Tampilkan postingan dengan label Pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilihan. Tampilkan semua postingan

Toko Dibobol Maling, Rp 100 Juta Lenyap

 

Tulungagung - Dugaan pencurian uang tunai sebesar Rp100 juta terjadi di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Kamis (26/02/2026) pagi. Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Boyolangu, Polres Tulungagung.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 06.30 WIB, saat korban hendak membuka tokonya. Korban mendapati meja kasir sudah bergeser dan laci dalam kondisi terbuka.

Kasihumas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan setelah dicek, uang tunai yang sebelumnya disimpan di dalam laci kasir telah raib. “Korban mendapati uang tunai yang disimpan di laci kasir hilang. Total kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa meja laci kasir dan sebuah linggis kecil yang diduga digunakan pelaku untuk membongkar tempat penyimpanan uang. Polisi menduga kasus ini merupakan pencurian dengan pemberatan karena ada unsur perusakan.

“Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Kami juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan,” pungkas Iptu Nanang Murdiyanto

Sementara itu dari rekaman CCTV, pelaku masuk ke toko pukul 00.37 WIB. Pelaku langsung mengarah ke kasir dan menguras uang tunai Rp100 juta yang tersimpan di laci. 

foto istimewa

#beritatulungagung #tulungagung 

BPKAD Tulungagung Siapkan Rp54,5 Miliar untuk Gaji ke-14 ASN hingga DPRD, Cair Maret

 


Tulungagung - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung memastikan anggaran gaji ke-14 bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga anggota DPRD telah disiapkan dalam APBD 2026. Pencairan direncanakan pada Maret 2026 sebelum cuti bersama Idulfitri, yang diperkirakan dimulai 18 Maret.


Kepala BPKAD Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, mengatakan total kebutuhan anggaran untuk gaji ke-14 mencapai sekitar Rp54,5 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 7.144 ASN, 3.113 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), 5.400 tenaga paruh waktu, serta 50 anggota DPRD Tulungagung.


“Insyaallah sebelum cuti bersama, gaji ke-14 sudah dicairkan. Total kebutuhan kita secara global sekitar Rp54,5 miliar dan diberikan sebesar satu kali gaji penuh,” ujarnya.


Ia menjelaskan, gaji ke-14 berbeda dengan gaji ke-13. Jika gaji ke-13 biasanya diberikan saat tahun ajaran baru, maka gaji ke-14 dicairkan menjelang Hari Raya Idulfitri. Alokasi anggaran tersebut khusus untuk pegawai non guru. Para guru akan ada tambahan transfer dari pemerintah pusat di luar skema yang dianggarkan melalui APBD.


Dwi menambahkan, tenaga paruh waktu juga mendapatkan gaji ke-14 sesuai aturan pemerintah pusat. Namun besarannya menyesuaikan penghasilan masing-masing, yang bervariasi antara Rp350 ribu hingga Rp1 juta per bulan, tergantung organisasi perangkat daerah (OPD) tempat bertugas.


Selain gaji ke-14, ASN dan P3K juga akan menerima tunjangan kinerja (Tukin) pada bulan yang sama dengan total anggaran sekitar Rp11 miliar. Tukin diberikan kepada PNS dan P3K, sedangkan tenaga paruh waktu tidak menerima tunjangan tersebut.


“Untuk ASN dan P3K yang penuh waktu, selain gaji bulanan tetap, mereka juga menerima gaji ke-14 dan Tukin. Sementara untuk guru, THR-nya ada tambahan dari pusat,” pungkasnya.

Jelang Imlek 2026, Umat Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasang 250 Lampion


 Tulungagung - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada 17 Februari 2026, umat di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung, Jawa Timur, mulai menggelar berbagai rangkaian ritual keagamaan. Salah satunya adalah sembahyang Sang Sin, sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa yang dipercaya naik ke nirwana sebelum perayaan Imlek.

Ritual Sang Sin menjadi penanda dimulainya persiapan Imlek di klenteng tersebut. Usai sembahyang, sebanyak 250 lampion merah yang telah dipersiapkan langsung dipasang di seluruh kompleks klenteng. Lampion-lampion baru ini menggantikan lampion tahun sebelumnya yang warnanya telah memudar. 

"Semua diganti dengan yang baru," kata Tjio Jing Jing. 

Pemasangan lampion diawali di area serambi depan ruang utama yang menjadi tempat bersemayam Dewi Mak Co. Sementara itu, lampion-lampion lama yang telah diturunkan tidak dibuang, melainkan dibagikan kepada warga yang menginginkannya.

Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing, menjelaskan bahwa pemasangan lampion merah menjelang Imlek memiliki makna mendalam. Warna merah melambangkan rezeki dan kesuksesan, sedangkan cahaya lampion menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta penjaga keharmonisan keluarga.

Selain ritual Sang Sin, tradisi lain yang juga rutin dilakukan adalah ayak abu hio swa atau mengayak abu dupa di dalam bokor (ding). Tradisi ini menjadi bagian dari prosesi bersih-bersih klenteng menjelang Imlek.

"Kalau menjelang Imlek, kita memang tradisinya harus bersih-bersih. Jadi nanti kalau kita sudah Imlek, kita tidak boleh bersih-bersih. Kita menyapu pun juga enggak boleh," jelasnya. 

Menurut Tjio Jing Jing, prosesi ayak abu baru dapat dilakukan setelah para dewa naik ke nirwana, yakni beberapa hari sebelum Tahun Baru Imlek. Di Klenteng Tjoe Tik Kiong terdapat 20 altar dengan 20 bokor abu dupa. Proses pengayakan dilakukan satu per satu karena abu dari masing-masing altar tidak boleh tercampur.

Setelah dibersihkan dari benda-benda asing, terutama sisa gagang dupa, abu yang telah diayak kemudian dikembalikan ke dalam bokor dan ditempatkan kembali di altar masing-masing. Tradisi ayak abu ini bertujuan sebagai simbol penyucian diri, membersihkan pikiran buruk, membuang dosa, serta memohon keberuntungan dan harapan baru dalam menyambut Tahun Baru Imlek dengan hati yang bersih.

Tahun Baru Imlek 2577 jatuh pada 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027. Imlek tahun ini masuk Shio Kuda Api melambangkan kekuatan, optimisme, semangat juang, dan kemakmuran. 



Resmikan Office & Market Parfum di Tulungagung, Armora Gelar Bazar Pangan Murah Jelang Ramadan

 


Tulungagung — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Aromora menggelar kegiatan sosial berupa pasar sembako murah yang dipadukan dengan peresmian kantor dan market parfum terbarunya di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat sejak pagi hari.

