Headline News

Sejarah RSUD dr Iskak Tulungagung yang Kini Berusia 105 Tahun

Tulungagung - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung kini telah menginjak usia ke-105 tahun. Bagaimana sejarah rumah sakit mi...

Kabar Anyar

Sejarah RSUD dr Iskak Tulungagung yang Kini Berusia 105 Tahun





Tulungagung - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung kini telah menginjak usia ke-105 tahun. Bagaimana sejarah rumah sakit milik pemerintah ini ? 

Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto mengatakan cikal bakal rumah sakit daerah tersebut berawal dari sebuah klinik pengobatan yang ada pada masa Pemerintahan Hindia Belanda tahun 1917. 

Klinik tersebut awalnya berada di Pahlawan nomor 1 Tulungagung. Namun pada masa pemerintahan kolonial keberadaan klinik sempat berpindah tempat hingga sembilan kali. 

"Berpindah-pindah hingga ke pelosok Tulungagung, demi menjaga eksistensi agar bisa terus memberikan pelayanan," kata Supriyanto. 

Pada tahun 1950, klinik yang menjadi cikal bakal rumah sakit tersebut kembali lagi ke Jalan Pahlawan Tulungagung. 

Eksistensi klinik pengobatan tersebut tidak lepas dari peran sejumlah dokter, salah satunya Dokter Iskak. Dokter Iskak dinilai menjadi sosok yang paling berjasa dalam menjaga keberlangsungan klinik tersebut. 

Memasuki masa kemerdekaan Indonesia, klinik tersebut terus tumbuh dan berubah menjadi rumah sakit. Pada tahun 1985 rumah sakit tersebut berpindah ke Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo, Desa/Kecamatan Kedungwaru dan menjadi rumah sakit kelas C. 

Tahun 1999 melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 445.35/1047/1999 tentang Pengesahan Perda Kabupaten Tulungagung Nomor 3 Tahun 1999 berubah status menjadi Rumah Sakit dr Iskak Tulungagung dan ditetapkan sebagai rumah sakit unit swadana. 

Lanjut Supri, rumah sakit Iskak terus berkembang, hingga pada 2001 rumah sakit tersebut ditetapkan oleh Tulungagung melalui SK Bupati 954 Tahun 2001 menjadi Badan Pelayanan Kesehatan (BPK) Rumah Sakit dr Iskak Tulungagung. 

"Kemudian tahun 2005 RSUD dr Iskak melalui Keputusan Menkes RI Nomor: 522/Menkes/SK/IV/2005 dan Keputusan Bupati Tulungagung No: 395 Tahun 2005 tentang Penetapan Kelas RSUD Dr. Iskak Tulungagung naik kelas dari C menjadi kelas B non pendidikan," imbuhnya. 

Sistem pengelolaan rumah sakit juga mengalami perubahan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sesuai Keputusan Bupati Tulungagung Nomor : 188.45/554/031/2008 tanggal 31 Desember 2008.

Kini RSUD dr Iskak juga telah ditetapkan menjadi rumah sakit rujukan untuk wilayah barat Jawa Timur, serta rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. 

Dokter Supriyanto menambahkan rumah sakit milik Pemkab Tulungagung ini mengalami perkembangan yang pesat. Salah satunya memiliki layanan bedah jantung pintas (bypass) koroner. 

"Ini akan bermanfaat untuk banyak orang, karena belum semua provinsi memiliki layanan ini," jelasnya.

"Kardiologi sudah berjalan sampai pelayanan paling advance yang dilakukan di Indonesia dan di dunia kita sudah bisa melakukan yaitu yang terakhir kemarin itu," jelasnya. 

Ke depan pihaknya juga akan menjadikan RSUD dr Iskak sebagai rumah sakit pusat kanker, sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan penanganan kanker. 

"Kami juga akan kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Tulungagung, nanti akan ada fakultas kesehatan kedokteran dan keperawatan, itu juga akan ada di sini," jelasnya. 

