Headline News

BPKAD Tulungagung Siapkan Rp54,5 Miliar untuk Gaji ke-14 ASN hingga DPRD, Cair Maret

  Tulungagung - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung memastikan anggaran gaji ke-14 bagi aparatur sipil negara (ASN)...

Kabar Anyar

BPKAD Tulungagung Siapkan Rp54,5 Miliar untuk Gaji ke-14 ASN hingga DPRD, Cair Maret

 


Tulungagung - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung memastikan anggaran gaji ke-14 bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga anggota DPRD telah disiapkan dalam APBD 2026. Pencairan direncanakan pada Maret 2026 sebelum cuti bersama Idulfitri, yang diperkirakan dimulai 18 Maret.


Kepala BPKAD Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, mengatakan total kebutuhan anggaran untuk gaji ke-14 mencapai sekitar Rp54,5 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 7.144 ASN, 3.113 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), 5.400 tenaga paruh waktu, serta 50 anggota DPRD Tulungagung.


“Insyaallah sebelum cuti bersama, gaji ke-14 sudah dicairkan. Total kebutuhan kita secara global sekitar Rp54,5 miliar dan diberikan sebesar satu kali gaji penuh,” ujarnya.


Ia menjelaskan, gaji ke-14 berbeda dengan gaji ke-13. Jika gaji ke-13 biasanya diberikan saat tahun ajaran baru, maka gaji ke-14 dicairkan menjelang Hari Raya Idulfitri. Alokasi anggaran tersebut khusus untuk pegawai non guru. Para guru akan ada tambahan transfer dari pemerintah pusat di luar skema yang dianggarkan melalui APBD.


Dwi menambahkan, tenaga paruh waktu juga mendapatkan gaji ke-14 sesuai aturan pemerintah pusat. Namun besarannya menyesuaikan penghasilan masing-masing, yang bervariasi antara Rp350 ribu hingga Rp1 juta per bulan, tergantung organisasi perangkat daerah (OPD) tempat bertugas.


Selain gaji ke-14, ASN dan P3K juga akan menerima tunjangan kinerja (Tukin) pada bulan yang sama dengan total anggaran sekitar Rp11 miliar. Tukin diberikan kepada PNS dan P3K, sedangkan tenaga paruh waktu tidak menerima tunjangan tersebut.


“Untuk ASN dan P3K yang penuh waktu, selain gaji bulanan tetap, mereka juga menerima gaji ke-14 dan Tukin. Sementara untuk guru, THR-nya ada tambahan dari pusat,” pungkasnya.

Jelang Imlek 2026, Umat Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasang 250 Lampion


 Tulungagung - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada 17 Februari 2026, umat di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung, Jawa Timur, mulai menggelar berbagai rangkaian ritual keagamaan. Salah satunya adalah sembahyang Sang Sin, sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa yang dipercaya naik ke nirwana sebelum perayaan Imlek.

Ritual Sang Sin menjadi penanda dimulainya persiapan Imlek di klenteng tersebut. Usai sembahyang, sebanyak 250 lampion merah yang telah dipersiapkan langsung dipasang di seluruh kompleks klenteng. Lampion-lampion baru ini menggantikan lampion tahun sebelumnya yang warnanya telah memudar. 

"Semua diganti dengan yang baru," kata Tjio Jing Jing. 

Pemasangan lampion diawali di area serambi depan ruang utama yang menjadi tempat bersemayam Dewi Mak Co. Sementara itu, lampion-lampion lama yang telah diturunkan tidak dibuang, melainkan dibagikan kepada warga yang menginginkannya.

Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing, menjelaskan bahwa pemasangan lampion merah menjelang Imlek memiliki makna mendalam. Warna merah melambangkan rezeki dan kesuksesan, sedangkan cahaya lampion menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta penjaga keharmonisan keluarga.

Selain ritual Sang Sin, tradisi lain yang juga rutin dilakukan adalah ayak abu hio swa atau mengayak abu dupa di dalam bokor (ding). Tradisi ini menjadi bagian dari prosesi bersih-bersih klenteng menjelang Imlek.

"Kalau menjelang Imlek, kita memang tradisinya harus bersih-bersih. Jadi nanti kalau kita sudah Imlek, kita tidak boleh bersih-bersih. Kita menyapu pun juga enggak boleh," jelasnya. 

Menurut Tjio Jing Jing, prosesi ayak abu baru dapat dilakukan setelah para dewa naik ke nirwana, yakni beberapa hari sebelum Tahun Baru Imlek. Di Klenteng Tjoe Tik Kiong terdapat 20 altar dengan 20 bokor abu dupa. Proses pengayakan dilakukan satu per satu karena abu dari masing-masing altar tidak boleh tercampur.

Setelah dibersihkan dari benda-benda asing, terutama sisa gagang dupa, abu yang telah diayak kemudian dikembalikan ke dalam bokor dan ditempatkan kembali di altar masing-masing. Tradisi ayak abu ini bertujuan sebagai simbol penyucian diri, membersihkan pikiran buruk, membuang dosa, serta memohon keberuntungan dan harapan baru dalam menyambut Tahun Baru Imlek dengan hati yang bersih.

Tahun Baru Imlek 2577 jatuh pada 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027. Imlek tahun ini masuk Shio Kuda Api melambangkan kekuatan, optimisme, semangat juang, dan kemakmuran. 