Lewat program pasar murah ini, Aromora membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah tren kenaikan harga bahan pangan. Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasaran, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, kecap, hingga sirup.

Pantauan di lokasi, ratusan warga memadati area kegiatan. Banyak di antara mereka langsung memborong paket sembako yang telah disiapkan panitia. Antrean tampak mengular sejak pagi, menandakan tingginya minat masyarakat.

“Semua produk di sini diskonnya sampai 25 persen. Jauh lebih murah dari harga di luar. Sangat membantu, apalagi sebentar lagi Ramadan,” ujar Dina, salah satu warga yang ikut berbelanja.

Salah satu produk yang paling diburu adalah paket mie instan isi lima yang dijual dengan harga khusus. Penawaran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang datang.

General Manager Aromora wilayah eks Karesidenan Kediri, Fahendra Sasmita, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Menurutnya, Ramadan adalah momen tepat untuk berbagi dan hadir lebih dekat dengan warga.

“Melalui pasar murah ini, kami ingin membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkenalkan Aromora lebih luas,” kata Fahendra.

Tak hanya pasar sembako, Aromora juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk parfum unggulannya. Beragam varian parfum untuk pria dan wanita ditampilkan, dengan keunggulan aroma tahan lama dan harga yang tetap ramah di kantong.

“Parfum Aromora awet, aromanya bisa bertahan berjam-jam. Pilihannya banyak dan harganya terjangkau,” tambahnya.

Fahendra juga menyebutkan bahwa produk Aromora bisa dibeli langsung di market maupun melalui platform digital dan media sosial resmi perusahaan, sehingga memudahkan konsumen tanpa harus datang ke lokasi.

“Kami berharap kehadiran Aromora lewat kegiatan sosial ini bisa memberi manfaat nyata. Semoga Aromora bisa memberi warna dan kontribusi positif bagi masyarakat Tulungagung, khususnya menjelang Ramadan,” tutupnya.

Meski tergolong pendatang baru di industri parfum Indonesia, Aromora optimistis mampu bersaing dengan brand lain lewat karakter aroma yang khas dan disukai semua kalangan.

Untuk wilayah eks Karesidenan Kediri, Aromora dikelola oleh Owner Siti Fatimah, General Manager Fahendra Sasmita, serta Direktur Pemasaran Yudha Prastiawan Kusuma.

Tabrakan Beruntun Gegara Jalan Berlubang, Pengendara Sepeda Motor di Tulungagung Meninggal Dunia

 


Tulungagung - Seorang pengendara sepda motor di Tulungagung meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun. Kecelakaan dipicu saat korban menghindari jalan berlubang. 

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila, mengatakan kecelakaan beruntun tersebut melibatkan tiga kendaraan, Yamaha Nmax AG 2847 RCM yang dikendarai Kiky Arya Mellanika (25) warga Desa/Kecamatan Campurdarat, truk boks B 9175 SXU yang dikemudikan Catur Bambang Wibowo (35) warga Desa Sukowinangun Kecamatan/Kabupaten Magetan dan dump truk L 8140 UUB yang dikemudikan Agam Afrizal Kurniawan (20) warga Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Trenggalek. 

"Kecelakaan bermula saat sepeda motor bergerak dari arah timur menuju ke barat, sedangkan dua truk berjalan searah di belakangnya," kata AKP M Taufik, Senin (2/2/2026). 

Saat di lokasi kejadian pengendara sepeda motor memperlambat laku kendaraan karena menghindari jalan berlubang, diikuti oleh mobil boks di belakannya. Namun kondisi tersebut membuat kaget pengemudi dump truk, sehingga terlambat melakukan pengereman. 

Akibatnya dump truk menabrak bagian belakang mobil boks dan terdorong menabrak pengendara sepeda motor. 

"Kecelakaan ini mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuhnya. 

Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. Ketiga kendaraan diamankan di kantor polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. 


foto istimewa 


Pabrik Maklon Kosmetik Berkelas Dunia Ada di Rejotangan Tulungagung

Tulungagung - Industri kosmetik Indonesia dalam satu dekade terakhir melaju kencang. Di balik deretan merek yang berseliweran di etalase toko dan marketplace, ada peran besar sektor manufaktur yang bekerja “di belakang layar”. Salah satunya adalah PT Mash Moshem Indonesia, perusahaan maklon kosmetik yang tumbuh justru dari Desa/Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.  

Didirikan oleh Scorpi Filia, Mash Moshem bukan pemain baru. Sejak 2011, perusahaan ini telah memproduksi ribuan produk kecantikan untuk lebih dari 1.700 merek dari dalam dan luar negeri, dengan total varian yang menembus angka 7.000. Keberadaan pabrik di desa bukan kebetulan. Filia memang sengaja membangunnya di tanah kelahiran agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. 

“Sebagai putra daerah, saya ingin ada dampak nyata bagi wilayah ini,” ujar Filia, Sabtu (24/1/2026).

Beroperasi jauh dari ibu kota provinsi justru memberi keuntungan tersendiri. Biaya produksi bisa ditekan sehingga harga pokok penjualan klien menjadi lebih kompetitif. Selain itu, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tulungagung yang berada di level menengah Jawa Timur turut membantu efisiensi usaha. Saat ini Mash Moshem mempekerjakan sekitar 300 karyawan, dengan separuhnya bekerja di pabrik Tulungagung dan mayoritas berasal dari warga sekitar.

Namun membangun industri dari desa bukan perkara mudah. Filia harus membentuk tim yang solid, meningkatkan kompetensi SDM, serta memodernisasi mesin agar mampu bersaing dengan pabrikan besar di kota-kota industri. Hasilnya, meski berlokasi di Rejotangan, standar produksi Mash Moshem sudah mengacu pada kualitas internasional.

Hal ini terlihat saat PT Mash Moshem Indonesia memperkenalkan diri lebih dekat kepada publik melalui acara Exclusive Business & Factory Visit bersama JCI East Java dan Helmy Yahya. Banyak peserta baru menyadari bahwa perusahaan yang selama ini jarang tampil ke permukaan justru menjadi “hidden gem” di balik kesuksesan berbagai brand kosmetik.

Dalam sesi Economic Outlook 2026, Helmy Yahya menekankan bahwa industri kosmetik masih menyimpan potensi besar. Menurutnya, banyak brand besar justru tidak memproduksi sendiri, melainkan menyerahkan prosesnya kepada perusahaan maklon yang memang ahli di bidang riset, formulasi, dan produksi.

“Pengusaha sebaiknya fokus ke pemasaran dan pengembangan brand. Soal produksi, serahkan ke pihak yang sudah punya sistem dan ahlinya,” ujar Helmy.

