Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan

Dukung Energi Terbarukan, PJT I Serahkan Lima IPAL Biogas di Tulungagung

 


Tulungagung – Perum Jasa Tirta I (PJT I) melalui Sub Divisi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta ESG menyerahkan bantuan lima titik Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Biogas di Kabupaten Tulungagung. Seluruh IPAL Biogas tersebut dibangun di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, dan difungsikan sebagai energi alternatif terbarukan.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya, pengelolaan lingkungan yang baik akan membawa manfaat ganda, tidak hanya bagi kelestarian alam, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” jelasnya, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, keberadaan IPAL Biogas di Desa Kradinan menjadi contoh nyata bagaimana limbah ternak yang selama ini dianggap masalah dapat diubah menjadi energi bermanfaat.

“Desa Kradinan ini bisa menjadi percontohan pengelolaan limbah berbasis energi bersih di Tulungagung dan sekitarnya,” ujarnya.

Fahmi menambahkan, program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya butir kedua mengenai kemandirian bangsa di bidang pangan, energi, dan air. Kehadiran IPAL Biogas dinilai sebagai langkah nyata PJT I dalam mendorong ketahanan energi berbasis masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Dengan adanya IPAL Biogas, kami berharap Desa Kradinan mampu menunjukkan bahwa pengelolaan limbah yang tepat bisa menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Langkah ini juga bagian dari kontribusi PJT I dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, ketahanan energi nasional, dan terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menjelaskan bahwa IPAL Biogas hadir sebagai solusi pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan. Teknologi ini tidak hanya mencegah pencemaran, mengurangi bau, serta menjaga kualitas air tanah, tetapi juga menghasilkan energi alternatif berupa biogas.

Selain itu, lanjutnya, pemanfaatan IPAL Biogas turut mendorong pola hidup sehat dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Bantuan PJT I ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan dalam mengimplementasikan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Andriana.

Ia menambahkan, program IPAL Biogas tidak hanya menjawab permasalahan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui IPAL Biogas, warga memperoleh lingkungan yang lebih sehat sekaligus sumber energi alternatif yang bisa dimanfaatkan sehari-hari.

“Inilah wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak sekadar seremonial, melainkan memberi manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.


Melihat Keseruan Turnamen Esport Mobile Legend antarsekolah di Tulungagung

 


Tulungagung - Puluhan tim E-sport antarsekolah saling beradu strategi dan ketangkasan dalam turnamen Mobile Legend Bang-bang di Tulungagung. Even ini merupakan ajang terbesar di eks Karesidenan Kediri. 

Menurut ketua panitia Revol, mengatakan turnamen yang digelar di GOR Rejoagung, Tulungagung tersebut diikuti oleh 32 tim dari berbagai SMA/MA/SMK di Tulungagung, Kediri dan Blitar. 

"Antusiasme peserta cukup tinggi, sampai melebihi kuota. Namun kami hanya buka 32 slot saja, karena even hanya berlangsung selama dua hari," kata Revol, Sabtu (23/8/2025). 

Menurutnya dalam pertandingan ini pihkanya menerapkan sistem Match by Match dalam babak penyisihan. Saat babak semi final dan final akan menggunakan sistem Best Of 3 dan Best Of 5.

"Mungkin ke depan bisa menggunakan sistem round table agar jumlah tim yang bertanding bisa lebih banyak lagi," ujarnya. 

Turnamen tersebut akan memperebutkan hadiah total Rp 50 juta dan piala bergilir dari anggota DPR RI Rizki Sadiq. Kompetisi antarsekolah ini sekaligus untuk mencari bakat-bakat atlet E-sport dari lokal eks Karesidenan Kediri. 

Dari pantauan di lokasi, ajang pertandingan Mobile Legend Bang-bang tersebut berlangsung meriah, masing-masing tim yang bertanding mendapatkan dukungan langsung dari ratusan suporter. Beberapa di antaranya memakai kostum khas hero yang ada di dalam Mobile Legend. 

Ketua E-sport Indonesia (ESI) Tulungagung, Mochamad Shiva Rosyadi, mengatakan potensi olah raga elektronik di wilayah cukup tinggi, sejumlah peserta mampu menunjukkan skil yang mumpuni dan diproyeksi mampu menjadi atlet berbakat. 

"Sebetulnya di Tulungagung dan sekitarnya ini punya potensi yang besar, anak-anak juga ada yang bertanding di skala yang lebih besar," kata Shiva. 

Untuk menggali potensi atlet pihaknya juga menggandeng beberapa sekolah untuk membuka ekstrakurikuler E-sport. "Jumlahnya belum banyak, tapi sudah ada lima SMA dan 1 SMP yang membuka ekstrakurikuler E-sport," jelasnya. 

Diakui pengembangan E-sport di kalangan sekolah masih menemui sejumlah kendala, di antaranya larangan penggunaan telepon pintar di sekolah serta belum terbukanya pengetahuan pihak sekolah terkait potensi gim. 

"Kami berharap dukungan sekolah dan pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan E-sport di Tulungagung," imbuhnya. 

Sementara anggota DPR RI Rizki Sadiq mengatkaan turnamen Mobile Legend Bang-bang tersebut sebagai upaya mencari sisi positif dari pemanfaatan gawai. Dengan kompetisi diharapkan para remaja dapat mengasah kemampuan dan menunjukkan bakatnya. 

"Ini merupakan pertama kali saya mencoba berkomunikasi dengan generasi muda melalui E-Sport. Hal baru dan sesutu yang menarik bagi saya," kata Sadiq. 