Kejari Tulungagung Luncurkan Maskot “Super Jaksa”, Kenalkan Hukum Sejak Usia Dini

 

Tulungagung – Kejaksaan Negeri Tulungagung resmi meluncurkan Program “Super Jaksa” lengkap dengan maskot “Adhi dan Yaksa” pada Selasa, 10 Februari 2026. Peluncuran dilakukan dalam kegiatan penyuluhan hukum yang diikuti sekitar 100 siswa TK Al-Gontory, Kabupaten Tulungagung.

Program ini mengusung jargon “Penegak Keadilan, Pembasmi Kejahatan” sebagai bentuk pengenalan peran jaksa kepada anak-anak dengan pendekatan yang ramah dan mudah dipahami. Dua maskot diperkenalkan, yakni Super Jaksa Boy “Adhi” dan Super Jaksa Girl “Yaksa”.

Adhi digambarkan sebagai sosok jaksa yang memegang tameng dan pedang, melambangkan keteguhan dalam menegakkan kebenaran. Sementara Yaksa digambarkan memegang timbangan sebagai simbol keadilan dalam setiap pelaksanaan kewenangan.

Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung menyampaikan, kehadiran maskot tersebut bertujuan menjadi media komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan hukum kepada anak usia dini. “Melalui simbol yang energik dan bersahabat, kami ingin anak-anak mengenal profesi jaksa secara sederhana sekaligus menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap hukum sejak dini,” ujarnya.

Maskot “Super Jaksa” akan digunakan dalam berbagai kegiatan edukasi hukum, seperti program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan kampanye antikorupsi untuk anak usia dini. Kehadiran ikon ini diharapkan dapat menarik minat pelajar serta masyarakat luas untuk lebih memahami pentingnya kesadaran hukum sejak dini.

Melalui inovasi ini, Kejaksaan Negeri Tulungagung menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi penegak hukum yang modern, profesional, dan terpercaya. Langkah tersebut sejalan dengan semangat Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Intinya : 

- Peluncuran Program Edukasi Hukum Anak – Kejari Tulungagung memperkenalkan “Super Jaksa” kepada 100 siswa TK sebagai upaya membangun kesadaran hukum sejak dini.

- Simbol Nilai Keadilan dan Keteguhan – Maskot Adhi dan Yaksa merepresentasikan keberanian, kebenaran, dan keadilan dalam penegakan hukum.

- Komitmen Reformasi dan Pelayanan Publik – Program ini menjadi bagian transformasi menuju institusi yang profesional, modern, dan berintegritas.

Resmikan Office & Market Parfum di Tulungagung, Armora Gelar Bazar Pangan Murah Jelang Ramadan

 


Tulungagung — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Aromora menggelar kegiatan sosial berupa pasar sembako murah yang dipadukan dengan peresmian kantor dan market parfum terbarunya di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat sejak pagi hari.

Lewat program pasar murah ini, Aromora membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah tren kenaikan harga bahan pangan. Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasaran, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, kecap, hingga sirup.

Pantauan di lokasi, ratusan warga memadati area kegiatan. Banyak di antara mereka langsung memborong paket sembako yang telah disiapkan panitia. Antrean tampak mengular sejak pagi, menandakan tingginya minat masyarakat.

“Semua produk di sini diskonnya sampai 25 persen. Jauh lebih murah dari harga di luar. Sangat membantu, apalagi sebentar lagi Ramadan,” ujar Dina, salah satu warga yang ikut berbelanja.

Salah satu produk yang paling diburu adalah paket mie instan isi lima yang dijual dengan harga khusus. Penawaran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang datang.

General Manager Aromora wilayah eks Karesidenan Kediri, Fahendra Sasmita, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Menurutnya, Ramadan adalah momen tepat untuk berbagi dan hadir lebih dekat dengan warga.

“Melalui pasar murah ini, kami ingin membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkenalkan Aromora lebih luas,” kata Fahendra.

Tak hanya pasar sembako, Aromora juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk parfum unggulannya. Beragam varian parfum untuk pria dan wanita ditampilkan, dengan keunggulan aroma tahan lama dan harga yang tetap ramah di kantong.

“Parfum Aromora awet, aromanya bisa bertahan berjam-jam. Pilihannya banyak dan harganya terjangkau,” tambahnya.

Fahendra juga menyebutkan bahwa produk Aromora bisa dibeli langsung di market maupun melalui platform digital dan media sosial resmi perusahaan, sehingga memudahkan konsumen tanpa harus datang ke lokasi.

“Kami berharap kehadiran Aromora lewat kegiatan sosial ini bisa memberi manfaat nyata. Semoga Aromora bisa memberi warna dan kontribusi positif bagi masyarakat Tulungagung, khususnya menjelang Ramadan,” tutupnya.

Meski tergolong pendatang baru di industri parfum Indonesia, Aromora optimistis mampu bersaing dengan brand lain lewat karakter aroma yang khas dan disukai semua kalangan.

Untuk wilayah eks Karesidenan Kediri, Aromora dikelola oleh Owner Siti Fatimah, General Manager Fahendra Sasmita, serta Direktur Pemasaran Yudha Prastiawan Kusuma.

Peristiwa

Wisata

Tulungagungan

Tulungagungan