Mash Moshem menjawab kebutuhan itu dengan pendekatan sebagai mitra pertumbuhan, bukan sekadar pabrik. Layanannya mencakup pengembangan formula skincare, body care, hair treatment, parfum, baby care, dan makeup, hingga desain kemasan, produksi massal, pengurusan legalitas BPOM, Halal, HSA, dan Vegan, bahkan pendampingan pemasaran.

Dengan modal sekitar Rp10 jutaan, calon pebisnis sudah bisa memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik. Sistem maklon ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk masuk ke industri kecantikan dengan risiko yang lebih terkendali.

Bagi Filia, keberhasilan klien adalah kepuasan tersendiri.

“Saya senang kalau klien kami berhasil dan tumbuh,” katanya.

Meski telah beroperasi lebih dari 13 tahun, memiliki sertifikasi CPKB Grade A dan ISO, serta klien internasional, Mash Moshem tetap memilih berjalan tenang. Tidak banyak klaim besar, tetapi konsisten pada kualitas dan dampak nyata.

Di balik produk-produk kecantikan yang digunakan masyarakat, ada proses panjang yang menuntut keamanan, kepatuhan regulasi, dan standar tinggi. Dari Rejotangan, Tulungagung, PT Mash Moshem Indonesia menunjukkan bahwa industri desa pun bisa menjadi penopang penting pertumbuhan industri kosmetik nasional, diam-diam, tetapi berdampak besar.

Puluhan Klub Ikuti Kejurprov Bola Voli U-18 Antar Klub se-Jawa Timur di Tulungagung

 


Tulungagung – Sebanyak 36 klub bola voli putra dan 31 klub bola voli putri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli U-18 Antar Klub se-Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Tulungagung.

Kejuaraan ini berlangsung di dua lokasi, yakni GOR Lembupeteng dan GOR Sari Bumi Boro, Kecamatan Karangrejo. Agenda tersebut digelar selama tujuh hari, mulai Selasa, 20 Januari 2026 hingga Senin, 26 Januari 2026.

Kejurprov Bola Voli U-18 secara resmi dibuka pada Selasa (20/1/2026) di GOR Lembupeteng. Pembukaan dilakukan oleh Jules Abraham Abast selaku Ketua Harian PBVSI Pengprov Jawa Timur.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

“Atas nama Pengurus Provinsi PBVSI Jawa Timur, saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, KONI Tulungagung, serta PBVSI Tulungagung sebagai tuan rumah atas kerja keras dan dedikasinya. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sukses hingga akhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Kejurprov Bola Voli U-18 di Tulungagung mencatat sejarah baru sebagai kejuaraan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan di Jawa Timur, yakni 36 tim putra dan 31 tim putri. Tingginya partisipasi daerah menunjukkan pembinaan atlet usia muda yang semakin merata sekaligus menegaskan kepercayaan besar kepada Tulungagung sebagai tuan rumah.

“Rekor ini mencerminkan antusiasme dan semangat kompetisi yang tinggi, sekaligus menunjukkan komitmen Pengprov PBVSI Jawa Timur dalam pembinaan berjenjang,” tambahnya.

Kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi pengembangan prestasi bola voli di Jawa Timur. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet muda serta penjaringan bibit unggul yang diharapkan menjadi tulang punggung prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri jajaran Forkopimda Tulungagung, pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung, pengurus KONI, pengurus PBVSI Jawa Timur dan Tulungagung, panitia, wasit, pelatih, ofisial, serta seluruh peserta.

108 Baut Rel Kereta Api Rejotangan-Blitar Dicuri



Blitar - Seorang pelaku pencurian baut bantalan rel kereta api di lajur Rejotangan-Blitar diamankan polisi. 

Kasus ini terungkap Rabu (7/1) setelah warga mengamankan seorang terduga pelaku yang kemudian diserahkan ke Polsek Sanankulon. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui tidak hanya beraksi di satu titik.

KAI mencatat sedikitnya 108 baut penambat rel dicuri di lima lokasi berbeda pada lintas Blitar–Rejotangan. Kerugian materiil ditaksir lebih dari Rp4 juta. Hasil curian dijual ke pengepul barang bekas.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan baut penambat rel merupakan komponen vital untuk menjaga posisi dan kestabilan rel. Jika sampai hilang, risiko gangguan jalur hingga potensi anjloknya kereta bisa terjadi dan membahayakan penumpang.

"Awalnya yang diketahui 13, tapi setelah dikembangkan ada 108 buah," kata Tohari. 

KAI mengapresiasi peran masyarakat dan kepolisian, sekaligus mengajak publik ikut menjaga keamanan jalur rel. Di lintas ini melintas puluhan perjalanan KA setiap hari dengan ribuan penumpang, sehingga keselamatan adalah harga mati yang tak bisa ditawar. 


#beritatulungagung #tulungagung #blitar #KAI

Minibus Terbakar di Depan Pasar Bendilwungu, Pengemudi dan Anak Selamat



Tulungagung - Sebuah minibus KIA Carnival dengan nomor polisi AG 1828 RD terbakar hebat di jalan raya depan Pasar Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (3/1/2026) siang. Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting arus listrik pada bagian mesin.

Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan peristiwa itu terjadi saat kendaraan melaju dari arah Podorejo menuju Bendilwungu.

“Tadi mobil itu melaju seperti biasa. Begitu sampai depan Pasar Bendilwungu, tiba-tiba keluar asap tebal dari bagian mesin,” ujar Iwan.

Menurutnya, asap tersebut dengan cepat disusul kobaran api yang membesar dan membakar seluruh bagian kendaraan.

“Apinya cepat sekali membesar. Jadi pengemudi langsung berhenti dan menyelamatkan diri bersama satu penumpang anak yang ada di dalam mobil,” katanya.

Beruntung, baik pengemudi maupun penumpang anak berhasil keluar sebelum api membakar seluruh kendaraan.

“Alhamdulillah, keduanya dalam kondisi selamat, tidak ada korban jiwa,” lanjut Iwan.

Petugas Damkar Tulungagung yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman.

“Begitu laporan masuk, tim langsung kami kirim ke lokasi. Proses pemadaman kurang lebih sekitar setengah jam sampai api benar-benar padam,” ujarnya.

Namun, kondisi kendaraan sudah tidak bisa diselamatkan.

“Mobilnya sudah habis terbakar, tinggal rangka saja,” tambahnya.

Dari keterangan awal pemilik kendaraan, kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

“Sementara ini dari keterangan korban, kemungkinan besar karena korslet listrik. Untuk penyebab pastinya nanti masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian,” pungkas Iwan.

