Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Toko Dibobol Maling, Rp 100 Juta Lenyap

 

Tulungagung - Dugaan pencurian uang tunai sebesar Rp100 juta terjadi di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Kamis (26/02/2026) pagi. Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Boyolangu, Polres Tulungagung.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 06.30 WIB, saat korban hendak membuka tokonya. Korban mendapati meja kasir sudah bergeser dan laci dalam kondisi terbuka.

Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan setelah dicek, uang tunai yang sebelumnya disimpan di dalam laci kasir telah raib. “Korban mendapati uang tunai yang disimpan di laci kasir hilang. Total kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa meja laci kasir dan sebuah linggis kecil yang diduga digunakan pelaku untuk membongkar tempat penyimpanan uang. Polisi menduga kasus ini merupakan pencurian dengan pemberatan karena ada unsur perusakan.

“Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan,” pungkas Iptu Nanang Murdiyanto

Sementara itu dari rekaman CCTV, pelaku masuk ke toko pukul 00.37 WIB. Pelaku langsung mengarah ke kasir dan menguras uang tunai Rp100 juta yang tersimpan di laci. 

foto istimewa

#beritatulungagung #tulungagung 

108 Baut Rel Kereta Api Rejotangan-Blitar Dicuri



Blitar - Seorang pelaku pencurian baut bantalan rel kereta api di lajur Rejotangan-Blitar diamankan polisi. 

Kasus ini terungkap Rabu (7/1) setelah warga mengamankan seorang terduga pelaku yang kemudian diserahkan ke Polsek Sanankulon. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui tidak hanya beraksi di satu titik.

KAI mencatat sedikitnya 108 baut penambat rel dicuri di lima lokasi berbeda pada lintas Blitar–Rejotangan. Kerugian materiil ditaksir lebih dari Rp4 juta. Hasil curian dijual ke pengepul barang bekas.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan baut penambat rel merupakan komponen vital untuk menjaga posisi dan kestabilan rel. Jika sampai hilang, risiko gangguan jalur hingga potensi anjloknya kereta bisa terjadi dan membahayakan penumpang.

"Awalnya yang diketahui 13, tapi setelah dikembangkan ada 108 buah," kata Tohari. 

KAI mengapresiasi peran masyarakat dan kepolisian, sekaligus mengajak publik ikut menjaga keamanan jalur rel. Di lintas ini melintas puluhan perjalanan KA setiap hari dengan ribuan penumpang, sehingga keselamatan adalah harga mati yang tak bisa ditawar. 


#beritatulungagung #tulungagung #blitar #KAI

Melihat Keseruan Turnamen Esport Mobile Legend antarsekolah di Tulungagung

 


Tulungagung - Puluhan tim E-sport antarsekolah saling beradu strategi dan ketangkasan dalam turnamen Mobile Legend Bang-bang di Tulungagung. Even ini merupakan ajang terbesar di eks Karesidenan Kediri. 

Menurut ketua panitia Revol, mengatakan turnamen yang digelar di GOR Rejoagung, Tulungagung tersebut diikuti oleh 32 tim dari berbagai SMA/MA/SMK di Tulungagung, Kediri dan Blitar. 

"Antusiasme peserta cukup tinggi, sampai melebihi kuota. Namun kami hanya buka 32 slot saja, karena even hanya berlangsung selama dua hari," kata Revol, Sabtu (23/8/2025). 

Menurutnya dalam pertandingan ini pihkanya menerapkan sistem Match by Match dalam babak penyisihan. Saat babak semi final dan final akan menggunakan sistem Best Of 3 dan Best Of 5.

"Mungkin ke depan bisa menggunakan sistem round table agar jumlah tim yang bertanding bisa lebih banyak lagi," ujarnya. 

Turnamen tersebut akan memperebutkan hadiah total Rp 50 juta dan piala bergilir dari anggota DPR RI Rizki Sadiq. Kompetisi antarsekolah ini sekaligus untuk mencari bakat-bakat atlet E-sport dari lokal eks Karesidenan Kediri. 

