Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan

Dukung Energi Terbarukan, PJT I Serahkan Lima IPAL Biogas di Tulungagung

 


Tulungagung – Perum Jasa Tirta I (PJT I) melalui Sub Divisi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta ESG menyerahkan bantuan lima titik Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Biogas di Kabupaten Tulungagung. Seluruh IPAL Biogas tersebut dibangun di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, dan difungsikan sebagai energi alternatif terbarukan.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya, pengelolaan lingkungan yang baik akan membawa manfaat ganda, tidak hanya bagi kelestarian alam, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” jelasnya, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, keberadaan IPAL Biogas di Desa Kradinan menjadi contoh nyata bagaimana limbah ternak yang selama ini dianggap masalah dapat diubah menjadi energi bermanfaat.

“Desa Kradinan ini bisa menjadi percontohan pengelolaan limbah berbasis energi bersih di Tulungagung dan sekitarnya,” ujarnya.

Fahmi menambahkan, program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya butir kedua mengenai kemandirian bangsa di bidang pangan, energi, dan air. Kehadiran IPAL Biogas dinilai sebagai langkah nyata PJT I dalam mendorong ketahanan energi berbasis masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Dengan adanya IPAL Biogas, kami berharap Desa Kradinan mampu menunjukkan bahwa pengelolaan limbah yang tepat bisa menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Langkah ini juga bagian dari kontribusi PJT I dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, ketahanan energi nasional, dan terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menjelaskan bahwa IPAL Biogas hadir sebagai solusi pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan. Teknologi ini tidak hanya mencegah pencemaran, mengurangi bau, serta menjaga kualitas air tanah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif berupa biogas.

Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan IPAL Biogas turut mendorong pola hidup sehat dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Bantuan PJT I ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan dalam mengimplementasikan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Andriana.

Ia menambahkan, program IPAL Biogas tidak hanya menjawab permasalahan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui IPAL Biogas, warga memperoleh lingkungan yang lebih sehat sekaligus sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan sehari-hari.

“Inilah wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak sekadar seremonial, melainkan memberi manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.


Melihat Keseruan Turnamen Esport Mobile Legend antarsekolah di Tulungagung

 


Tulungagung - Puluhan tim E-sport antarsekolah saling beradu strategi dan ketangkasan dalam turnamen Mobile Legend Bang-bang di Tulungagung. Even ini merupakan ajang terbesar di eks Karesidenan Kediri. 

Menurut ketua panitia Revol, mengatakan turnamen yang digelar di GOR Rejoagung, Tulungagung tersebut diikuti oleh 32 tim dari berbagai SMA/MA/SMK di Tulungagung, Kediri dan Blitar. 

"Antusiasme peserta cukup tinggi, sampai melebihi kuota. Namun kami hanya buka 32 slot saja, karena even hanya berlangsung selama dua hari," kata Revol, Sabtu (23/8/2025). 

Menurutnya dalam pertandingan ini pihkanya menerapkan sistem Match by Match dalam babak penyisihan. Saat babak semi final dan final akan menggunakan sistem Best Of 3 dan Best Of 5.

"Mungkin ke depan bisa menggunakan sistem round table agar jumlah tim yang bertanding bisa lebih banyak lagi," ujarnya. 

Turnamen tersebut akan memperebutkan hadiah total Rp 50 juta dan piala bergilir dari anggota DPR RI Rizki Sadiq. Kompetisi antarsekolah ini sekaligus untuk mencari bakat-bakat atlet E-sport dari lokal eks Karesidenan Kediri. 

Dari pantauan di lokasi, ajang pertandingan Mobile Legend Bang-bang tersebut berlangsung meriah, masing-masing tim yang bertanding mendapatkan dukungan langsung dari ratusan suporter. Beberapa di antaranya memakai kostum khas hero yang ada di dalam Mobile Legend. 

Ketua E-sport Indonesia (ESI) Tulungagung, Mochamad Shiva Rosyadi, mengatakan potensi olah raga elektronik di wilayah cukup tinggi, sejumlah peserta mampu menunjukkan skil yang mumpuni dan diproyeksi mampu menjadi atlet berbakat. 

"Sebetulnya di Tulungagung dan sekitarnya ini punya potensi yang besar, anak-anak juga ada yang bertanding di skala yang lebih besar," kata Shiva. 

Untuk menggali potensi atlet pihaknya juga menggandeng beberapa sekolah untuk membuka ekstrakurikuler E-sport. "Jumlahnya belum banyak, tapi sudah ada lima SMA dan 1 SMP yang membuka ekstrakurikuler E-sport," jelasnya. 