Hujan Deras Picu Angin Kencang dan Longsor di Tulungagung

 


- Angin kencang pascahujan 1 Januari 2026 merusak 19 rumah warga di Kalidawir dan Tanggunggunung.

- Tanah longsor terjadi di Dusun Banaran, Kalibatur, menyebabkan bibir jalan ambrol sepanjang 10 meter.

+ BPBD Tulungagung menerjunkan tim assessment dan meningkatkan pemantauan wilayah rawan bencana.


Tulungagung – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tulungagung pada Kamis (1/1/2026) memicu bencana angin kencang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Dampaknya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, sementara satu titik jalan terdampak longsoran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Berdasarkan data sementara, bencana angin kencang terjadi di tiga lokasi utama.

“Di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, terdapat empat rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Sementara di Dusun Kuning, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, terdapat tiga rumah yang terdampak,” ujar Sudarmaji.

Selain itu, angin kencang juga melanda Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung. Di wilayah ini, kerusakan terjadi di dua dusun, yakni Dusun Nglorok dengan tujuh rumah rusak ringan dan Dusun Turi dengan lima rumah rusak ringan. Total terdapat 19 rumah yang terdampak akibat terjangan angin kencang di wilayah selatan Tulungagung.

Tak hanya angin kencang, hujan lebat juga memicu tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. Longsoran menyebabkan bibir jalan ambrol dengan material longsor sepanjang 10 meter, tinggi 5 meter, dan ketebalan sekitar 1 meter.

“Longsoran ini memang tidak sampai menutup total akses, tetapi cukup membahayakan pengguna jalan. Karena itu hari ini tim kami juga turun ke lokasi untuk melakukan penilaian dan menentukan langkah penanganan,” jelas Sudarmaji.

Untuk memastikan dampak bencana tertangani dengan cepat dan tepat, BPBD Tulungagung pada hari ini melakukan assessment langsung ke seluruh lokasi terdampak. Selain itu, Pusdalops juga terus melakukan monitoring wilayah rawan bencana melalui grup WhatsApp, media sosial, serta radio komunikasi VHF.

Sudarmaji mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan angin kencang, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. “Kami minta warga segera melapor jika menemukan retakan tanah, pohon rawan tumbang, atau tanda-tanda bahaya lainnya agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.

Patung Macan Putih Balongjeruk Viral, Kades Tegaskan Dibangun dari Dana Pribadi


 

Ringkasan 

- Seluruh biaya pembangunan Patung Macan Putih sebesar Rp3,5 juta berasal dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safii, tanpa menggunakan anggaran desa.

- Patung tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang disepakati dalam forum musyawarah desa bersama perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

- Pemerintah desa siap memperbaiki patung, karena wujud patung saat ini belum sesuai rancangan. Pemerintah desa berkomitmen membuka ruang kritik serta saran dari masyarakat.


Kediri - Viral di media sosial, keberadaan Monumen Patung Macan Putih di pertigaan Jalan Raya Kunjang–Badas, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pemerintah desa.

Melalui surat resmi bernomor 140/649/418.80.02/2025 tertanggal 26 Desember 2025, Pemerintah Desa Balongjeruk menyampaikan klarifikasi kepada Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terkait polemik pembangunan patung yang menuai beragam reaksi publik.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Desa menegaskan bahwa pembangunan Monumen Macan Putih berawal dari usulan warga yang kemudian dibahas dalam forum musyawarah desa yang melibatkan perangkat desa, lembaga desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Dalam forum musyawarah desa, pembangunan Monumen Macan Putih disepakati sebagai ikon desa,” demikian isi surat tersebut.

100 Persen Dana Pribadi Kepala Desa

Pemerintah Desa Balongjeruk juga menegaskan bahwa pembangunan monumen sama sekali tidak menggunakan dana desa. Seluruh biaya pembangunannya bersumber dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safii.

Total dana yang dikeluarkan mencapai Rp3,5 juta, dengan rincian, Rp2 juta untuk upah tukang pembuat patung dan Rp1,5 juta untuk pembelian material.

“Pembiayaan pembuatan ikon Patung Macan Putih menggunakan dana pribadi Bapak Safii selaku Kepala Desa Balongjeruk,” tulis pihak desa dalam surat tersebut.

Macan Putih, Simbol Sejarah Desa

Pemilihan Macan Putih sebagai ikon desa bukan tanpa alasan. Menurut Pemerintah Desa Balongjeruk, Macan Putih merupakan hewan peliharaan leluhur yang diyakini milik babat desa Balongjeruk berdasarkan cerita tutur turun-temurun warga setempat.

Simbol Macan Putih dianggap mewakili identitas dan sejarah desa.

Siap Diperbaiki

Namun demikian, Pemerintah Desa juga mengakui bahwa wujud patung saat ini belum sesuai dengan gambar atau rancangan awal yang diharapkan. Oleh karena itu, pihak desa menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan terhadap patung tersebut.

“Kami berkomitmen akan memperbaiki patung Macan Putih tersebut agar lebih sesuai dan lebih baik,” tulis pemerintah desa.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk ikut memberikan kritik dan saran demi penyempurnaan monumen dan ikon Desa Balongjeruk ke depan.

Surat klarifikasi tersebut ditembuskan kepada sejumlah pihak, antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Inspektorat Kabupaten Kediri, Kesbangpol, serta Camat Kunjang.

Gubernur Jawa Timur Tetapkan UMK 2026, Tulungagung Rp 2.628.190


Tulungagung - Gubernur Jawa Timur menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 untuk 38 daerah. UMK Kabupaten Tulungagung ditetapkan sebesar Rp 2.628.190. 

Penetapan UMK tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025 tentang Upah Minimum Kabupaten/kota di Jawa Timur Tahun 2026. 


