tingkat pusat. 

"Tadi disampaikan oleh Pak Sarmuji, saya di DPR RI Insya Allah kami akan membantu untuk Tulungagung ke depan lebih bagus, makmur, lebih bersih dan menjadi kota sentral di Mataraman, maju UMKM-nya," kata Heru. 

Pihaknya berpesan, jika berhasil menjadi bupati dan wakil bupati, pasangan Gabah diminta untuk merangkul semua kalangan. "Hasil bupati sebelumnya yang baik dilanjutkan yang tidak baik diperbaiki," jelasnya. 

Di sisi lain Cabup Gatut Sunu, berjanji akan berusaha memajukan Tulungagung dari berbagi sektor. 

"Kemajuan masyarakat nomor satu, kebangkitan UMKM, SD-SMP gratis nomor satu, bantuan pertanian perkebunan nomor satu," kata Gatut. 

Ia pun berjanji akan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat serta melakukan percepatan pembangunan, terutama instruktur jalan. 

Diserang Anies Soal Etika, Elektabilitas Prabowo Makin Naik



Juru bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade mengkritik kubu calon presiden Anies Baswedan yang menuding Prabowo Subianto tidak beretika. Menurutnya, jejak rekam Anies Baswedan sendiri justru menunjukkan sikap politik yang sangat tidak beretika.


Pernyataan Anies Baswedan yang memojokkan capres Prabowo Subianto pada debat pertama kemarin, menurut Andre, menjadi blunder bagi Anies sendiri. Apalagi saat Anies menuding Prabowo Subianto tidak tahan menjadi oposisi dan membuat statement tentang politik ‘orang dalam’.


"Anies pernah ikut konvensi Partai Demokrat 2013 saat partai ini berjaya di tahun 2009 (ketika SBY menjadi presiden). Kemudian pada pilpres 2014 Anies bergabung dan menjadi timses Jokowi-JK, dan (setelah menang) diangkat menjadi Mendikbud," kata Andre dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Senin, 18 Desember 2023.


Setahun menjabat Mendikbud, Anies bergabung dengan Partai Gerindra dan meminta dukungan maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Partai yang dipimpin Prabowo Subianto inilah yang kemudian berjuang dan mengantarkan Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI. 


"Tiba-tiba saat ingin menjadi capres, dia tidak pamit dan langsung pindah ke Partai Nasdem. Jadi ini yang kurang beretika dan kurang adab siapa," sindir Andre. 


Soal pilihan sikap menjadi oposisi, Prabowo Subianto justru jauh lebih teruji dan terbukti. Selama lebih dari 10 tahun Partai Gerindra menjadi oposisi bagi kekuasaan. 


Demikian pula tudingan tentang ‘orang dalam’ yang dilontarkan Anies Baswedan terhadap Prabowo Subianto.


Menurut Andre, justru Anies saat menjadi Gubernur DKI Jakarta menempatkan para pendukungnya di TGUPP (tim yang dibentuk dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik dengan fokus pada program prioritas Gubernur) sebagai Komisaris LRT Jakarta. Hal ini juga disampaikan Anggawira, Ketua Umum Ketua Umum Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Indonesia Maju. 


Elektabilitas Prabowo Subianto Melesat


Sementara itu sejumlah lembaga survei terus merilis elektabilitas pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yang makin melesat meninggalkan dua pasangan lainnya.


Kepala Laboratorium M-Data Analytix Universitas Prof. Dr. Moestopo, Andre Ardi, MSi. mengatakan elektabilitas Prabowo-Gibran unggul dari semua kelompok generasi; Generasi Z (55.7%), Generasi Milineal (49,4%), Generasi X (36,2%) dan Baby Boomers (45,8%).


Generasi Z merupakan generasi yang lahir pada tahun 1997-2012 (sekarang berusia 8-23 tahun).Generasi Milenial lahir pada tahun 1981-1996 (saat ini berusia 24-39 tahun). Generasi X  lahir pada tahun 1965-1980 (sekarang berusia 40-55 tahun).Generasi Baby Boomer lahir tahun 1946 – 1964 (saat berusia 56-74 tahun).