Pihaknya berharap dukungan dari berbagai kalangan akan mempercepat pengembangan E-sport di wilayah Tulungagung, Kediri dan Blitar. 

"Turnamen ini dapat menumbuhkan sportivitas, kreativitas, kekompakan dan adu strategi. Bahkan melalui gim, anak muda dapat berprestasi," jelasnya. 

MK Tolak Gugatan Sengketa Pilkada Tulungagung, KPU Segera Tetapkan Calon Terpilih

 

Tulungagung - Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa hasil Pilkada Tulungagung 2024 yang diajukan pasnagan calon Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti. KPU setempat segera menetapkan calon bupati terpilih. 

Dalam sidang MK yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Mahkamah Konstitusi RI. Ketua majelis hakim Suhartoyo menegaskan perkara nomor 202/PHPU.BUP-XXIII/2025 yang diajukan kuasa hukum Martoyo-Didik ditolak. 

"Tidak dapat diterima," kata Suhartoyo, Selasa (4/2/2025). 

Sementara itu Ketua KPU Tulungagung Mohammad Lutfi Burhani mengaku menghormati putusan MK. Pihaknya menilai keputusan tersebut merupakan yang terbaik dari kacamata hukum dan harus dihormati. 

"Kami berterima kasih kepada semua pihak, juga menghargai dari paslon 03 yang sudah menyampaikan gugatan. Kami hormati itu karena hak demokrasi dan kita harus hormati bersama," kata Burhani. 

Selanjutnya KPU akan segera mengambil langkah lanjutan pascaputusan MK tesebut. Rencananya pihaknya akan menetapkan calon kepala daerah terpilih sesuai hasil rekapitulasi tingkat kabupaten. 

"Pleno penetapan paling lambat satu hari setelah KPU menerima pemberitahuan putusan dari MK. Kemungkinan kami akan pleno penetapan calon kepala daerah terpilih pada 6 Februari, pukul 19.00 WIB, ini masih tentatif," ujarnya. 

Selain itu KPU juga akan menerbitkan surat penyampaian usulan pengesahan dan pengangkatan calon terpilih kepada Ketua DPRD Tulungagung. 

"Surat tersebut kami lampirkan surat dari MK terkait putusan hasil perkara Pilkada Tulungagung, kemudian kami lampirkan hasil rekapitulasi suara dan surat penetapan calon terpilih," jelasnya. 

Pilkada Tulungagung 2024 diikuti oleh empat pasangan calon, nomor urut satu Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharudin, nomor dua Santoso-KH Samsul Umam, nomor tiga Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti dan nomor empat Budi Setiyahadi-Susilowati. 

Dari hasil rekapitulasi di tingkat kabupaten pasangan Gatut-Baharudin yang diusung Partai Gerinda, Partai Golkar dan PKS unggul dengan memperoleh 297.882 suara (50,72 persen). Posisi kedua ditempati paslon Martoyo-Didik dengan perolehan 203.107 suara (34,59 persen), posisi ketiga paslon Santoso-Samsul 60.962 suara (10,38 persen), sedangkan paling buncit ditempati Budi-Susi dengan 25.298 suara (4,31 persen). 

Sarmuji-Pak Carik Turun Gunung Menangkan Pasangan Cabup Gatut-Baharudin

Tulungagung - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji dan mantan Sekda Jawa Timur Heru Tjahjono turun gunung dalam kampanye akbar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo -Ahmad Baharudin (Gabah). 

Kampanye yang digelar di halaman GOR Lembu Peteng Tulungagung tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari 19 kecamatan. 

Sekjen Partai Golkar Sarmuji, optimistis paslon nomor urut satu tesebut mampu memenangkan kontestasi Pilkada Tulungagung, hal ini terbukti dari banyaknya jumlah warga yang hadir dalam kegiatan kampanye akbar tesebut. 

"Ada berbagai warna di sini, ada kuning, biru, putih bahkan ada merah juga. Insya Allah semua bersatu memenangkan pasangan Gabah," kata Sarmuji dihadapan massa kampanye, Sabtu (2/11/2024). 

Menurutnya akronim Gabah menjadi simbol sekaligus semangat jika kandidat yang diusung koalisi partai parlemen, Gerindra, PKS dan Golkar tersebut peduli terhadap pangan. 

"Dari namanya (Gabah) saja kita sudah tahu bahwa Pak Gatut Sunu ini nanti akan menjamin ketersediaan pangan masyarakat Tulungagung," ujarnya. 

Ia mengaku mengenal baik sosok Gatut Sunu sebagi pribadi yang cukup sederhana dan merakyat. Padahal calon bupati tersebut merupakan pengusaha yang sukses. 

"Saya tahu benar Pak Gatot Sunu, orangnya sederhana meskipun Sebenarnya Pak Gatut ini kaya raya, tetapi sangat sederhana. Membuktikan kalau Gatut Sunu ini sama dengan panjenengan semua, bersedia hidup dengan panjenengan," imbuhnya. 

Anggota DPR RI ini berkomitmen untuk mengawal proses pembangunan lima tahun ke depan. Bahkan Sarmuji dan Heru Tjahjono berjanji akan membawa program-program pembangunan dari pusat ke Tulungagung. 

"Kami anggota DPR RI, saya Muhammad Sarmuji ini ada Pak Heru Insya Allah akan sama-sama mendukung kemajuan Tulungagung," jelasnya. 