Gagal Ujian SIM, Polres Tulungagung Siapkan Pelatihan Gratis





Tulungagung - Satlantas Polres Tulungagung menyiapkan pendampingan bagi para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) yang gagal dalam ujian praktik. Pelatihan gratis digelar dua kali dalam sepekan.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Rahandy Gusti Pradana, mengatakan pelatihan tersebut disiapkan untuk melatih para pemohon SiM agar lebih mudah saat mengikuti ujian praktik remedial.

"Pemohon SIM itu sering kali gagal pada saat ujian praktik, nah untuk itu kami siapkan program Remedial Teaching, sehingga mereka bisa berlatih langsung di tempat ujian dengan pendampingan petugas," kata Rahandy. 

Menurutnya, pelatihan digelar setiap hari Selasa dan Jumat, mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB. Petugas akan memberikan materi tentang cara melaksanakan uji praktik yang baik dan benar, serta kiat khusus agar lancar dalam ujian.

"Kami tidak mempersulit ujian praktik, tapi justru mempermudah, karena dengan remedial teaching ini pemohon bisa latihan di tempat ujian. Hal ini juga untuk melatih kepiawaian pemohon dalam berkendara," jelasnya.

Setelah dirasa mahir, para pemohon SIM yang gagal tersebut bisa kembali mengajukan permohonan ujian ulang di kantor Satpas SIM Tulungagung.

Rahandy menambahkan selain pelatihan untuk pemohon yang gagal, pihaknya juga menggelar pelatihan secara jemput bola bagi calon pemohon SIM baru.

"Pelatihan jemput bola ini kami beri nama Pak Sicomo atau Praktek SIM Coaching Clinic Mobile. Konsepnya, petugas kami akan datang ke sekolah atau komunitas tertentu dan memberikan pelatihan ujian teori maupun praktik," jelasnya.

Program tersebut sengaja digenjot untuk meningkatkan minat masyarakat untuk mengurus SIM sekaligus memberikan pendidikan dan pelatihan tentang lalu lintas. Pelatihan secara keliling diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Tulungagung.

"Terkadang masyarakat masih bingung dan takut saat mau mengurus SIM, takut gagal maupun tidak tahu tata caranya. Dengan Pak Sicomo kami harapkan bisa menghapus ketakutan itu," ujar Rahandy.

Dijelaskan ujian teori dan praktik merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi oleh para pemohon SIM, karena hal tersebut menyangkut kelayakan dan kepiawaian pemohon dalam berkendara serta pemahaman tentang aturan lalu lintas.

"Pak Sicomo ini merupakan pengembangan dari e-book ujian teori yang diluncurkan Ditlantas Polda Jatim. Jadi saya tegaskan, kami tidak mempersulit pemohon SIM justru mempermudah," imbuhnya. 

PJT 1 Jelaskan Penyebab Banjir Trenggalek dan Bandung Tulungagung

Trenggalek - Banjir bandang sempat merendam 30 desa yang tersebar di lima kecamatan di Trenggalek akibat curah hujan ekstrem hingga 300 milimeter. Debit air sungai juga mencapai level tertinggi dalam 15 tahun terakhir.

"Debit air sungai mencapai 750 meter kubik/detik ini tiga terbesar yang pernah terjadi, yaitu 90-an, 2006 dan 2022," kata kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak saat meninjau dampak banjir di Trenggalek, Rabu (19/10/2022) malam.

Sementara itu Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) 1, Raymond Valiant Ruritan, mengatakan dari pantauan alat pengukur instensitas curah hujan yang terpasang di tiga lokasi di Trenggalek menunjukkan lonjakan signifikan saat terjadi banjir, Selasa (18/10/2022).

"Tanggal 18 Oktober hujan sangat signifikan yang kita ukur di tiga lokasi, di Kampak, Bendungan dan Tugu. Curah hujan di Kampak itu mencapai 300 milimeter dalam waktu 24 jam," kata Raimond.

