Tulungagung - Stadion Rejoagung, Tulungagung bakal ramai dengan persaingan 32 tim sepak bola dari berbagai daerah. Mereka akan memperebutkan gelar juara dalam Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026 yang digelar mulai 26 September hingga 1 November 2026.
Ketua KONI Tulungagung, Agus Santosa mengatakan, tim peserta berasal dari Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Kediri hingga Nganjuk.
“Ada 32 tim yang akan bertanding merebut gelar juara di turnamen Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026,” ujar Agus.
Pertandingan akan menggunakan regulasi PSSI musim 2025-2026 dengan menghadirkan wasit nasional. Agus menyebut aturan terkait handball dan penentuan penalti menjadi perhatian karena dua hal tersebut kerap memicu perselisihan dalam pertandingan.
“Ada beberapa hal yang harus dipahami dalam aturan PSSI 2025-2026, terutama masalah handball dan penentuan penalti,” terangnya.
Panitia bersama peserta juga telah menyepakati tata tertib dan pakta integritas. Suporter dilarang membawa atribut yang berpotensi memicu keributan, termasuk atribut pencak silat maupun klub sepak bola lain.
Penonton dapat menyaksikan pertandingan dengan tiket mulai Rp10 ribu. Sementara harga tiket semifinal hingga final akan disesuaikan.
Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp50 juta beserta trofi. Panitia juga menyiapkan penghargaan untuk kiper terbaik, pemain terbaik, suporter terbaik dan kategori lainnya.
Ketua Pelaksana Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026, Anjar Priadi Putra mengatakan, turnamen perdana ini diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas pemain sepak bola di daerah.
“Turnamen ini baru perdana digelar di Tulungagung. Kami ingin meningkatkan atmosfer sepak bola grass root secara kualitas,” kata Anjar.
Anjar berharap Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup bisa menjadi agenda tahunan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di Tulungagung.