Sementara itu anggota DPR RI yang juga mantan Sekda Provinsi Jawa Timur dan mantan Bupati Tulungagung Heru Tjahjono berkomitmen akan membantu Tulungagung melalui legislatif di tingkat pusat. 

"Tadi disampaikan oleh Pak Sarmuji, saya di DPR RI Insya Allah kami akan membantu untuk Tulungagung ke depan lebih bagus, makmur, lebih bersih dan menjadi kota sentral di Mataraman, maju UMKM-nya," kata Heru. 

Pihaknya berpesan, jika berhasil menjadi bupati dan wakil bupati, pasangan Gabah diminta untuk merangkul semua kalangan. "Hasil bupati sebelumnya yang baik dilanjutkan yang tidak baik diperbaiki," jelasnya. 

Di sisi lain Cabup Gatut Sunu, berjanji akan berusaha memajukan Tulungagung dari berbagi sektor. 

"Kemajuan masyarakat nomor satu, kebangkitan UMKM, SD-SMP gratis nomor satu, bantuan pertanian perkebunan nomor satu," kata Gatut. 

Ia pun berjanji akan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat serta melakukan percepatan pembangunan, terutama instruktur jalan. 

Ini Profil Bupati Tulungagung Maryoto, Pengganti Syahri Mulyo

Tulungagung - Maryoto Birowo resmi dilantik menjadi Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 2018-2023 oleh Gubernur Jawa Timur menggantikan Bupati Syahri Mulyo yang kini menjadi terpidana korupsi.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung tersebut merupakan mantan birokat yang telah malang melintang di berbagai instansi Pemerintah Kabupaten Tulungagung. 

Sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi wakil bupati, Maryoto mengampu jabatan terakhir sebagai sekretaris daerah (sekda).

"Dulu adalah birokrat, terakhir itu sebagai sekda. Beliau juga pernah menduduki posisi sebagai Kabag Pembangunan, kemudian juga pernah menjabat sebagai kepala dinas pendapatan, kepala dinas pendapatan, kepala bappeda serta kepala dinas pendapatan," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tulungagung, Sudarmaji, Selasa (13/8/2019.

Saat menjabat sebagai sekretaris daerah, pada tahun 2013 Maryoto memutuskan untuk terjun ke dunia politik praktis dan mencalonkan diri sebagai wakil bupati mendampingi Syahri Mulyo. Pada 2013, pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo diusung oleh koalisi partai kecil yakni PKNU (5 kursi) Partai Patriot (2) dan PDP (1). Serta didukung sejumlah partai non parlemen lainnya.

Upaya terjun ke politik tersebut menemui jalan berliku, sang kandidat Bupati Syahri Mulyo mendapatkan sanksi politik dari PDIP berupa pemecatan sebagai kader, lantaran membelot dan mencalonkan bupati melalui partai lain.

Meski hanya diusung koalisi kecil, pasangan SahTo (Syahri Mulyo-Maryoto Birowo) berhasil melenggang menjadi pimpinan daerah dengan mempecundangi kandidat yang diusung PDIP dan PKB Isman-Tatang yang hanya memperoleh 15,65 persen suara, serta berada di bawah pasangan Bambang Adyaksa-Anna Luthfie yang mendapatkan 24,17 persen. Sedangkan calon petahana M Athiyah-Budi Setijahadi hanya memperoleh 15 persen suara.

Pada era kepemimpinan Syahri dan Martoyo, Pemkab Tulungagung mendapat berbagai penghargaan Satya Lencana Pembangunan di tahun 2016 dan 2017. Pasangan tersebut juga dinilai berhasil melakukan revitalisasi kawasan bantaran Sungai Ngrowo menjadi destinasi kuliner dan wisata yang kini dikenal sebagai Pinka atau Pinggir Kali.

Setelah lima tahun menjabat sebagai pasangan kepala daerah, Syahri-Maryoto kembali maju sebagai kandidat kepala daerah untuk periode kedua pada pilkada 2018. Namun kendaraan politik yang ditumpangi berubah, Syahri memilih kembali ke PDIP yang sempat memecatnya.

Di tengah hiruk-pikuk masa kampanye dan persiapan pencoblosan, badai politik menggegerkan Tulungagung, KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menetapkan Syahri Mulyo sebagai tersangka korupsi bersama sejumlah pejabat dan pihak swasta.

Di tengah memanasnya suhu politik, koalisi PDIP dan Partai Nasdem terus berupaya melakukan usaha pemenangan. Hasilnya pasangan SahTo memenangkan kontestasi pilkada dan menumbangkan pasangan Margiono-Eko Prisdianto yang diusung koalisi besar. Petahana Syahri Mulyo-Maryoto Birowo yang diusung PDIP dan Partai NasDem menang telak dengan memperoleh 356.201 suara atau 60 persen sedangkan rivalnya Margiono-Eko mendapatkan 237.775 atau 40 persen suara.

Usai memenangkan pilkada suhu politik Tulungagung terus menghangat, sebab sejumlah pejabat bolak-balik dipanggil KPK dalam kasus korupsi yang menjerat Syahri Mulyo dan kawan-kawan. Bahkan Sang wakil Maryoto juga sempat dipanggil dan dimintai keterangan oleh KPK. Rumah Martoyo juga pun tidak luput dari penggeledahan lembaga anti rasuah.

Di tengah bergulirnya proses hukum terhadap Syahri Mulyo, Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat keputusan untuk melantik pasangan SahTo sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung periode 2018-2023.