Berikut daftar UMK 2026 untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur : 


1. Kota Surabaya Rp 5.288.796

2. Kabupaten Gresik Rp 5.195.401

3. Kabupaten Sidoarjo Rp 5.191.541

4. Kabupaten Pasuruan Rp 5.187.681

5. Kabupaten Mojokerto Rp 5.176.101

6. Kabupaten Malang Rp 3.802.862

7. Kota Malang Rp 3.736.101

8. Kota Batu Rp 3.562.484

9. Kota Pasuruan Rp 3.555.301

10. Kabupaten Jombang Rp 3.320.770

11. Kabupaten Tuban Rp 3.229.092

12. Kota Mojokerto Rp 3.208.556

13. Kabupaten Lamongan Rp 3.196.328

14. Kabupaten Probolinggo Rp 3.164.526

15. Kota Probolinggo Rp 3.045.172

16. Kabupaten Jember Rp 3.012.197

17. Kabupaten Banyuwangi Rp 2.989.145

18. Kota Kediri Rp 2.742.806

19. Kabupaten Bojonegoro Rp 2.685.983

20. Kabupaten Kediri Rp 2.651.603

21. Kota Blitar Rp 2.639.518

22. Kabupaten Tulungagung Rp 2.628.190

23. Kota Madiun Rp 2.588.794

24. Kabupaten Lumajang Rp 2.578.320

25. Kabupaten Blitar Rp 2.567.744

26. Kabupaten Nganjuk Rp 2.564.627

27. Kabupaten Ngawi Rp 2.556.815

28. Kabupaten Magetan Rp 2.553.866

29. Kabupaten Sumenep Rp 2.553.688

30. Kabupaten Madiun Rp 2.553.221

31. Kabupaten Bangkalan Rp 2.550.274

32. Kabupaten Ponorogo Rp 2.549.876

33. Kabupaten Trenggalek Rp 2.530.313

34. Kabupaten Pamekasan Rp 2.528.004

35. Kabupaten Pacitan Rp 2.514.892

36. Kabupaten Bondowoso Rp 2.496.886

37. Kabupaten Sampang Rp 2.484.443

38. Kabupaten Situbondo Rp 2.483.962

Sambut Nataru 2025, CIMB Niaga Perkuat Layanan Digital dan Tebar Promo Akhir Tahun


- Layanan Digital Dioptimalkan. CIMB Niaga memastikan transaksi tetap lancar selama libur Nataru dengan mengandalkan OCTO, Digital Lounge, Video Banking, serta BizChannel untuk nasabah korporasi.

- Promo Akhir Tahun untuk Nasabah. Berbagai promo Year End 2025 dihadirkan, mulai dari perjalanan, gadget, hingga belanja kebutuhan harian dengan cashback dan cicilan 0 persen.

- Penyesuaian Operasional Cabang. Kantor cabang konvensional libur pada 25–26 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, sementara Digital Lounge dan Contact Center tetap melayani nasabah.

Jakarta - Menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memastikan layanan perbankan tetap optimal dengan mengandalkan ekosistem digital serta menghadirkan beragam promo spesial akhir tahun bagi nasabah.

Optimalisasi layanan digital dilakukan sebagai solusi transaksi selama operasional kantor cabang konvensional libur pada Kamis–Jumat, 25–26 Desember 2025, serta Kamis, 1 Januari 2026. Melalui aplikasi dan website OCTO, Digital Lounge, hingga layanan Video Banking di sejumlah Digital Branch, nasabah tetap dapat bertransaksi kapan pun dan di mana pun selama periode libur Nataru. Sementara nasabah korporasi dapat memanfaatkan BizChannel@CIMB dan BizChannel@CIMB Mobile.

Chief of Network & Digital Banking CIMB Niaga, Budiman Tanjung, mengatakan momen akhir tahun identik dengan peningkatan aktivitas liburan dan kebersamaan keluarga. Karena itu, CIMB Niaga tidak hanya memastikan kesiapan layanan digital dan ketersediaan uang tunai di ATM dan CRM, tetapi juga menghadirkan promo bernilai tambah untuk mendukung kebutuhan nasabah.

“Memasuki momen Nataru 2026, kami siap mendampingi nasabah agar tetap dapat menikmati liburan dengan dukungan layanan perbankan yang optimal. Kami juga menghadirkan Promo Year End 2025 untuk menunjang kebutuhan liburan, belanja, dan mobilitas nasabah,” ujar Budiman di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

Rangkaian promo tersebut meliputi penawaran hotel dan perjalanan dengan keuntungan hingga jutaan rupiah, promo gadget dan elektronik dengan cicilan 0 persen hingga 24 bulan disertai cashback, serta promo belanja kebutuhan sehari-hari, furnitur, fashion, dan lifestyle di berbagai merchant lokal maupun nasional. Informasi lengkap promo dapat diakses melalui cimb.id/promo-yearend2025.

Penyesuaian Operasional Akhir Tahun

Untuk mendukung kelancaran transaksi di hari kerja akhir tahun, CIMB Niaga juga menyesuaikan jadwal operasional kantor cabang. Pada 19, 22, 23, 24, 29, dan 30 Desember 2025, cut off time RTGS dan SKN-BI berlaku hingga pukul 15.00 WIB. Sementara pada 31 Desember 2025, layanan RTGS dan SKN-BI diperpanjang hingga pukul 17.00 WIB serta melayani penerimaan negara minimal hingga waktu yang sama.

Selama 25–26 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, seluruh kantor cabang konvensional tidak beroperasi dan kembali melayani nasabah mulai Jumat, 2 Januari 2026. Adapun Digital Lounge CIMB Niaga, khususnya yang berada di pusat perbelanjaan, tetap beroperasi mengikuti jadwal masing-masing lokasi.

Nasabah juga dapat memperoleh informasi dan bantuan melalui Contact Center CIMB Niaga 14041 atau website resmi www.cimbniaga.co.id.

“Sebagai bank yang mengutamakan nasabah, kami memastikan layanan CIMB Niaga tetap dapat diakses secara optimal selama Nataru. Kami mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, semoga tahun mendatang membawa harapan dan kebaikan bagi kita semua,” tutup Budiman.

Kaleidoskop 2025: BNN Tulungagung Tekan Penyelundupan Narkoba hingga 90 Persen, Jangkau 36 Ribu Warga

 


Tulungagung - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung mencatat capaian kinerja yang signifikan dalam pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sepanjang tahun 2025. Berbagai program strategis berhasil dijalankan melalui pendekatan pencegahan, pemberantasan, pemulihan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Plt Kepala BNN Kabupaten Tulungagung AKBP Damar Bastiar Amarapit mengatakan, dinamika kejahatan narkoba yang semakin adaptif dan terorganisasi menuntut langkah penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, seluruh program P4GN di Tulungagung diarahkan agar selaras dengan kebijakan nasional namun tetap kontekstual dengan karakteristik wilayah.

“Sepanjang 2025, kami berfokus pada program yang terukur, berbasis data, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata AKBP Damar, Selasa (23/12/2025). 

Pencegahan: Jangkau Puluhan Ribu Warga

Pada bidang pencegahan, BNN Kabupaten Tulungagung berhasil mengintervensi 1 desa sebagai Desa Bersinar Tahun 2025, yakni Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. Program ini diperkuat dengan pembentukan dan pelatihan 74 Relawan Anti Narkoba serta 60 Penggiat P4GN yang aktif melakukan edukasi di lingkungan masing-masing.

