Headline News

Kabar Anyar

Inovasi TACS Satlantas Polres Tulungagung Permudah Klaim Jasa Raharja

Tulungagung - Satlantas Polres Tulungagung mengembangkan sistem aplikasi berbasis website Traffic Accident Claim System (TACS) untuk memangkas birokrasi penanganan klaim asuransi Jasa Raharja terhadap korban kecelakaan lalu lintas. Sistem ini juga disinergikan dengan PSC 199 dan BPJS Kesehatan. 

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, mengatakan sistem dalam sebuah penanganan korban kecelakaan lalu lintas sering kali terkendala terkait penanggungjawab biaya perawatan. Selain itu proses pengurusan klaim Jasa Raharja masih manual dan belum terintegrasi secara digital. 

"Dengan program ini lintas instansi sudah terintegrasi, mulai dari kepolisian, Jasa Raharja, rumah sakit maupun BPJS Kesehatan. Sehingga tidak perlu lagi wara wiri ke berbagai instansi," kata Eva Guna Pandia, Jumat (6/12/2019). 

Sementara itu Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno, mengatakan aplikasi TACS sebelumnya pernah ia kembangkan di Bojonegoro. Sedangkan di Tulungagung  dilakukan penyempurnaan dengan menambah beberapa jejaring penanganan kecelakaan lalu lintas. 

"Kalau sebelumnya itu hanya sebatas kepolisan, Jasa Raharja dan rumah sakit, nah yang di Tulungagung ini kami menambahkan jejaring dengan BPJS Kesehatan serta PSC 199 yang telah berjalan," kata Aris. 

Penambahan BPJS Kesehatan dinilai cukup penting, sebab tidak semua korban kecelakaan lalu lintas dapat dibiayai oleh Jasa Raharja, salah satunya adalah kecelakaan tunggal. 

"Sistem kerjanya sederhana, ketika ada korban kecelakaan yang dibawa ke IGD, maka pihak rumah sakit atau akan menginput data korban ke aplikasi dan secara Jasa Raharja akan menerima alarm notifikasi," ujarnya. 

Selanjutnya Jasa Raharja akan melakukan pemeriksaan informasi serta keterangan kepolisian terkait korban kecelakaan tersebut. Jika dinyatakan layak untuk mendapatkan klaim asuransi maka pembiayaan korban dinyatakan klir. Namun apabila dari pemeriksaan dinyatakan ditolak oleh Jasa Raharja, maka akan muncul notifikasi ke pihak rumah sakit dan secara otomatis sistem akan mengalihkan informasi klaim ke BPJS Kesehatan. 

"Kami berharap dengan kolaborasi tujuh rumah sakit pemerintah dan swasta di Tulungagung akan mempermudah masyarakat saat mengalami musibah kecelakaan," ujarnya. 

Aris menambahkan, sistem TACS ini akan disinergikan dan melengkapi sistem kegawatdaruratan PSC 199 yang telah berjalan dengan baik di Tulungagung. 

"Kalau PSC 119 ini fokus ke penanganan kedaruratan atau korban, sedangkan TACS membantu mempercepat kepastian klaim asuransi," imbuhnya. 

Kata Aris, TACS merupakan implementasi dari program prioritas Kapolri ke V yakni penguatan sinergi polisional dan juga commander wish dari Kakorlantas untuk penguatan koordinasi dan kerjasama sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

Sementara itu Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, Supriyanto menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh Satlantas Polres Tulungagung. Pihaknya berharap sistem tersebut mampu melengkapi sistem yang telah ada. 

"Ini adalah kolaborasi yang bagus, semoga bisa berjalan maksimal.  Prinsipnya  kalau bagi kami, pasien harus segera tertangani dengan cepat apakah dia punya identitas atau tidak. Jika ini mempermudah klaim ke Jasa Raharja maka akan sangat membantu masyarakat," kata Supri. 

Tangkal Radikalisme, Polisi Tulungagung Datangi Masjid-masjid

Tulungagung - Kepolisian Resort (Polres) Tulungagung gencar melakukan upaya untuk menangkal paham radikalisme, dengan berkeliling ke sejumlah masjid-masjid. 

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, mengatakan safari Jumat itu digelar secara bergiliran ke sejumlah masjid di Tulungagung. Dalam setiap pertemuan polisi berdialog langsung dengan para tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme. 

"Kami keliling, salah satunya di Masjid Nurul Huda di Plosokandang ini," kata Eva Pandia. 

Menurutnya, antisipasi masuknya paham radikalisme tersebut menjadi poin penting dalam safari yang dilakukan. Sebab dengan adanya komitmen dan antisipasi bersama dengan para tokoh agama dan masyarakat maka potensi gangguan akibat radikalisme bisa ditekan  secara maksimal. 

"Seperti kita tahu pada dasarnya semua ajaran agama mengajarkan kedamaian, semua cinta damai, pun dengan ajaran Agama Islam yang ada di Indonesia ini," imbuhnya. 

Pandia menambahkan, selain isu radikalisme pihaknya juga memberikan literasi tentang maraknya kabar bohong atau hoaks yang menyebar melalui media sosial dan aplikasi pesan. 

"Hoaks ini adalah yang juga perlu diantisipasi. Saya pesan kepada masyarakat jangan mudah percaya dengan kabar yang tidak jelas asal-usulnya," kata Pandia. 