Syahri dan Maryoto akhirnya dilantik sebagai kepala daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri pada 25/9/2019 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Namun jabatan Syahri sebagai kepala daerah langsung dinonaktifkan, lantaran yang bersangkutan bertatus sebagai tananan KPK.

Untuk menjalankan roda pemerintahan di Tulungagung Kemendagri menunjuk Maryoto Birowo sebagai Pelaksana tugas (Plt) Bupati Tulungagung sejak tanggal pelantikan.

Kasus korupsi itupun akhirnya bergulir hingga pengadilan dan Syahri Mulyo divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 700 juta oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya. Selain itu hak politik Syahri juga dicabut dalam kurun waktu lima tahun.

Setelah kasus hukum Bupati Syahri berkekuatan hukum tetap, Kemendagri akhirnya mengangkat Maryoto Birowo sebagai Bupati Tulungagung sisa masa jabatan 2018-2023 menggantikan Syahri Mulyo.

Pelantikan dilakukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa, 23/8/2019. 

Hadiri Rakerda Partai Demokrat Jatim, Ini Pesan SBY

Tulungagung - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri langsung Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Jawa Timur yang dilakukan di Tulungagung. SBY memberikan sejumlah pesan khusus kepada seluruh komponen partai untuk memenangkan Pilkada Jatim dan pilkada di masing-masing kabupaten. 

SBY hadir di GOR Rejoagung, Tulungagung bersama istrinya Kristiani Yudhoyono serta didampingi oleh Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo serta pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. 

Dalam sambutannya, Presiden Indonesia Ke-6 tersebut meberikan sejumlah pesan khusus kepada 1500 kader partai dari seluruh Jawa Timur. Menurutnya Partai Demokrat siap untuk menyongsong Pilkada 2018 sekaligus Pemilu 2019. 

"Mata rantainya adalah menang Pilkada 2018, kemudian Insya Allah menang Pemilu 2019. Ada yang mengatakan partai itu tidak penting, karena sudah pemilihan langsung, yang menentukan ya calonnya, calon gubernur dan wakilnya, calon bupati dan wakilnya, calon walikota dan wakilnya," kata SBY, Minggu (25/2/2018).

Namun ia mengaku memilik pendapat yang berbeda, karena antara pasangan calon kepala daerah, mesin partai memiliki peran yang sama pentingnya untuk memenangkan kontestasi pilkada. 

"Saya tegaskan di sini wajib hukumnya para pemimpin dan kader Partai Demokrat Jawa Timur, mulai DPD, DPC, PAC sampai ranting dan sayap-sayap organisasi memenangkan calon-calon yang kita usung," ujarnya. 

Upaya dari pasangan calon dan tim sukses serta kerja keras dari partai melalui mesin partai harus diintegrasikan dikolaborasikan dan disinergikan, sehingga setiap langkah yang dilakukan di seluruh wilayah Jawa Timur maupun kabupatan kota bisa berhasil. 

Lebih lanjut SBY menilai Khofifah dan Emil Dardak merupakan paket calon kepala daerah yang idel untuk memimpin Jawa Timur lima tahun ke depan, karena keduanya memiliki integritas, rekam jejak serta kapabilitas dalam mengemban amanah rakyat. 

"Calon pemimpin itu harus punya integritas yang baik, punya rekam jejak yang baik, punya kapabilitas, artinya mampu mengemban tugas dan dicintai oleh rakyat, ibu Khofifah memiliki semua. Kecintaanya kepada rakyat kepeduliannya kepada masalah-masalah yang didahadapi oleh rakyat adalah modal," imbuhnya.  

Dikatakan, selain Khofifah, ia juga kenal baik dengan sosok Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardal. Dikatakan, saat SBY menjadi presiden, Emil ikut serta telah memberikan sumbangsih dalam merancang pembangunan. 

"Ketika saya memimpin Indonesia, Bung Emil Dardak ini salah satu pelaku utama dalam merancang pembangunan di bidang ekonomi, waktu itu kami merancang pembangunan infrastruktur dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), dialah orangnya. Ini tokoh muda yang cerdas," kata SBY. 

Ketua Umum Partai Demokrat meminta para calon kepala daerah yang diusung partainya di Pilkada Jatim maupun di masing-masing kabupaten dan kota untuk memaksimalkan masa kampanye dengan bertemu rakyat secara langsung. Metode tersebut dinilai sangat efektif untuk menggalang kekuatan. 

"Lakukan sebanyak mungkin, sebanyak mungkin dengan semua kalangan, petani, melayan, guru, pedagang buruh sampai tingkat atas. Lakukan komunikasi dengan semua," ujarnnya diharapan dibuan pengurus partai. 

Sementara itu Ketua DPD Patai Demokrat Jatim, Soekarwo memastikan seluruh median partai sudah siap untuk memanangkan pasangan Khofifah-Emil serta para calon kepala daerah di tingkat kabupaten/kota. 

"Prinsip, untuk pilgub calonnya Bu Khofifah dan Mas Emil, partai siap untuk memenangkan total. Untuk 10 calon bupati dari Demokrat, enam wakil bupati dari Demokrat dan pengusung dua, di Kediri dan Pasuruan, semua mesin partai dijalankan dan langsung dikontrol oleh ketua umum," katanya. 

Menurutnya, apabila ada kader yang tidak menjalankan instruksi partai, pihaknya akan melakukan pemanggilan dan memberikan teguran keras, namun apabila tetap melanggar instruksi maka akan dilakukan tindakan tegas kepartaian. 