Selain itu, BNN Tulungagung juga melatih 40 anggota keluarga Desa/Kelurahan Bersinar, 10 pelajar dari dua sekolah melalui Program Pendidik Sebaya Anti Narkotika (PSAN), serta membangun ketahanan keluarga anti narkoba di tingkat akar rumput.

Upaya diseminasi informasi P4GN dilakukan secara masif melalui 146 kegiatan sosialisasi tatap muka dengan total audiens mencapai 36.605 orang. Kegiatan ini melibatkan 70 sekolah dengan 12.588 pelajar, 5 universitas dengan 1.938 mahasiswa, serta 11 komunitas dan organisasi masyarakat.

Melalui media elektronik dan digital, BNN Tulungagung juga melaksanakan 17 kegiatan talkshow dan podcast P4GN yang disimak oleh 208.095 pendengar. Sementara itu, kampanye melalui media sosial mencatat 3.079.360 kali penayangan, dengan rincian 23.700 tayangan YouTube, 2.803.696 Instagram, 248.000 TikTok, 3.633 X, dan 331 website.

Selain edukasi, pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui 18 kali tes urine yang melibatkan 491 peserta dari unsur pemerintahan, pendidikan, swasta, dan masyarakat umum.

Pemberantasan: Asesmen, Razia, hingga Inovasi PADI LAPAS

Pada aspek pemberantasan, BNN Kabupaten Tulungagung melaksanakan Tim Asesmen Terpadu (TAT) dengan target awal 20 klien, yang kemudian berkembang menjadi 27 klien. Dari jumlah tersebut, 21 orang direkomendasikan rehabilitasi, 4 orang menjalani rehabilitasi disertai proses hukum, dan 2 orang diproses hukum lanjutan.

Selain asesmen, BNN Tulungagung juga melaksanakan 2 kali razia gabungan bersama Satpol PP, Polres Tulungagung, dan Polisi Militer yang menyasar tempat hiburan malam dan kos-kosan. Deteksi dini narkoba juga dilakukan melalui 3 kali tes urine sopir bus di Terminal Tipe A Gayatri Tulungagung, khususnya saat arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri serta libur Natal dan Tahun Baru.

BNN Kabupaten Tulungagung juga mengembangkan inovasi PADI LAPAS (Pengawasan Terpadu di Lembaga Pemasyarakatan) sejak awal 2024. Program ini terbukti efektif menekan penyelundupan narkotika ke dalam lapas.

“Pasca diterapkannya PADI LAPAS, terjadi penurunan kasus penyelundupan narkoba ke dalam lapas hingga 90,5 persen. Dari 19 kasus pada 2023, turun menjadi 2 kasus pada 2024, dan hingga akhir 2025 tidak tercatat kasus baru,” jelas AKBP Damar.

Pemulihan: Rehabilitasi dan Kepuasan Layanan Meningkat

Pada bidang pemulihan, sepanjang 2025 BNN Kabupaten Tulungagung memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 43 klien. Berdasarkan pengukuran WHO Quality of Life (WHOQOL), kualitas hidup klien mencapai 88 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 78 persen.

Indeks Kepuasan Penerima Layanan Rehabilitasi juga mengalami peningkatan sebesar 0,59 poin, dari 3,28 pada 2024 menjadi 3,87 pada 2025, masuk dalam kategori Baik. Selain itu, BNN Tulungagung berhasil menerbitkan 405 berkas Surat Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), melampaui target tahunan sebanyak 250 berkas.

Kolaborasi dan Kinerja Anggaran

Sepanjang 2025, BNN Kabupaten Tulungagung menandatangani 13 dokumen kerja sama dengan berbagai stakeholder, meliputi instansi pemerintah, lembaga pendidikan, sektor swasta, dan pemerintah desa. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam penguatan P4GN secara lintas sektor.

Dari sisi kinerja anggaran, BNN Kabupaten Tulungagung mencatat Capaian Output sebesar 99,99 persen dengan total 15 rincian output, serta berhasil meraih Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) 100 pada setiap triwulan.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, inovasi, dan konsistensi menjadi kunci utama dalam mewujudkan Tulungagung bersih dari narkoba,” pungkas AKBP Damar Bastiar Amarapit.

Gerakan Perempuan Sarinah Diluncurkan, Sampah di Trenggalek Disulap Jadi Sumber Ekonomi


 1. Peluncuran Program Sarinah

Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini meluncurkan Program Perempuan Sarinah untuk mengelola sampah organik dan limbah rumah tangga agar lebih tertata dan bernilai ekonomi.

2. Kolaborasi Pengelolaan Sampah

Program Sarinah melengkapi Sangu Sampah dengan pembagian peran jelas: KWT mengolah sampah organik jadi pupuk, PKK mengelola minyak jelantah, dan komunitas Sepeda Keren menangani sampah elektronik.

3. Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Sampah diolah menjadi pupuk dan pekarangan dimanfaatkan untuk tanam sayur, sehingga membantu pendapatan keluarga, menekan biaya hidup, dan memudahkan petani memperoleh pupuk.

Trenggalek - Upaya Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam menangani persoalan sampah terus diperkuat. Setelah meluncurkan aplikasi Sangu Sampah, kini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, meluncurkan Program Perempuan Sarinah (Selesaikan Sampah Organik dan Limbah). 

Soft launching digelar di Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Minggu (21/12/2025).

Program Perempuan Sarinah dirancang untuk melengkapi Sangu Sampah yang sebelumnya diluncurkan Bupati Trenggalek. Jika Sangu Sampah menyasar pelajar untuk memilah sampah anorganik yang dikonversi menjadi uang saku, Sarinah fokus pada pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, agar memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini, mengatakan program Sarinah lahir dari keprihatinan atas dampak lingkungan yang memicu keresahan masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi.

“Dari gerakan ini, sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi bisa menjadi sumber penghasilan. Para penggeraknya kami dorong menjadi pengusaha sampah,” ujarnya.

Dalam program Sarinah, pengelolaan sampah dibagi secara jelas agar tidak tumpang tindih. Sampah organik pangan dikelola oleh Kelompok Wanita Tani menjadi pupuk cair dan pupuk padat. Minyak jelantah ditangani oleh PKK, sementara sampah elektronik dikelola oleh komunitas Sepeda Keren yang bekerja sama dengan sektor industri.