Dari pantauan di lokasi, ajang pertandingan Mobile Legend Bang-bang tersebut berlangsung meriah, masing-masing tim yang bertanding mendapatkan dukungan langsung dari ratusan suporter. Beberapa di antaranya memakai kostum khas hero yang ada di dalam Mobile Legend. 

Ketua E-sport Indonesia (ESI) Tulungagung, Mochamad Shiva Rosyadi, mengatakan potensi olah raga elektronik di wilayah cukup tinggi, sejumlah peserta mampu menunjukkan skil yang mumpuni dan diproyeksi mampu menjadi atlet berbakat. 

"Sebetulnya di Tulungagung dan sekitarnya ini punya potensi yang besar, anak-anak juga ada yang bertanding di skala yang lebih besar," kata Shiva. 

Untuk menggali potensi atlet pihaknya juga menggandeng beberapa sekolah untuk membuka ekstrakurikuler E-sport. "Jumlahnya belum banyak, tapi sudah ada lima SMA dan 1 SMP yang membuka ekstrakurikuler E-sport," jelasnya. 

Diakui pengembangan E-sport di kalangan sekolah masih menemui sejumlah kendala, di antaranya larangan penggunaan telepon pintar di sekolah serta belum terbukanya pengetahuan pihak sekolah terkait potensi gim. 

"Kami berharap dukungan sekolah dan pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan E-sport di Tulungagung," imbuhnya. 

Sementara anggota DPR RI Rizki Sadiq mengatkaan turnamen Mobile Legend Bang-bang tersebut sebagai upaya mencari sisi positif dari pemanfaatan gawai. Dengan kompetisi diharapkan para remaja dapat mengasah kemampuan dan menunjukkan bakatnya. 

"Ini merupakan pertama kali saya mencoba berkomunikasi dengan generasi muda melalui E-Sport. Hal baru dan sesutu yang menarik bagi saya," kata Sadiq. 

Pihaknya berharap dukungan dari berbagai kalangan akan mempercepat pengembangan E-sport di wilayah Tulungagung, Kediri dan Blitar. 

"Turnamen ini dapat menumbuhkan sportivitas, kreativitas, kekompakan dan adu strategi. Bahkan melalui gim, anak muda dapat berprestasi," jelasnya. 

Berkarya di Balik Penjara

 

Tulungagung - Dengan cekatan penuh konsentrasi, remaja penuh tato ini menggerakkan gunting dan sisir di antara helai rambut pelanggannya. Sesekali ia memandang ke arah cermin untuk melihat hasil potongannya. 

Suara dentingan gunting yang beradu dan obrolan kecil tentang kehidupan di dalam penjara menjadi santapan Novian Lutfi setiap hari. Di dalam bilik berukuran 3x2,5 meter ia dan salah satu rekannya sesama narapidana melatih keahlian memangkas rambut. 

Ruangan yang didesain seperti barbershop ini seolah menjadi sekolah baru bagi Novan. Berbagai fasilitas penunjang pun disiapkan, alat cukur, meja, kursi hingga cermin besar. Suasana di dalam bilik kerja juga disulap dengan ornamen berciri khas rumah potong rambut. 

Latar belakang Novan sebagai narapidana kasus pencurian ini bukan menjadi penghalang untuk mengasah keahlian sebagai bekal kehidupan kelak setelah terbebas dari balik jeruji. 

"Saya nanti ingin buka barbershop sendiri," kata Novian saat berbincang dengan detikjatim di dalam bengkel kerja Barbershop Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tulungagung, Rabu (6/8/2025). 

Bagi Novian Lutfi, memiliki keahlian memangkas rambut tak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun, kesempatan di dalam kesempitan ruang geraknya di dalam penjara menjadi motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, hingga akhirnya ia nekat mengikuti program kemandirian yang diselenggarakan pihak lapas. 

"Saya belajar potong rambut dari nol. Awalnya belum bisa sama sekali, belajarnya ya di sini ini," ujarnya. 

Dengan bimbingan langsung dari mentor yang didatangkan dari luar lapas, Novian dengan cepat mampu mengasah kemampuan jasa pangkas rambut. Proses belajar ditempuh Novian dalam kurun waktu antara dua hingga tiga bulan. 