Sementara itu curah hujan di wilayah Bendungan tercatat 140 milimeter dalam 24 jam dan di Kecamatan Tugu tercatat 184 milimeter.

"300 milimeter itu sama dengan 30 cm, jadi kalau dikumpulkan tebalnya itu sama dengan penggaris yang biasa dipakai sehari-hari, tebal sekali hujannya," ujarnya.

Tingginya intensitas curah hujan di tiga lokasi tersebut mengakibatkan terjadinya lonjakan debit air di sejumlah anak sungai yang pada di Trenggalek, termasuk Sungai Tugu, Keser serta Prambon.

"Saat anak sungai hendak memasuki Sungai Ngasinan sudah tidak bisa lagi, sehingga terjadilah limpasan keluar dari sempadan sungai dan terjadi genangan di beberapa wilayah," imbuhnya.

Lonjakan debit air yang berasal dari Sungai Ngasinan, Tawing, Tugu, Sungai Bagong dan beberapa anak sungai lainnya dirasakan oleh pintu air Bendo.

"Pintu air Bendo ini sebagai pengendali debit di Sungai Ngasinan,," ujarnya.

Pada saat awal terjadinya peningkatan curah hujan debit air di pintu air Bendo tercatat 569 meter kubik/detik. Dengan peningkatan debit air kondisi Sungai Ngasinan masuk pada level siaga.

Debit air terus mengalami peningkatan hingga puncaknya menyentuh angka 750 meter kubik/detik.

Untuk mencegah terjadinya banjir yang parah, PJT 1 selaku operator pintu air Bendo berusaha melepaskan sebagian besar debit air ke parit raya, untuk selanjutnya dibuang ke laut melalui terowongan Niama Tulungagung.

Raimond mengaku sehari setelah terjadi banjir besar di beberapa wilayah Trenggalek, debit air sungai telah berkurang hingga 50 persen atau sekitar 265 meter kubik/detik.

"Tinggal separuhnya," imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi terkait aliran banjir yang merembet ke wilayah timur Trenggalek dan Kecamatan Bandung Tulungagung, Raimond memastikan kondisi tersebut bukan luberan dari parit raya yang menuju Niama.

"Itu bukan limpasan dari parit raya sebenarnya, jadi ketika sudah masuk parit raya maka akan langsung dikirim ke terowongan Tulungagung selatan. Kita tentu tidak akan melepaskan debit air melebihi kapasitas parit raya," kata Raimond.

Kondisi banjir di Kecamatan Bandung Tulungagung maupun Kecamatan Durenan merupakan akibat dari limpasan sejumlah anak sungai sebelum pintu air Bendo. 


Minimalisir Dampak Kenaikan Harga BBM, Polisi / TNI Tulungagung Gelontorkan Bantuan Sembako


Tulungagung - Polres Tulungagung dan Kodim 0807 menggelontorkan bantuan sembako kepada ratusan warga, guna meminimalisir gejolak ekonomi akibat kenaikan harga BBM. Penyaluran bantuan digelar serentak oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. 

Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, mengatakan pemberangkatan penyaluran 650 paket bantuan itu dilakukan serentak dari Stadion Rejoagung, Tulungagung. Rencananya masing-masing Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan bergerak ke desa guna memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Petugas akan menyalurkan sesuai dengan plotingan yang ada di masing-masing kecamatan. Totalnya ada 650 paket bantuan," kata Eko Hartanto, Senin (12/9/2022). 

Penyaluran bantuan sosial dilakukan untuk mengurangi dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. 

"Semoga ini bisa ikut membantu meringankan beban masyarakat," jelasnya. 

Menurutnya, selain memberikan bantuan sosial, pihaknya juga menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk membantu dan memantau proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM yang digelontorkan oleh pemerintah pusat. 

"Kami minta BKTM dan jajaran yang lain untuk membantu kelancaran penyaluran BLT BBM agar cepat sampai diterima masyarakat," imbuhnya. 

Peristiwa

Wisata

Tulungagungan

Tulungagungan