Selain pengelolaan sampah, Sarinah juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga. Novita berharap setiap rumah tangga dapat menanam sayuran sendiri sehingga mengurangi pengeluaran, sekaligus mendukung petani melalui penyediaan pupuk organik. “Petani tidak lagi kesulitan pupuk, dan isu pupuk mahal bisa ditekan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Imam Nur Hadi, menyampaikan Sarinah menjadi solusi atas tingginya volume sampah organik rumah tangga, termasuk dari dapur usaha kuliner dan industri. Pengolahan dilakukan bersama KWT dengan pendampingan penyuluh pertanian.

“Pupuk organik cair dan padat sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, baik di lahan sawah maupun pekarangan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KWT Maju Bersama Desa Karangsoko, Sintowati, mengatakan seluruh anggota KWT diwajibkan memanfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, bawang merah, dan kenikir. Hasil panen dijual dan menjadi sumber pendapatan bagi anggota.

“Produksi bisa mencapai 200 hingga 300 ikat per hari. Saat puasa dan lebaran, harganya naik dan hasilnya sangat membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

KWT Karangsoko yang beranggotakan 40 orang ini juga mulai mengolah sampah organik menjadi pupuk dari sisa masakan dan limbah pekarangan. Pupuk tersebut dimanfaatkan kembali untuk tanaman, sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di tingkat desa.

KAI Daop 7 Madiun Catat 85.946 Penumpang Berangkat Selama Nataru

 


- Lonjakan penumpang Nataru. KAI Daop 7 Madiun mencatat 85.946 penumpang berangkat dan 89.726 penumpang tiba selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

- Stasiun Madiun paling padat. Stasiun Madiun menjadi stasiun tersibuk dengan jumlah penumpang naik terbanyak 23.440 orang dan penumpang turun 25.366 orang.

- Tiket masih tersedia dan ada diskon. Masih tersedia 7.074 tempat duduk hingga awal Januari 2026, serta promo diskon tiket 30 persen yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Tulungagung - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan transportasi terbaik kepada masyarakat selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Berdasarkan data hingga Minggu, 21 Desember 2025, selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, jumlah pelanggan yang naik di stasiun-stasiun wilayah Daop 7 Madiun tercatat mencapai 85.946 penumpang.

Adapun stasiun dengan jumlah pelanggan naik terbanyak yakni Stasiun Madiun sebanyak 23.440 penumpang, disusul Stasiun Kediri 12.283 penumpang, Stasiun Jombang 9.219 penumpang, Stasiun Blitar 8.185 penumpang, Stasiun Tulungagung 7.560 penumpang, serta Stasiun Kertosono 6.297 penumpang. Sementara itu, sebanyak 18.962 penumpang lainnya berasal dari Stasiun Caruban, Magetan, Ngawi, Ngunut, Nganjuk, Papar, dan Walikukun.

Untuk penumpang turun atau kedatangan, KAI Daop 7 Madiun mencatat sebanyak 89.726 pelanggan yang telah dan akan turun di stasiun-stasiun wilayah Daop 7. Stasiun Madiun menjadi stasiun dengan kedatangan terbanyak, yakni 25.366 penumpang, disusul Stasiun Kediri sebanyak 12.761 penumpang.

Sementara itu, jumlah pelanggan yang naik pada kereta api keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun, seperti KA Madiun Jaya, KA Brantas, KA Brantas Tambahan, KA Singasari, KA Kahuripan, dan KA Bangunkarta, tercatat sebanyak 32.666 penumpang atau setara 50 persen dari total kapasitas 65.565 tempat duduk yang disediakan.

Secara kumulatif, tingkat okupansi perjalanan kereta api selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 109 persen, dengan total 71.771 pelanggan telah dilayani.

Khusus keberangkatan hari ini, Minggu (21/12), total pelanggan yang naik dari wilayah Daop 7 Madiun tercatat sebanyak 6.615 penumpang. Rinciannya, Stasiun Madiun 2.120 penumpang, Kediri 780 penumpang, Jombang 765 penumpang, Tulungagung 536 penumpang, Blitar 469 penumpang, Kertosono 429 penumpang, serta Stasiun Caruban, Magetan, Ngawi, Nganjuk, Ngunut, Papar, dan Walikukun sebanyak 1.315 penumpang.

Meski antusiasme masyarakat tinggi, KAI Daop 7 Madiun mencatat masih tersedia 7.074 tempat duduk untuk periode keberangkatan 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Tempat duduk kelas eksekutif masih tersedia di berbagai tanggal, sementara kelas ekonomi masih tersedia pada 26, 30, dan 31 Desember 2025, serta 1 dan 2 Januari 2026.

KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat yang belum memiliki tiket agar segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI. Selain itu, pelanggan juga dapat memanfaatkan diskon tiket sebesar 30 persen yang berlaku hingga 10 Januari 2026 untuk keberangkatan mulai 22 Desember 2025 sampai dengan 10 Januari 2026.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa tingginya volume penumpang selama masa Nataru mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api. KAI Daop 7 Madiun, kata dia, berkomitmen memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu dengan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas yang siaga 24 jam.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi terkait perjalanan dan pelayanan kereta api, dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon 121, WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id, atau melalui media sosial @KAI121.


Terekam CCTV, Pelaku Curanmor Ditangkap Lima Jam Usai Beraksi di Boyolangu


- Pelaku curanmor ditangkap kurang dari lima jam setelah mencuri motor di rumah korban EH di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.

- Pengungkapan kasus dibantu rekaman CCTV yang merekam jelas wajah dan aksi pelaku, sehingga polisi cepat mengidentifikasi tersangka.

- Pelaku FBA (20) diamankan bersama barang bukti satu unit Yamaha Nmax dan dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.


Tulungagung - Pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berhasil ditangkap kurang dari lima jam setelah kejadian. Aksi pencurian tersebut terjadi di rumah korban berinisial EH di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, pada Jumat (19/12/2025) sore.

Kapolsek Boyolangu AKP Retno Pujiarsih menjelaskan, kejadian pencurian diketahui sekitar pukul 16.00 WIB saat sepeda motor milik korban terparkir di depan teras rumah dengan kondisi kunci masih menancap. Pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan mendorong motor keluar gang, lalu menghidupkannya dan membawa kabur kendaraan tersebut.

“Setelah menerima laporan sekitar pukul 17.30 WIB, anggota Unit Reskrim langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta penyelidikan awal,” ujar AKP Retno Pujiarsih.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan rekaman CCTV yang merekam jelas wajah dan aksi pelaku. Berdasarkan rekaman tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial FBA (20), warga Kabupaten Trenggalek yang berdomisili di wilayah Kedungwaru, Tulungagung.