"Ya belajarnya lumayan sulit, paling susah itu untuk proses terakhir atau merapikan," imbuhnya sambil tersenyum. 

Hingga kini pria 25 tahun ini telah menguasai empat jenis potongan rambut. Berbagai karakteristik rambut dari para pelanggan di dalan lapas menjadi tantangan tersendiri. 

Kepenatan di balik tembok teruji kini seakan terobati. Senyum puas dari setiap pelanggan seolah menjadi motivasi untuk bangkit dan mandiri. 

"Saya dulu masuk sini (penjara) karena ngeblong (mencuri) di rumah majikan. Saya ingin menebus kesalahan itu dan menjadi lebih baik," ujarnya. 

Perbuatan di masa lalu itu memaksanya harus merasakan tiga tahun hidup di dalam jeruji besi. Beruntung, fungsi pemasyarakatan di Lapas Tulungagung berjalan dengan baik sehingga tiap narapidana memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan dalam berkarya. 

"Alhamdulillah, program pembinaan potong rambut ini sangat bermanfaat," pungkasnya. 

Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Ma'ruf Prasetyo Hadianto, mengatakan program pembinaan kepribadian dan kemandirian menjadi salah satu andalan dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan.

"Ada banyak kegiatan yang dijalankan, mulai dari kesenian, pramuka, keagamaan, handicraft marmer, barbershop, konveksi, pembuatan keset, pertanian hingga peternakan," kata Ma'ruf. 

Untuk peningkatan kemampuan warga binaan, pihkanya menjalin kerja sama lintas sektor, antara lain Kementerian Agama, Kwarcab Pramuka Tulungagung, BLK Singosari Malang hingga dinas pertanian dan berbagai instansi swasta lain. 

Keahlian para mentor ditularkan langsung kepada peserta pembinaan yang ada di dalam lapas. Dari sekitar 700 warga binaan terdapat 115 yang mengikuti program kemandirian, sedangkan 200 orang mengikuti pembinaan kepribadian. 

"Jadi kami memilih dan memilah bakat serta minat dari masing-masing warga binaan, selanjutnya kami berikan pelatihan. Alhamdulillah mereka mampu menyerap ilmu dengan cepat," imbuhnya. 

Ma'ruf mengaku karya para narapidana tersebut saat ini telah banyak dipesan oleh berbagai pihak. Bahkan ratusan celemek produksinya kini dipakai oleh tim Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Untuk kerajinan marmer juga ada pesanan dari Kementerian Imipas," jelasnya. 

Pihaknya berharap dengan kemampuan tambahan tersebut seluruh peserta pelatihan bisa mendapatkan bekal yang bisa dimanfaatkan untuk mencari penghidupan yang halal saat keluar penjara. 

"Harapannya mereka bisa produktif dan diterima kembali di masyarakat," jelasnya. 

40 Narapidana Rutan Kelas 1 Surabaya Dilayar ke Lapas Tulungagung

 

Tulungagung – 40 narapidana dari Rutan Kelas I Surabaya dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung. Pemindahan untuk mengurangi kepadatan di dalam penjara. 

Kepala Lapas Tulungagung Ma'ruf Prasetyo, mengatakan penggeseran puluhan napi tersebut dilakukan dengan pengawalan ketat dari Polisi Khusus Pemasyarakatan (Polsuspas). Untuk mencegah agar tidak kabur, seluruh warga binaan yang dilayar diborgol secara berantai. 

"Pemindahan ini dilakukan sebagai upaya mengatasi kepadatan di Rutan Kelas I Surabaya dan memastikan fungsi pemasyarakatan berjalan optimal," kata Ma'ruf, Senin (3/3/2015). 

Menurutnya, sebelum dikirim ke Tulungagung, seluruh napi menjalani pemeriksaan data registrasi dan pencocokan dengan masing-masing warga binaan. 

Pihaknya memastikan 40 napi tersebut dapat tertampung seluruhnya di Lapas Tulungagung. Mereka akan menjalani masa pembinaan dengan mengikuti berbagai program yang telah disiapkan. 