Diakui pengembangan E-sport di kalangan sekolah masih menemui sejumlah kendala, di antaranya larangan penggunaan telepon pintar di sekolah serta belum terbukanya pengetahuan pihak sekolah terkait potensi gim. 

"Kami berharap dukungan sekolah dan pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan E-sport di Tulungagung," imbuhnya. 

Sementara anggota DPR RI Rizki Sadiq mengatkaan turnamen Mobile Legend Bang-bang tersebut sebagai upaya mencari sisi positif dari pemanfaatan gawai. Dengan kompetisi diharapkan para remaja dapat mengasah kemampuan dan menunjukkan bakatnya. 

"Ini merupakan pertama kali saya mencoba berkomunikasi dengan generasi muda melalui E-Sport. Hal baru dan sesutu yang menarik bagi saya," kata Sadiq. 

Pihaknya berharap dukungan dari berbagai kalangan akan mempercepat pengembangan E-sport di wilayah Tulungagung, Kediri dan Blitar. 

"Turnamen ini dapat menumbuhkan sportivitas, kreativitas, kekompakan dan adu strategi. Bahkan melalui gim, anak muda dapat berprestasi," jelasnya. 

MK Tolak Gugatan Sengketa Pilkada Tulungagung, KPU Segera Tetapkan Calon Terpilih

 

Tulungagung - Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa hasil Pilkada Tulungagung 2024 yang diajukan pasnagan calon Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti. KPU setempat segera menetapkan calon bupati terpilih. 

Dalam sidang MK yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Mahkamah Konstitusi RI. Ketua majelis hakim Suhartoyo menegaskan perkara nomor 202/PHPU.BUP-XXIII/2025 yang diajukan kuasa hukum Martoyo-Didik ditolak. 

"Tidak dapat diterima," kata Suhartoyo, Selasa (4/2/2025). 

Sementara itu Ketua KPU Tulungagung Mohammad Lutfi Burhani mengaku menghormati putusan MK. Pihaknya menilai keputusan tersebut merupakan yang terbaik dari kacamata hukum dan harus dihormati. 

"Kami berterima kasih kepada semua pihak, juga menghargai dari paslon 03 yang sudah menyampaikan gugatan. Kami hormati itu karena hak demokrasi dan kita harus hormati bersama," kata Burhani. 

Selanjutnya KPU akan segera mengambil langkah lanjutan pascaputusan MK tesebut. Rencananya pihaknya akan menetapkan calon kepala daerah terpilih sesuai hasil rekapitulasi tingkat kabupaten. 

"Pleno penetapan paling lambat satu hari setelah KPU menerima pemberitahuan putusan dari MK. Kemungkinan kami akan pleno penetapan calon kepala daerah terpilih pada 6 Februari, pukul 19.00 WIB, ini masih tentatif," ujarnya. 

Selain itu KPU juga akan menerbitkan surat penyampaian usulan pengesahan dan pengangkatan calon terpilih kepada Ketua DPRD Tulungagung. 

"Surat tersebut kami lampirkan surat dari MK terkait putusan hasil perkara Pilkada Tulungagung, kemudian kami lampirkan hasil rekapitulasi suara dan surat penetapan calon terpilih," jelasnya. 

Pilkada Tulungagung 2024 diikuti oleh empat pasangan calon, nomor urut satu Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharudin, nomor dua Santoso-KH Samsul Umam, nomor tiga Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti dan nomor empat Budi Setiyahadi-Susilowati. 

Dari hasil rekapitulasi di tingkat kabupaten pasangan Gatut-Baharudin yang diusung Partai Gerinda, Partai Golkar dan PKS unggul dengan memperoleh 297.882 suara (50,72 persen). Posisi kedua ditempati paslon Martoyo-Didik dengan perolehan 203.107 suara (34,59 persen), posisi ketiga paslon Santoso-Samsul 60.962 suara (10,38 persen), sedangkan paling buncit ditempati Budi-Susi dengan 25.298 suara (4,31 persen). 

Sarmuji-Pak Carik Turun Gunung Menangkan Pasangan Cabup Gatut-Baharudin

Tulungagung - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji dan mantan Sekda Jawa Timur Heru Tjahjono turun gunung dalam kampanye akbar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo -Ahmad Baharudin (Gabah). 

Kampanye yang digelar di halaman GOR Lembu Peteng Tulungagung tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari 19 kecamatan. 