“Pelaku akhirnya berhasil diamankan bersama barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Nmax nomor polisi AG 3308 RBQ milik korban di sebuah warung kopi di Desa Sobontoro, kurang dari lima jam setelah kejadian,” tambahnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Boyolangu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Polres Tulungagung Siagakan 302 Personel untuk Operasi Lilin Semeru 2025

 


- 302 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan Polres Tulungagung untuk Operasi Lilin Semeru 2025 guna pengamanan Natal dan Tahun Baru.

- Empat fokus pengamanan, meliputi kelancaran ibadah Natal di 106 gereja, pengamanan lalu lintas dan wisata Nataru, stabilitas pangan dan harga, serta antisipasi bencana alam.

- Pantai Selatan Tulungagung dan mobilitas masyarakat selama libur Nataru menjadi prioritas pengamanan karena diprediksi terjadi peningkatan aktivitas.

Tulungagung – Polres Tulungagung menggelar apel pasukan dalam rangka Operasi Lilin Semeru 2025 untuk pengamanan rangkaian perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi ini melibatkan total 302 personel gabungan dari berbagai instansi.

Kapolres Tulungagung AKBP Mohammad Taat Resdi mengatakan, ratusan personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Seluruh personel Polri akan dilibatkan penuh baik di tingkat polres maupun polsek.

“Pada pelaksanaannya nanti, seluruh personel Polri akan dilibatkan, baik di tingkat polres maupun polsek, untuk pelaksanaan pengamanan,” kata AKBP Taat, Jumat (19/12/2025).

AKBP Taat menjelaskan, terdapat empat sasaran utama dalam Operasi Lilin Semeru 2025 di Kabupaten Tulungagung. Sasaran pertama adalah pengamanan dan kelancaran kegiatan ibadah umat Kristiani selama Natal dan tahun baru.

Menurutnya di Kabupaten Tulungagung tercatat ada 106 gereja yang tersebar di 17 kecamatan. Sementara dua kecamatan, yakni Tanggunggunung dan Sumbergempol, tidak memiliki fasilitas gereja. Seluruh kegiatan ibadah tersebut akan menjadi prioritas pengamanan, termasuk dilakukan sterilisasi sebelum pelaksanaan.

“Kami sudah mendapatkan data kegiatan ibadah dan itu nanti menjadi prioritas untuk keamanan dan kelancaran pelaksanaannya. Sebelumnya juga akan dilakukan sterilisasi,” imbuhnya.

Sasaran kedua adalah keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Hal ini karena mobilitas masyarakat diprediksi meningkat selama libur Natal dan tahun baru, baik antar kecamatan maupun antar kabupaten, termasuk menuju destinasi wisata.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kawasan pantai selatan Tulungagung diperkirakan kembali menjadi tujuan favorit masyarakat selama libur panjang, sehingga menjadi fokus pengamanan aparat.

Sasaran ketiga adalah ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga. Menurut AKBP Taat, konsumsi masyarakat cenderung meningkat selama Natal dan tahun baru sehingga perlu pengawasan agar stok tetap aman dan harga terkendali.

Sementara sasaran keempat adalah pengamanan kamtibmas lainnya, termasuk kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam. Pihak kepolisian tetap siaga mengingat curah hujan pada Desember hingga Februari diprediksi berada pada puncaknya.


Awas, Cuaca Buruk Tulungagung 6-12 November 2025


Tulungagung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Timur pada periode 6–12 November 2025. Kondisi ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyebut sejumlah daerah yang berisiko terdampak antara lain Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, hingga Sumenep. Hampir seluruh wilayah tersebut telah memasuki musim hujan, dan dalam sepekan ke depan diprakirakan akan terjadi peningkatan aktivitas cuaca ekstrem yang bisa berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

BMKG menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh gangguan gelombang atmosfer Rossby dan Low Frequency yang melintas di wilayah Jawa Timur. Selain itu, pola belokan angin serta suhu muka laut yang masih cukup hangat di sekitar Selat Madura turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama bagi yang tinggal di wilayah bertopografi curam, bergunung, atau di sekitar tebing. Cuaca ekstrem dapat menimbulkan berbagai dampak seperti banjir, longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.

BMKG Juanda juga mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk memantau perkembangan cuaca terkini melalui citra radar cuaca WOFI di stametjuanda.bmkg.go.id/radar, serta peringatan dini tiga harian dan dua hingga tiga jam ke depan yang diperbarui secara berkala di laman resmi stamet-juanda.bmkg.go.id dan akun media sosial @infobmkgjuanda. Informasi juga dapat diperoleh melalui saluran telepon 24 jam (031) 8668989 atau WhatsApp 0895800300011.

Dukung Energi Terbarukan, PJT I Serahkan Lima IPAL Biogas di Tulungagung

 


Tulungagung – Perum Jasa Tirta I (PJT I) melalui Sub Divisi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta ESG menyerahkan bantuan lima titik Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Biogas di Kabupaten Tulungagung. Seluruh IPAL Biogas tersebut dibangun di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, dan difungsikan sebagai energi alternatif terbarukan.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya, pengelolaan lingkungan yang baik akan membawa manfaat ganda, tidak hanya bagi kelestarian alam, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” jelasnya, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, keberadaan IPAL Biogas di Desa Kradinan menjadi contoh nyata bagaimana limbah ternak yang selama ini dianggap masalah dapat diubah menjadi energi bermanfaat.

“Desa Kradinan ini bisa menjadi percontohan pengelolaan limbah berbasis energi bersih di Tulungagung dan sekitarnya,” ujarnya.

Fahmi menambahkan, program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya butir kedua mengenai kemandirian bangsa di bidang pangan, energi, dan air. Kehadiran IPAL Biogas dinilai sebagai langkah nyata PJT I dalam mendorong ketahanan energi berbasis masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Dengan adanya IPAL Biogas, kami berharap Desa Kradinan mampu menunjukkan bahwa pengelolaan limbah yang tepat bisa menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Langkah ini juga bagian dari kontribusi PJT I dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, ketahanan energi nasional, dan terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menjelaskan bahwa IPAL Biogas hadir sebagai solusi pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan. Teknologi ini tidak hanya mencegah pencemaran, mengurangi bau, serta menjaga kualitas air tanah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif berupa biogas.

Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan IPAL Biogas turut mendorong pola hidup sehat dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Bantuan PJT I ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan dalam mengimplementasikan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Andriana.

Ia menambahkan, program IPAL Biogas tidak hanya menjawab permasalahan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui IPAL Biogas, warga memperoleh lingkungan yang lebih sehat sekaligus sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan sehari-hari.

“Inilah wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak sekadar seremonial, melainkan memberi manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.