Dikonfirmasi terpisah, Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengaku mesin partai memiliki peran yang sangat penting untuk proses pemenangan dalam kontestasi Pilkada Jatim. Karena mesin partai juga bertugas untuk menyiapkan para saksi yang ada di selruh tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Jatim. 

"Saya dan Mas Emil berterimakasih karena Pak SBY memberikan endorsement di forum yang sangat strategis di Rakerda Partai Demokrat Jawa Timur saat ini. Sehingga mereka mendengat langsung instruksi dari Pak SBY, untuk menggerakkan seluruh roda partai dan aparatur partai untuk memenangkan Pilgub dan pilkada di Kabupaten/kota," ujarnya. 


Pasangan Perseorangan Tulungagung Akui Berat Penuhi Syarat Dukungan


Tulungagung - Pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah Tulungagung ditutup dengan penyerahan berkas pasangan calon dari jalur perseorangan, Suparlan-Suprayitno.

Pasangan kandidat tersebut datang ke Kantor KPU Tulungagung di Jalan KHR Abdul Fattah Gg IV Nomor 3 Tulungagung pada pukul 21.45 WIB. Pihak KPU langsung melakukan proses verifikasi dan pemeriksaan berkas yang telah diserahkan.

Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, mengatakan, proses pemeriksaan berkas dilakukan hingga tengah malam. Hasilnya, persyaratan pendaftaran pasangan Suparlan-Suprayitno masih banyak ditemukan sejumlah kekurangan.
"Sesuai hasil pleno yang kami lakukan, KPU menerima berkas tersebut, namun pihak pasangan bakal calon harus melengkapi kekuragan pada masa perbaikan,"  katanya, Kamis (11/1/2018).

Sejumlah kekurangan yang belum dilengkapi oleh kandidat jalur perseorangan tersebut antara lain, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Laporan Harta Kekayaan Penyelengga Negara (LHKPN),  surat keterangan tidak memiliki tanggungan utang, serta sejumlah persyaratan lainnya.

"Rata-rata yang kurang adalah syarat calon,  untuk syarat pencalonan kan sudah ada, yaitu hasil verifikasi dukungan tahap pertama yang lalu," imbuhnya.

Namun suprihno menambahkan, pasangan tersebut juga wajib menyerahkan dukungan dari masyarakat dua kali lipat dari jumlah kekurangan atau 90.062 dukungan.

"Karena Pak Suparlan hanya memiliki 18.721 dukungan sah dari proses verifikasi faktual lalu, maka masih kurang 45.031 dukungan, dua kali lipatnya, yaitu 90.062 dukungan," imbuhnya.

Sementara itu, bakal Calon Bupati Tulungagung, Suparlan mengaku sejumlah kekurangan tersebut pihaknya, akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi seluruh perayaratan yang diwajibkan.

"Terus terang saja kami yang tumbuh dari masyarakat, yang namanya independen juga tumbuh dari rakyat, tapi rasanya sangat berat sekali persyaratannya itu," ujarnya.

Pihaknya berharap, kedepan regulasi yang menyangkut syarat dukungan dari masyarakat untuk jalur perseorangan bisa dipermudah, sehingga para kandidat perseorangan bisa bersaing dengan calon dari jalur partai politik.

"Agar semuanya sama-sama bisa berjuang dan menikmati pilkada ini dengan jurdil, karena memimpin dan dipimpin itu adalah hak semua warga," imbuhnya.

Meskipun demikian, Suparlan akan berusaha menggalang dukungan sehingga mampu memenuhi persyaratan dukungan masyarakat pada masa perbaikan. 

Ketua PWI Daftar Pilkada, Ini Sikap Pengurus


Tulungagung - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, belum mengambil sikap terkait Pencalonan Ketuanya, Margiono yang terjun ke politik praktis dengan mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Tulungagung 2018. 

Ketua Bidang Daerah PWI Pusat, Atal Depari, mengatakan, kemungkinan besar Margiono akan nonaktif dari jabatannya dan menunjuk pelaksana harian, guna menjalankan roda organisasi. 

Namun wacana tersebut belum dijalankan oleh para pengurus, karena sesuai dengan aturan organisasinya tidak ada regulasi yang mewajibkan ketuanya untuk mundur saat maju dalam pilkada. 

"Artinya beliau mungkin akan nonaktif, nantinya kami akan pleno dibimbing oleh beliau, kemudian ditetapkan siapa pelaksana hariannya. Tapi pada saat kongres beliau tetap harus mempertanggungjawabkan kepengurusannya. Waktunya kami sendiri belum pasti, bisa jadi Juni atau Juli. Kami akan suport kami ini tokoh kita, apalagi bagi PWI Pak Margiono sangat sukses," katanya, Rabu (10/1/2018).

Atal menambahkan, meskipun ketua PWI mencalonkan diri dalam Pilkada, pihaknya mengimbau seluruh anggotanya untuk tetap menjaga independensi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai jurnalis. 

Maju Pilkada Tulungagung, Ketua PWI : Golek Gawean


Tulungagung - Ketua PWI Pusat Margiono mengaku sengaja maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tulungagung 2018 untuk mendapatkan perkerjaan yang dinilai lebih bermanfaat setelah habis masa tugasnya di organisasi wartawan. 