Sekjen Partai Golkar Sarmuji, optimistis paslon nomor urut satu tesebut mampu memenangkan kontestasi Pilkada Tulungagung, hal ini terbukti dari banyaknya jumlah warga yang hadir dalam kegiatan kampanye akbar tesebut. 

"Ada berbagai warna di sini, ada kuning, biru, putih bahkan ada merah juga. Insya Allah semua bersatu memenangkan pasangan Gabah," kata Sarmuji dihadapan massa kampanye, Sabtu (2/11/2024). 

Menurutnya akronim Gabah menjadi simbol sekaligus semangat jika kandidat yang diusung koalisi partai parlemen, Gerindra, PKS dan Golkar tersebut peduli terhadap pangan. 

"Dari namanya (Gabah) saja kita sudah tahu bahwa Pak Gatut Sunu ini nanti akan menjamin ketersediaan pangan masyarakat Tulungagung," ujarnya. 

Ia mengaku mengenal baik sosok Gatut Sunu sebagi pribadi yang cukup sederhana dan merakyat. Padahal calon bupati tersebut merupakan pengusaha yang sukses. 

"Saya tahu benar Pak Gatot Sunu, orangnya sederhana meskipun Sebenarnya Pak Gatut ini kaya raya, tetapi sangat sederhana. Membuktikan kalau Gatut Sunu ini sama dengan panjenengan semua, bersedia hidup dengan panjenengan," imbuhnya. 

Anggota DPR RI ini berkomitmen untuk mengawal proses pembangunan lima tahun ke depan. Bahkan Sarmuji dan Heru Tjahjono berjanji akan membawa program-program pembangunan dari pusat ke Tulungagung. 

"Kami anggota DPR RI, saya Muhammad Sarmuji ini ada Pak Heru Insya Allah akan sama-sama mendukung kemajuan Tulungagung," jelasnya. 

Sementara itu anggota DPR RI yang juga mantan Sekda Provinsi Jawa Timur dan mantan Bupati Tulungagung Heru Tjahjono berkomitmen akan membantu Tulungagung melalui legislatif di tingkat pusat. 

"Tadi disampaikan oleh Pak Sarmuji, saya di DPR RI Insya Allah kami akan membantu untuk Tulungagung ke depan lebih bagus, makmur, lebih bersih dan menjadi kota sentral di Mataraman, maju UMKM-nya," kata Heru. 

Pihaknya berpesan, jika berhasil menjadi bupati dan wakil bupati, pasangan Gabah diminta untuk merangkul semua kalangan. "Hasil bupati sebelumnya yang baik dilanjutkan yang tidak baik diperbaiki," jelasnya. 

Di sisi lain Cabup Gatut Sunu, berjanji akan berusaha memajukan Tulungagung dari berbagi sektor. 

"Kemajuan masyarakat nomor satu, kebangkitan UMKM, SD-SMP gratis nomor satu, bantuan pertanian perkebunan nomor satu," kata Gatut. 

Ia pun berjanji akan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat serta melakukan percepatan pembangunan, terutama instruktur jalan. 

Ini Profil Bupati Tulungagung Maryoto, Pengganti Syahri Mulyo

Tulungagung - Maryoto Birowo resmi dilantik menjadi Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 2018-2023 oleh Gubernur Jawa Timur menggantikan Bupati Syahri Mulyo yang kini menjadi terpidana korupsi.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung tersebut merupakan mantan birokat yang telah malang melintang di berbagai instansi Pemerintah Kabupaten Tulungagung. 

Sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi wakil bupati, Maryoto mengampu jabatan terakhir sebagai sekretaris daerah (sekda).

"Dulu adalah birokrat, terakhir itu sebagai sekda. Beliau juga pernah menduduki posisi sebagai Kabag Pembangunan, kemudian juga pernah menjabat sebagai kepala dinas pendapatan, kepala dinas pendapatan, kepala bappeda serta kepala dinas pendapatan," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tulungagung, Sudarmaji, Selasa (13/8/2019.

Saat menjabat sebagai sekretaris daerah, pada tahun 2013 Maryoto memutuskan untuk terjun ke dunia politik praktis dan mencalonkan diri sebagai wakil bupati mendampingi Syahri Mulyo. Pada 2013, pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo diusung oleh koalisi partai kecil yakni PKNU (5 kursi) Partai Patriot (2) dan PDP (1). Serta didukung sejumlah partai non parlemen lainnya.