Data hampir sama didapatkan dari Lembaga Survei Poltracking. Hal ini memantapkan kemungkinan pasangan Prabowo-Gibran memenangkan pilpres 2024 dalam satu putaran saja.

Prabowo Dituding Enggak Betah Oposisi, Pendukung Serang Balik Anies

 



Serangan Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan terhadap Prabowo Subianto yang disebut tidak betah menjadi oposisi, menuai reaksi keras dari lawan politik. Ketua Umum Partai Garuda menyebut Anies ibarat menepuk air di dulang terpercik muka sendiri. 


Ketum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana, mengatakan serangan Anies tidak sesuai dengan fakta, sebab Prabowo telah menjadi oposisi sejak pemilu 2009.


"Sudah puluhan tahun menjadi oposisi. Itupun kemudian bergabung dengan pemerintah Jokowi, masuk kabinet agar perpecahan di grassroot tidak semakin meruncing dan demi persatuan dan persatuan," kata Ridha Sabana, Jumat (15/12/2023). 


Sedangkan Anies, baru beroposisi sejak dicopot dari kursi Mendikbud tahun 2016. Berselang setahun kemudian, pada 2017 Anies maju dalam kontestasi pilkada Jakarta dicalonkan oleh Partai Gerindra besutan Prabowo dan berhasil menang menjadi gubernur. 


"Jejak digitalnya masih ada semua," imbuhnya. 


Ridha mengatakan, data dari BPS DKI Jakarta, jumlah gereja di tahun 2018 itu 2.787, dan kemudian pada 2022 turun menjadi 1.293. Sedangkan terkait polusi udara yang disebut akibat tiupan angin, justru mengungkap fakta lain, data katadata, jumlah kendaraan pada 2018 sebanyak 22.5juta dan pada 2022 naik menjadi 26.4 juta. 


"Artinya apa yang disampaikan Capres Anies dalam debat tidak sesuai fakta sebenarnya bahwa jumlah kendaraan tetap, polusi berbeda setiap hari karena akibat angin," ujarnya. 


Ketum Garuda menambahkan kasus kematian anak Harun, berusia 15 tahun juga mengungkapkan fakta berbeda. Ayah Harun menyebut jika anaknya masih belum terlibat politik dan belum punya hak suara, karena masih dibawah 17 tahun. 


"Jadi statement Capres Anies ini tidak berdasarkan data, tapi hanya lips services saat debat saja," jelas Ridha. 


Ridha Sabana, mengatakan jika benar-benar konsisten dan jujur tetap menjadi oposisi, seharusnya partai koalisi pendukung AMIN menarik kadernya dari kabinet. 


"Jadi antara ucapan dan perbuatan itu sama, tidak hanya bicara lips services dan retorika saja. Apalagi sampai menyalahkan angin," imbuhnya.


Seharusnya dana puluhan triliun untuk mengatasi polusi, juga dapat digunakan program untuk mengurangi daerah pendukung DKI Jakarta seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok untuk bersinergi dan dimanfaatkan bersama.


"Tidak hanya menyalahkan tiupan angin," jelasnya. 


BCA Dorong Sertifikasi Halal 100 UMKM di Tulungagung

 

Tulungagung - Bank Central Asia (BCA) mendorong terus mendorong pertumbuhan ekonomi halal di Indonesia. Salah satunya dengan memfasilitasi pendaftaran sertifikasi halal untuk 100 UMKM di Tulungagung. 

Kepala BCA Tulungagung Ade Bachtiar, mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya perbankan dalam mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing UMKM di Tulungagung dan sekitarnya. 

"Kegiatan ini masuk dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi 818 Tulungagung, kemarin kami sudah diskusi dengan kepala dinas Pak Slamet, bahwa UMKM ini ada kewajiban sertifikasi halal di Oktober 2024. Untuk itu kami mengajukan diri gelar workshop dan pendaftaran sertifikasi halal untuk 100 UMKM," kata Ade saat ditemui di Hall Barata Tulungagung, Rabu (8/11/2023). 

Dalam workshop tersebut pihaknya akan mendampingi secara langsung para pelaku UMKM bersama Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Agama. Tak hanya sertifikasi halal, pihaknya juga memfasilitasi pelaku UMKM untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Sesuai undang-undang, UMKM Indonesia itu harus bersertifikasi halal maksimal pada Oktober 2024. Untuk itulah kami ikut berperan untuk melakukan percepatan," imbuhnya. 