"(Motivasinya) Golek gawean, gaweanku ketua PWI wes entek tahun ini, jadi ya golek gawean anyar  (pekerjaan saya sebagai Ketua PWI sudah habis tahun ini, jadi cari kerjaan baru) yang manfaat untuk keluarga dan masyarakat," kata Margiono di sela-sela pendaftaran di KPU Tulungaagung. 

Pihaknya mengaku siap untuk berkompetisi memperebutkan kursi Tulungagung satu melawan kandidat petahana Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo. Optimisme tersebut didukung oleh masih politik sembilan partai politik yang mengusungnya. "Tidak ada terget (suara), sebanyak-banyaknya.," ujarnya.  

Disinggung terkait, program yang akan diusung, Ketua PWI ini mengaku akan melakukan pembenahan seluruh sektor agar lebih baik dibanding pemerintahan yang dijalankan saat ini. 
"Program setiap orang bisa membuatnya, pendidikan baik, pendidikan murah, sandang pangan sembako murah, pendidikan keagamaan bagus, ekonomi berkembang, semua orang pasti begitu, praktiknya yang penting," ungkapnya. 

Dalam Pilkada Tulungagung 2018 ini Margiono dan pasangannya Eko Prisdianto diusung oleh sembilan partai politik dengan jumlah kekuatan di DPRD sebanyak 37 kursi. Kesembilan parpol tersebut adalah Partai Gerindra, Partai Hanura, PKB, Partai Demokrat, PAN, PPP, PBB dan PKS. 

Sementara itu KPU Tulungagung memastikan menerima berkas pendaftaran dari Margiono-Eko Prisdianto, setelah dilakukan proses pemeriksaan syarat administrasi pencalonan dan dukungan pencalonan. 

"Untuk pasnagan ini sudah memenuhi syarat, namun ada dua kekurangan karena masih proses, yaitu LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) dan yang kedua adalah surat pernyataan tidak memiliki tangguan utang dari Pengadilan Negeri Tulungagung," katanya. 

Menurutnya, selanjutnya KPU akan melakukan verifikasi faktual terhadap berkas pencalonan yang diserahkan oleh masing-masing pasangan calon. Selain itu KPU juga mempersiapkan tahapan berikutnya, yakni tes kesehatan bagi seluruh kandidat yang mendaftar. 

Dengan pendaftaran Margiono, maka pencalonan dari jalur partai politik dinyatakan telah ditutup, karena partai politik yang memiliki kursi di DPRD Tulungagung telah habis. 

"Total 50 kursi DPRD, 13 kursi mendaftarkan petahana Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo dan 37 kursi mendaftarkan Margiono-Eko Prisdianto. Tinggal nanti kami menunggu calon perseorangan Pak Suparlan-Suprayitno  sampai pukul 24.00 WIB," ujar Suprihno. 

Daftar Cabup Tulungagung, Ketua PWI Pusat Tidak Mundur


Tulungagung - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Margino memastikan tidak akan mundur dari jabatannya sebagai ketua organisasi profesi wartawan meskipun terjun ke politik praktis sebagai calon Bupati Tulungagung

Margiono mengatakan, sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PWI tidak ada pasal yang mewajibkan anggota maupun pengurus yang maju dalam pilkada untuk mengundurkan diri. 

"Saya berakhir di PWI Juni, tidak perlu mundur saya, di aturan PWI tidak ada aturan mundur. (apakah ada plt) Tergantung saya, kalau saya bilang plt ya plt, pelaksana harian maka ya pelaksana harian," katanya di Kantor KPU Tulungagung, Rabu (10/1/2018). 

Dalam Pilkada Tulungagung 2018, Ketua PWI Pusat Margiono mendaftarkan diri sebagai kandidat Calon Bupati berpasangan dengan dalang wayang kulit, Eko Prisdianto. Pasangan ini diusung oleh sembilan partai politik dengan kekuatan mayoritas, yakni 37 kursi di DPRD Tulungagung

Sementara itu kandidat petahana Syahri MUlyo-Maryoto Bhirowo diusung 13 kursi DPRD Tulungagung, dengan rincian 12 kursi PDIP dan 1 kursi Partai Nasdem.

Ketua PWI Pusat Daftar Cabup Tulungagung

Tulungagung - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat, Margiono mendaftarkan diri sebagai bakal Calon Bupati Tulungagung ke kantor KPU setempat dengan menggandeng dalang Eko Prisdianto.

Margiono datang ke Kantor KPU Tulungagung di Jalan KHR Abdul Fattah  Pukul 13.15  bersama perwakilan sembilan parpol pengusung, satu parpol pendukung serta ratusan simpatisan, dengab diiringi kesenian rebana.
Proses pendaftaran sempat tertunda hingga setengah jam karena menunggu kehadian ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Adim Makarim.

Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, mengaku terpaksa menunda proses pendaftaran beberapa saat, karena seusai PKPU III, pasangan calon harus datang langsung bersama ketua partai pengusungnya ke tempat pendaftaran.

"Sekarang pimpinan parpol sudah hadir maka proses pendaftaran sudah bisa dimulai," katanya, Rabu ( 10/1/2018).

Sementara itu Ketua DPC Hanura Tulungagung, Hambali, mengatakan, para pengurus partai politik tersebut sengaja datang ke kantor KPU untuk mengantarkan dan mendaftarkan pasangan yang telah direkomendasi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung periode 2018-2023.

"Pasangan Calon Bupati yaitu Pak Margiono dan  Calon Wakil Bupati Pak Eko Prisdianto," katanya.