"Seperti kita ketahui, di Rutan Surabaya huniannya di dalam cukup padat, sehingga dengan pemindahan ke Tulungagung ini fungsi pemasyarakatan mulai dari pelayanan, pembinaan, pembimbingan kemasyarakatan, perawatan, pengamanan dan pengamatan berjalan dengan baik," jelasnya. 

Pihaknya berharap seluruh napi tersebut dapat segera beradaptasi dan mengikuti seluruh agenda pembinaan yang telah disiapkan. 

"Semoga ketika mereka keluar nanti bisa menjadi pribadi yang lebih baik," imbuhnya. 

Di sisi lain pihak Lapas Kelas IIB Tulungagung juga menyiapkan strategi pengamanan secara maksimal, sehingga tidak terjadi pelanggaran atau hal-hal lain yang dilarang. 

"Kami juga memperketat pengawasan terutama pada saat jam besuk, barang-barang kiriman keluarga napi harus dalam kondisi steril dari barang terlarang, seperti narkotika, psikotropika dan yang lainnya," jelasnya. 

Ungkap Kasus Narkotika Sopir Bus, 7 Anggota Polres Tulungagung Diganjar Penghargaan Kapolda

Surabaya - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Imam Sugianto, memberikan penghargaan kepada beserta enam anggota Satlantas Polres Tulungagung atas keberhasilan mereka mengungkap kasus narkoba pada sopir bus PO Puspa Jaya saat mudik lebaran 2024.


Upacara pemberian penghargaan ini dilangsungkan di lapangan apel Mahameru Polda Jatim pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Sabtu (1/6/2024).


Penghargaan ini diberikan kepada:


- AKBP Teuku Arsya Khadafi, S.H., S.I.K., M.Si (Kapolres Tulungagung)

- AKP Jodi Indrawan, S.I.K (Kasatlantas Polres Tulungagung)

- Iptu Dwi Kustiawan, S.H., M.H. (Kanitregident Satlantas Polres Tulungagung)

- Ipda Sumarno, S.H. (Kanitturjawali Satlantas Polres Tulungagung)

- Ipda Gerry Permana, S.H. (Kanitkamsel Satlantas Polres Tulungagung)

- Aipda Irwan Dwi Cahyono (Banit Turjagwali Satlantas Polres Tulungagung)

- Bripka Satriya Hadi Wibowo, S.H. (Bamin Urbinopsnal Satlantas Polres Tulungagung)


Dalam sambutannya, Kapolda Jatim mengapresiasi tindakan Polres Tulungagung yang berhasil mencegah potensi kecelakaan lalu lintas akibat penyalahgunaan narkoba oleh sopir bus. "Saya ucapkan selamat kepada personel yang telah mendapatkan penghargaan atas prestasinya. Saya harap hal ini dapat menjadi motivasi kepada anggota lainnya dalam melaksanakan tugas di lapangan," ujar Kapolda Jatim.


Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi, juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut dan menyatakan bahwa hal ini akan memacu semangat anggota Polres Tulungagung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


 "Kami berterima kasih atas penghargaan ini. Ini akan memacu semangat kami untuk terus memberikan pelayanan dan pengayoman terbaik kepada masyarakat Tulungagung agar tercipta lingkungan yang tertib, aman, dan kondusif," kata Kapolres.


Sebelumnya, pada 12 April 2024, anggota Satlantas Polres Tulungagung melaksanakan pemeriksaan ramp check dan tes urine secara acak kepada pengemudi bus di Terminal Gayatri saat mudik lebaran. Dalam operasi tersebut, seorang sopir bus PO Puspa Jaya jurusan Blitar-Lampung dengan inisial EA dinyatakan positif menggunakan narkoba. Polisi juga menemukan barang bukti berupa alat bong dan pipet kaca berisi shabu di dalam tas sopir tersebut.


Kasus ini menjadi peringatan penting bagi keamanan penumpang bus selama musim mudik dan menunjukkan komitmen Polres Tulungagung dalam menjaga keselamatan di jalan raya.


#satlantaspolrestulungagung #polrestulungagung #tulungagung #beritatulungagung #satlantastulungagung