Ade menambah minat para pelaku UMKM di Tulungagung dan sekitarnya cukup tinggi terhadap program BCA, terbukti dengan membeludaknya jumlah peminat. 

"Animo cukup tinggi, hanya saja kami terbatas dengan kuota. Tahun ini kuotanya hanya 100 UMKM," jelasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tulungagung Slamet, mengapresiasi peran serta pihak swasta dalam mendorong sertifikasi halal produk UMKM di Tulungagung. 

"Jumlah UMKM di Tulungagung mencapai 139.386 usaha. Dari jumlah tersebut baru 28.495 yang telah terdaftar di Dinas Penananam Modal dan PTSP Tulungagung. Kami berterimakasih kepada BCA yang sudah memfasilitasi UMKM," kata Slamet. 

Pihaknya mengaku terus mendorong UMKM di Tulungagung untuk mendaftarkan sertifikasi halal. Harapannya seluruh produk UMKM pada Oktober mendatang telah bersertifikasi halal. 


Satlantas Tulungagung Ubah Jalur Ujian Praktik SIM, Tak Ada Kelokan Delapan

Tulungagung - Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi (SIM) Polres Tulungagung kini telah mengubah jalur lintasan ujian praktik berkendara bagi pemohon SIM C, yang semula membentuk angka 8 dan zig-zag kini diubah menjadi bentuk S. 

Perubahan tersebut dilakukan lantaran lebih mendekati kondisi lintasan dan jalur di jalan raya. Serta untuk mempermudah masyarakat pada saat melakukan praktek berkendara.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Firdaus Canggih Pamungkas menjelaskan perubahan lintasan dari sebelumnya yang berbentuk angka 8 dan zig-zag ke bentuk S bukan tanpa sebab. Hal ini bertujuan untuk menguji kemampuan pengemudi dalam situasi yang lebih mendekati kondisi jala raya, dengan menghadirkan tantangan yang beragam berupa menguji manuver, keterampilan pengereman, serta koordinasi antara pengemudi dan kendaraan.

"Jadi memang model lintasan huruf S kali ini sesuai dengan kondisi jalan raya," ungkap AKP Firdaus, Senin,(8/8/2023).

Firdaus melanjutkan, perubahan lain yang dilakukan yakni adanya pelebaran ruas jalur dengan luasan, dua setengah kali lebar kendaraan. Dimana dari adanya pelebaran ruas jalur tersebut tentu juga memudahkan para pemohon SIM C baru. Kendati jalur diperluas, masih ada rambu yang harus ditaati ketika pelaksanaan praktik uji SIM serta dijaga langsung oleh petugas.

"Jadi selain jalur sesuai dengan kondisi di jalan raya, pemohon sim diharuskan juga menaati rambu lalu lintas," jelasnya. 

Masih menurut Firdaus, untuk satpas SIM Polres Tulungagung sendiri akan memaksimalkan program baru perubahan lintasan jalur uji SIM pada, Selasa (9/8/2023).

"Besok Selasa,(9/8/2023) jalur sudah selesai dan bisa menjalankan praktik Uji SIM di Satpas SIM Polres Tulungagung," pungkasnya.

Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat HUT PPNI Tulungagung


Tulungagung - Ribuan masyarakat dan perawat di Tulungagung mengikuti jalan sehat HUT ke-49 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di alun-alun kota. Jalan sehat juga dihadiri oleh Bupati Tulungagung Maryoto Birowo . 

Ketua PPNI Tulungagung Kukuh Heru Subagyo, mengatakan jalan sehat tersebut merupakan rangkaian HUT PPNI yang jatuh pada 17 Maret serta Hari Perawat Internasioanl yang jatuh pada 12 Mei. 

"Di sini juga ada juga kami selenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, ada juga kegiatane juga donor darah," kata Kukuh Heru Subagyo, Minggu (28/5/2023). 

Menurutnya aksi jalan sehat tersebut diharapkan dapat mendekatkan diri antara perawat dengan masyarakat Tulungagung. Kegiatan tersebut juga sekaligus sebagai ajang silaturahmi di antara perawat di Tulungagung. 