Menurutnya, sesuai sengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh pimpinan pusat partai politik terdapat sembilan parpol yang menyatakan mengusung ketua PWI tersebut, yakni,  Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Demokrat, PAN, PKS, PKB, PPP dan PBB. Sembilan parpol tersebut memikiki kekuatan kursi di DPRD Tulungagung sebanyak 37. 

"Ada sembilan partai yang mengusung, sembilan ini adalah angka keramat, semoga bisa sukses dalam pencalonan ini," katanya.

Sementara itu Komisioner KPU Tulungagung, Mohammad Fattah Masrun mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penelitian kelengkapan berkas pasangan bakal calon kepala daerah tersebut sebelum.

"Kami akan teliti terlebih dahulu seluruh berkas yang disyaratkan, kami butuh waktu sekitar satu jam, nanti apabila telah lengkap akan kami terima dan diberikan tanda bukti penerimaan," ujarnya.

Hingga saat ini terdapat dua pasangan Balon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung yang mendaftarkan diri ke KPU setempat, yakni pasangan petahana Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo yang diusung PDIP (12 kursi) serta Partai Nasdem (satu kursi) serta pasangan Margiono-Eko Prisdianto yang diusung sembilan parpol parlemen dengan total kekuatan 37 kursi. 

Calon Petahana Tulungagung Lengkapi Berkas Pendaftaran

Tulungagung - Pasangan petahana bakal Calon Bupati dan Wakil Bupatu Tulungagung, Syahri Mulyo-Maryoto Bhirowo (Sahto) kembali ke KPU setempat untuk melangkapi sejumlah berkas pendaftaran untuk Pilkada 2018. 

kandidat yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Nasdem tersebut datang langsung ke KPU Tulungagung dengan didampingi asisten dan sejumlah pendukungnya. Mereka menyerahkan kekurangan berkas berupa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) serta surat keterangan tidak memiliki tunggakan utang. 

"Ini sudah kami lengkapi sehingga InsyaAllah hari ini semua persyaratan sudah kami penuhi, tinggal nanti diverifikasi oleh KPU Tulungagung," katanya, dikantor KPU Tulungagung, Rabu (10/1/2018). 

Sementara itu Ketua KPU Tulungagung, Suprihno membenarkan penyerahan berkas perbaikan yang dilakukan oleh pasangan Sahto. Dengan penyerahan berkas tambahan tersebut maka pasangan petahana hanya kurang menyerahkan daftar tim kampanye. 

"Sebetulnya kemarin itu untuk surat keterangan tidak punya tanggungan utang sudah diserahkan, tetapi keliru, karena yang mengeluarkan adalah Pengadilan Tata Niaga Surabaya, seharusnya Pengadilan Tulungagung," katanya. 

Dijelaskan, sesuai dengan mekanisme yang ada, untuk kelengkapan berkas tim kapanye masih bisa diserahkan hingga tanggal 16 mendatang, bersamaan dengan proses verifikasi berkas pendaftaran. 



Saat ini KPU Tulungagung masih menunggu proses pendaftaran dari bakal calon lain yang sebelumnya telah mengambil berkas pendaftaran. Diperkirakan masih ada dua bakal calon yang akan mendaftar, yakni pasangan Margiono-Eko Prisdianto yang diusung koalisi besar serta pasangan perseorangan Suparlan-Suprayitno. 

Calon Petahana Tulungagung Belum Serahkan LHKPN




Tulungagung - Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati petahana Tulungagung, Syahri Mulyo-Maryoto Birowo masih memiliki kekurangan persyaratan dalam pendaftaran. 

Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, mengatakan, berkas yang masih belum diserahkan adalah Laporan Harta Kekayaan Pejabatan Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Informasinya itu sudah diproses, hanya saja untuk surat tanda terimanya belum belum diterima. Karena sudah diproses maka masih bisa di lakukan proses perbaikan hingga akhir pendaftaran," katanya, Senin (8/1/2018). 

Meski demikian, KPU menyatakan berkas pendaftaran telah menenuhi persyaratan dan diberikan tanda terima. Sedangkan kekurangan berkas bisa diserahkan pada hari berikutnya. 

Sementara itu, bakal Calon Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, mengaku siap melengkapi seluruh berkas yang masih kurang. Pihaknya menargetkan dalam dua hari ke depan akan terpenuhi. 

" Kami harus mempersiapkan diri, kalau ada yang pilih  kurang akan kami penuhi. Setelah itu kami akan mengikuti tes kesehatan maupun psikologi," katanya. 

Dikatakan, dalam Pilkada tahun ini pihaknya optimistis mampu memenangkan proses pemilihan kepala daerah tersebut. Pihaknya mengklaim, dengan berbekal dukungan dari PDIP dan Partai Nasdem akan lebih mudah untuk merebut kursi Tulungagung satu. 

"Kami tetap optimistis, dulu kami bukan siapa-siapa, tapi sekarang kinerja kami sudah jelas, maka target kemenangan harus lebih baik (dibanding lima tahun lalu)," ujarnya. 

Bacalon petahana Pilkada Tulungagung 2018 ini merupakan kandidat pertama yang mendaftarkan diri sebagai peserta pilkada, dengan diusung 13 kursi DPRD, masing-masing PDIP 12 kursi dan Partai Nasdem satu kursi. 

Daftar Pertama, Petahana Tulungagung Diarak Seribu Pendukung



Tulungagung - Pasangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo-Maryoto Birowo mendaftarkan diri ke KPU setempat dengan diantar oleh seribu lebih pendukungnya. 