Upaya terjun ke politik tersebut menemui jalan berliku, sang kandidat Bupati Syahri Mulyo mendapatkan sanksi politik dari PDIP berupa pemecatan sebagai kader, lantaran membelot dan mencalonkan bupati melalui partai lain.

Meski hanya diusung koalisi kecil, pasangan SahTo (Syahri Mulyo-Maryoto Birowo) berhasil melenggang menjadi pimpinan daerah dengan mempecundangi kandidat yang diusung PDIP dan PKB Isman-Tatang yang hanya memperoleh 15,65 persen suara, serta berada di bawah pasangan Bambang Adyaksa-Anna Luthfie yang mendapatkan 24,17 persen. Sedangkan calon petahana M Athiyah-Budi Setijahadi hanya memperoleh 15 persen suara.

Pada era kepemimpinan Syahri dan Martoyo, Pemkab Tulungagung mendapat berbagai penghargaan Satya Lencana Pembangunan di tahun 2016 dan 2017. Pasangan tersebut juga dinilai berhasil melakukan revitalisasi kawasan bantaran Sungai Ngrowo menjadi destinasi kuliner dan wisata yang kini dikenal sebagai Pinka atau Pinggir Kali.

Setelah lima tahun menjabat sebagai pasangan kepala daerah, Syahri-Maryoto kembali maju sebagai kandidat kepala daerah untuk periode kedua pada pilkada 2018. Namun kendaraan politik yang ditumpangi berubah, Syahri memilih kembali ke PDIP yang sempat memecatnya.

Di tengah hiruk-pikuk masa kampanye dan persiapan pencoblosan, badai politik menggegerkan Tulungagung, KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menetapkan Syahri Mulyo sebagai tersangka korupsi bersama sejumlah pejabat dan pihak swasta.

Di tengah memanasnya suhu politik, koalisi PDIP dan Partai Nasdem terus berupaya melakukan usaha pemenangan. Hasilnya pasangan SahTo memenangkan kontestasi pilkada dan menumbangkan pasangan Margiono-Eko Prisdianto yang diusung koalisi besar. Petahana Syahri Mulyo-Maryoto Birowo yang diusung PDIP dan Partai NasDem menang telak dengan memperoleh 356.201 suara atau 60 persen sedangkan rivalnya Margiono-Eko mendapatkan 237.775 atau 40 persen suara.

Usai memenangkan pilkada suhu politik Tulungagung terus menghangat, sebab sejumlah pejabat bolak-balik dipanggil KPK dalam kasus korupsi yang menjerat Syahri Mulyo dan kawan-kawan. Bahkan Sang wakil Maryoto juga sempat dipanggil dan dimintai keterangan oleh KPK. Rumah Martoyo juga pun tidak luput dari penggeledahan lembaga anti rasuah.

Di tengah bergulirnya proses hukum terhadap Syahri Mulyo, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat keputusan untuk melantik pasangan SahTo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung periode 2018-2023.

Syahri dan Maryoto akhirnya dilantik sebagai kepala daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri pada 25/9/2019 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Namun jabatan Syahri sebagai kepala daerah langsung dinonaktifkan, lantaran yang bersangkutan bertatus sebagai tananan KPK.

Untuk menjalankan roda pemerintahan di Tulungagung Kemendagri menunjuk Maryoto Birowo sebagai Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tulungagung sejak tanggal pelantikan.

Kasus korupsi itupun akhirnya bergulir hingga pengadilan dan Syahri Mulyo divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 700 juta oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Selain itu hak politik Syahri juga dicabut dalam kurun waktu lima tahun.

Setelah kasus hukum Bupati Syahri berkekuatan hukum tetap, Kemendagri akhirnya mengangkat Maryoto Birowo sebagai Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 2018-2023 menggantikan Syahri Mulyo.

Pelantikan dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa, 23/8/2019. 

Hadiri Rakerda Partai Demokrat Jatim, Ini Pesan SBY

Tulungagung - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri langsung Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Jawa Timur yang dilakukan di Tulungagung. SBY memberikan sejumlah pesan khusus kepada seluruh komponen partai untuk memenangkan Pilkada Jatim dan pilkada di masing-masing kabupaten. 

SBY hadir di GOR Rejoagung, Tulungagung bersama istrinya Kristiani Yudhoyono serta didampingi oleh Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo serta pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. 

Dalam sambutannya, Presiden Indonesia Ke-6 tersebut meberikan sejumlah pesan khusus kepada 1500 kader partai dari seluruh Jawa Timur. Menurutnya Partai Demokrat siap untuk menyongsong Pilkada 2018 sekaligus Pemilu 2019. 