"Semoga perawat kita semakin profesional dalam menjalankan tugasnya. Kami juga ingin menjalin kerjasama dengan berbagai stakeholder," ujarnya. 

Sementara itu Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, mengatakan perawat merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Ia pun mencotohkan, dalam masa pandemi COVID-19 lalu, perawat dan tenaga medis lainnya menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien. 

"Jasa perawat sangat besar, terima kasih untuk seluruh perawat di Tulungagung," kata Maryoto Birowo. 

Sementara itu dari pantauan beritatulungagung.com antusiasme masyarakat untuk mengikuti jalan cukup tinggi. Ribuan warga tumplek blek di alun-alun Tulungagung sejak Minggu pagi. Untuk menambah semaraknya jalan sehat, panitia menyiapkan puluhan hadiah menarik, mulai dari sepeda motor, sepeda gunung, barang elektronik hingga aneka door prize lainnya. 

Ganjar Milenial Center Tulungagung Gelar Pekan Olahraga Masyarakat Tradisional

Tulungagung - Ganjar Milenial Center (GMC) Tulungagung menggelar pekan olahraga masyarakat tradisional. Kegiatan diisi dengan aneka olahraga tradisional hingga pemeriksaan kesehatan gratis. 

Pekan olahraga tersebut digelar di wisata Kampung Madu, Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Sabtu (7/5/2023). Ratusan peserta remaja hingga ibu-ibu rumah tangga tampak antusias untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, senam pagi hingga permainan gobak sodor.

Koordinator Ganjar Milenial Center Gusti Febrian, mengatakan kegiatan olahraga tradisional tersebut sengaja digelar sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kearifan lokal berupa olahraga maupun aneka permainan. 

"Kami puas dan senang dengan atensi masyarakat di daerah Pulerejo, Kecamatan Ngantru. Tentunya saya ucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat sudah bersedia menerima kami untuk berkegiatan," kata Gusti Febrian, melalui siaran persnya yang diterima beritatulungagung.com, Minggu (7/5/2023). 

Menurutnya konsep kegiatan sengaja dibuat menarik, sehingga masyarakat bisa menikmati acara dengan semangat dan gembira. 

Lanjut dia, tak hanya sekedar olahraga, even tersebut juga salah satu upaya GMC Tulungagung untuk mengenalkan sosok Ganjar Pranowo yang bakal maju sebagai Calon Presiden Indonesia 2024 mendatang. 

"Selain mengenalkan Sosok Ayah Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden Republik Indonesia di pemilu tahun 2024, kami juga bisa dekat dengan masyarakat dan berkolaborasi dengan rekan rekan komunitas, dan masyarakat lintas usia," jelasnya. 

Sementara itu pengelola Kampung Madu Suwandi, menyambut baik kegiatan yang digelar GMC Tulungagung tersebut, karena bisa ikut mengenalkan wisata yang ia kelola. Pihaknya berharap kegiatan serupa kembali digelar di Kampung Madu. 

"Saya ucapkan terima kasih kepada GMC Tulungagung sudah menyelenggarakan kegiatan di Kampung Madu. Dengan kegiatan ini tentunya besar harapan saya, kita bisa berkembang bersama untuk membawa visi yang sama yaitu mengenalkan satu sama lain di masyarakat luar," kata Suwandi. 

Menurutnya, pelestarian aneka olahraga dan permainan tradisional seperti gobak sodor dan betengan menjadi hal yang menarik, apalagi hal tersebut juga menjadi sarana nostalgia masa muda bagi orang tua dan para lanjut usia. 

"Lomba seperti gobak sodor dan betengan yang kembali di mainkan untuk kami menjadi kenangan tersendiri dan bisa mengingat masa kecil dulu. Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi," imbuhnya. 

Hal senada disampaikan salah seorang warga Pulerejo, Aris. Menurutnya kegiatan GMC tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. 

"Harapan saya semoga di lain waktu hubungan baik antara kami pemuda desa Pulerejo dan GMC Tulungagung bisa tetap terjaga dengan baik dan bisa mengadakan kegiatan lagi yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat terlepas dari bendera politik yang dibawa," ujar Aris.