Kehadiran polisi di sejumlah masjid di Tulungagung tersebut mendapat respon positif dari pengurus masjid. KH Abdul Kholiq selaku pengurus Masjid Nurul Huda mengatakan, komunikasi langsung yang dilakukan polisi dinilai merupakan langkah positif yang bisa mendekatkan aparat dengan umat. 

"Saya senang Pak Kapolres turun langsung ke sini, artinya ada komunikasi yang baik antara pimpinan dengan umat, ada take and give yang baik," Kata Kholiq. 


Utang Klaim BPJS Tulungagung Capai Rp 119 M

Tulungagung - Jumlah utang BPJS Kesehatan Tulungagung yang belum terbayarkan ke sejumlah rumah sakit mencapai lebih dari Rp 119 miliar. 

Kepala BPJS Kesehatan Tulungagung, Mohammad Idar Aries Munandar, mengatakan utang klaim pembayaran itu tersebar di 15 rumah sakit mitra BPJS Kesehatan yang tersebar di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan. 

"15 rumah sakit itu di tiga kabupaten. Penyebabnya karena penerimaan kita devisit," kata M Idar, Senin (18/11/2019). 

Selain klaim dari rumah sakit, pihaknya juga memiliki tanggungan utang ke sejumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mencapai Rp 490 juta. Tertundanya pembayaran klaim rumah sakit tersebut terjadi sejak Juli 2019. 

Idar mengaku hingga kini pihaknya belum bisa memastikan, kapan pembayaran klaim tersebut akan dituntaskan. Pihaknya akan mengikuti kebijakan dari pusat. 

Namun menurutnya, terkait problem tunggakan utang itu, BPJS Kesehatan telah memiliki skema khusus agar rumah sakit tetap bisa beroperasi sebelum pembayaran dicairkan. 

"Kami menggunakan skema SCF (Suplay Change Finance). Nantinya rumah sakit bisa melakukan pinjaman ke bank sesuai hasil penghitungan dari kami," ujarnya. 

Lanjut dia, apabila dana klaim ke BPJS Kesehatan yang diajukan rumah sakit cair, maka pihak bank tinggal melakukan pemotongan anggaran sesuai dengan utang yang telah diberikan. 

"Ada beberapa bank yang kerjasama dengan kami, yakni, BRI, BNI Mandiri, Syariah Mandiri," imbuh Idar. 

Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Jatim Capai 77 Persen

Tulungagung - Memasuki musim tanam bulan November 2019 penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur dipastikan telah mencapai 77 persen. Sedangkan distribusi di Tulungagung mencapai 91 persen. 

Manager Humas PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan, mengatakan dari kuota pupuk bersubsidi di Jatim tahun 2019 sebesar 2,3 juta ton, hingga 12 November telah tersalurkan 1,8 juta ton. 

"1,8 juta ton itu sama dengan 77 persen dari total alokasi pupuk subsidi satu tahun di Jawa Timur yang ditangani oleh Petrokimia Gresik," kata Ihwan, Kamis (14/11/2019). 

Khusus di wilayah Jatim, pihaknya menjadi penyedia pupuk bersubsidi jenis urea di 22 kabupaten/kota, yakni Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Magetan, Ngawi, Madiun, Kota Madiun, Mojokerto, Kota Mojokerto, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Nganjuk, Jombang, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. 

"Kalau jenis urea, kami dapat kuota di 22 kabupaten/kota, tapi kalau jenis lain, seperti ZA, SP 36, Phonska kami mendapat tanggung jawab pengadaan dan distribusi di seluruh Indonesia, sedangkan Petroganik juga di seluruh Indonesia kecuali Banten dan Jabar," ujarnya. 

Sedangkan distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Tulungagung hingga pertengahan November ini telah mencapai 91 persen atau 70 ribu ton dari total alokasi 77 ribu ton. Pihaknya optimistis penyaluran pupuk bersubsidi tersebut akan mencapai titik maksimal hingga akhir tahun mendatang, terlebih saat ini mulai memasuki musim tanam. 

"Khusus untuk Tulungagung ini kami justru ketar-ketir, karena ini baru akan mulai tanam sudah 91 persen, makanya kami minta tidak langsung dihabiskan," imbuhnya. 

Pihaknya menyebut, proses distribusi pupuk bersubsidi di Tulungagung saat ini tidak ada kendala sama sekali, pascapembukaan blokir pupuk di Kecamatan Tanggunggunung sepekan yang lalu. 

"Begitu ada pengumuman pembukaan blokir, sorenya kami langsung gelontorkan alokasi 12 truk dari Gresik ke Tanggunggunung," ujar Ihwan. 

Sementara itu untuk alokasi pupuk bersubsidi skala nasional sebesar 8,8 juta ton, Petrokimia Gresik memperoleh jatah 5,2 juta ton atau 60 persen. Dari jumlah itu pihaknya telah menyalurkan sekitar 4,23 juta ton atau 81 persen. 

"Artinya kami sudah dalam track yang benar," kata Ihwan. 

Humas PT Petrokimia Gresik ini menyebut, untuk menghadapi musim tanam di akhir 2019 ini stok pupuk yang tersedia cukup memadai. Perusahaan BUMN tersebut memiliki stok antara 2-3 kali lipat dari kebutuhan petani. 

"Selain pupuk bersubsidi kami juga mengimbangi dengan menyediakan pupuk nonsubsidi, sebab usulan pupuk bersubsidi nasional 13,1 juta ton yang disetujui pemerintah hanya 8,8 juta ton. Artinya masih ada disparitas 4,3 juta ton," kata Ihwan. 


Peristiwa

Wisata

Tulungagungan

Tulungagungan