"Mata rantainya adalah menang Pilkada 2018, kemudian Insya Allah menang Pemilu 2019. Ada yang mengatakan partai itu tidak penting, karena sudah pemilihan langsung, yang menentukan ya calonnya, calon gubernur dan wakilnya, calon bupati dan wakilnya, calon walikota dan wakilnya," kata SBY, Minggu (25/2/2018).

Namun ia mengaku memilik pendapat yang berbeda, karena antara pasangan calon kepala daerah, mesin partai memiliki peran yang sama pentingnya untuk memenangkan kontestasi pilkada. 

"Saya tegaskan di sini wajib hukumnya para pemimpin dan kader Partai Demokrat Jawa Timur, mulai DPD, DPC, PAC sampai ranting dan sayap-sayap organisasi memenangkan calon-calon yang kita usung," ujarnya. 

Upaya dari pasangan calon dan tim sukses serta kerja keras dari partai melalui mesin partai harus diintegrasikan dikolaborasikan dan disinergikan, sehingga setiap langkah yang dilakukan di seluruh wilayah Jawa Timur maupun kabupatan kota bisa berhasil. 

Lebih lanjut SBY menilai Khofifah dan Emil Dardak merupakan paket calon kepala daerah yang idel untuk memimpin Jawa Timur lima tahun ke depan, karena keduanya memiliki integritas, rekam jejak serta kapabilitas dalam mengemban amanah rakyat. 

"Calon pemimpin itu harus punya integritas yang baik, punya rekam jejak yang baik, punya kapabilitas, artinya mampu mengemban tugas dan dicintai oleh rakyat, ibu Khofifah memiliki semua. Kecintaanya kepada rakyat kepeduliannya kepada masalah-masalah yang didahadapi oleh rakyat adalah modal," imbuhnya.  

Dikatakan, selain Khofifah, ia juga kenal baik dengan sosok Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardal. Dikatakan, saat SBY menjadi presiden, Emil ikut serta telah memberikan sumbangsih dalam merancang pembangunan. 

"Ketika saya memimpin Indonesia, Bung Emil Dardak ini salah satu pelaku utama dalam merancang pembangunan di bidang ekonomi, waktu itu kami merancang pembangunan infrastruktur dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), dialah orangnya. Ini tokoh muda yang cerdas," kata SBY. 

Ketua Umum Partai Demokrat meminta para calon kepala daerah yang diusung partainya di Pilkada Jatim maupun di masing-masing kabupaten dan kota untuk memaksimalkan masa kampanye dengan bertemu rakyat secara langsung. Metode tersebut dinilai sangat efektif untuk menggalang kekuatan. 

"Lakukan sebanyak mungkin, sebanyak mungkin dengan semua kalangan, petani, melayan, guru, pedagang buruh sampai tingkat atas. Lakukan komunikasi dengan semua," ujarnnya diharapan dibuan pengurus partai. 

Sementara itu Ketua DPD Patai Demokrat Jatim, Soekarwo memastikan seluruh median partai sudah siap untuk memanangkan pasangan Khofifah-Emil serta para calon kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. 

"Prinsip, untuk pilgub calonnya Bu Khofifah dan Mas Emil, partai siap untuk memenangkan total. Untuk 10 calon bupati dari Demokrat, enam wakil bupati dari Demokrat dan pengusung dua, di Kediri dan Pasuruan, semua mesin partai dijalankan dan langsung dikontrol oleh ketua umum," katanya. 

Menurutnya, apabila ada kader yang tidak menjalankan instruksi partai, pihaknya akan melakukan pemanggilan dan memberikan teguran keras, namun apabila tetap melanggar instruksi maka akan dilakukan tindakan tegas kepartaian. 

Dikonfirmasi terpisah, Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengaku mesin partai memiliki peran yang sangat penting untuk proses pemenangan dalam kontestasi Pilkada Jatim. Karena mesin partai juga bertugas untuk menyiapkan para saksi yang ada di selruh tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Jatim. 

"Saya dan Mas Emil berterimakasih karena Pak SBY memberikan endorsement di forum yang sangat strategis di Rakerda Partai Demokrat Jawa Timur saat ini. Sehingga mereka mendengat langsung instruksi dari Pak SBY, untuk menggerakkan seluruh roda partai dan aparatur partai untuk memenangkan Pilgub dan pilkada di Kabupaten/kota," ujarnya.