Arak-arakan kandidat petahana ini dimulai dari kantor DPC PDI Perjuangan, selanjutnya massa bergerak mengelilingi kota dengan iring-iringan sepeda motor. Selanjut pasangan petahana diantar lokasi pendaftaran sekitar pukul 10.30 WIB dengan diiringi hadrah serta kesenian tradisional. 

Dalam proses pendaftaran di KPU, pasangan berakronim Sahto yang diusung PDIP dan Partai Nasdem tersebut, diterima langsung oleh Ketua KPU, Suprihno serta seluruh komisioner. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Supriyono, mengatakan, partainya dan Partai Nasdem mendaftarkan Sahto untuk ikut berkompetisi dalam Pilkada Tulungagung 2018. 

"Kami ke KPU untuk mengantarkan Sahto, harapan kami pasangan kami diterima, dan apabila ada kekurangan bisa segera diberi informasi agar bisa dipenuhi," katanya, Senin (8/1/2018).

Pihaknya mengaku akan mengikuti seluruh tahapan dan prosedur yang ditetapkan dalam proses pendaftaran calon kepala daerah. KPU diharapkan aktif menjalin komunikasi dengan tim pasangan calon, sehingga apabila ada informasi bisa segera diterima. 

Sementara itu, Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, mengatakan, pasangan Syahri Mulyo-Maryoto Birowo merupakan kandidat kepala daerah yang pertama kali mendaftar ke KPU Tulungagung. Pihaknya menerima langsung seluruh berkas pendaftaran pasangan Sahto, dilanjutkan dengan pengecekan oleh tim KPU.

" Nanti apabila sudah dinyatakan lengkap maka akan kami berikan tanda terima berkas pendaftaran," katanya. 

Surprihno bersyukur karena di hari pertamanya pendaftaran bakal calon kepala daerah, langsung ada yabg mendaftarkan diri. Diharapkan, seluruh tahapan pendaftaran dan pilkada berjalan dengan lancar dan sesuai tahapan yang ditetapkan. 

Nasdem Ikut Rekom Syahri Mulyo

Tulungagung - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem mengeluarkan surat rekomendasi untuk mengusung bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung Syahri Mulyo-Maryoto Birowo dalam Pilkada 2018 bersama PDIP.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Tulungagung, Ahmad Djadi, mengatakan surat rekomendasi tersebut telah diserahkan langsung kepada calon petahana pada Kamis malam.
"Ini prosesnya panjang, pada Agustus 2017 DPP melakukan survei terhadap elektabilitas para kandidat dan memang pasangan Sahto (Syahri Mulyo-Maryoto Birowo) lebih unggul dari yang lain,"  katanya, Jumat (5/1/2018).

Selain faktor elektabilitas, keputusan untuk memberikan rekomendasi kepada calon petahana tersebut juga dilihat dari progres pembangunan yang telah dilakukan pasangan tersebut selama hampir lima tahun terakhir.

"Kami mengamati, pembangunan fisik terus meningkat, terlebih (pelaksanaan) dana desa (DD) Tulungagung nomor satu di Indonesia. Jadi melihat realita yang ada akhirnya menjatuhkan dukungan ke Sahto," ujarnya.

Djadi mengaku akan menggerakkan seluruh elemen partainya untuk memenangkan pasangan incumbent tersebut di seluruh wilayah Tulungagung.

Sementara itu, bakal Calon Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo mengatakan, tambahan pengusung dari partai besutan Surya Paloh tersebut memberikan asupan energi tambahan untuk memenangkan pilkada  27 Juni mendatang.

"Kami sudah komunikasi sebulan lebih, tapi sifatnya prifat sehingga tidak gegabah menyampaikan informasi itu. Sebenarnya rekomendasi itu sudah terulis 14 Desember 2017, tapi sebelum itu kan ada proses," katanya.

Dengan bergabungnya Partai Nadem, jumlah pengusung calon petahana menjadi dua parpol, yakni PDIP dengan 12 kursi di DPRD Tulungagung dan Partai Nasdem satu kursi.

Polres Tulungagung Terima Anggaran Pengamanan Pilkada Rp4 M

Tulungagung - Kepolisian Resort Tulungagung, menerima kucuran anggaran pengamanan Pilkada 2018 sebesar Rp4 miliar, mulai awal hingga akhir tahapan Pilkada.

Kapolres Tulungagung, AKBP Yong Ferrydjon, mengatakan, anggaran yang berasal dari APBD Tulungagung tersebut akan digunakan untuk melakukan pengamanan seluruh rangkaian dalam tahapan pemilihan Bupati Tulungagung maupun pemilihan Gubernur Jawa Timur.

"Alhamdulillah yang disetujui sekitar Rp4 miliar. Kalau untuk pola pengamanan akan kami sampaikan nanti, karena di sini belum tahu jumlah calonnya ada berapa," katanya, Jumat (5/1/2018).

Pihaknya optimistis, anggaran yang disediakan tersebut cukup untuk membiayai seluruh proses pengamanan yang dijalankan. Sedangkan untuk mendukung pengamanan Pilkada Tulungagung, polisi menyiapkan 750 personil atau tiga perempat dari seluruh kekuatan Polres Tulungagung.

"Itu nanti masih akan didukung personil dari instansi lainnya. Kami akan selalu mengamankan disetiap rangkaian pilkada," ujarnya kepada sejumlah wartawan di Mapolres Tulungagung.

Yong menambahkan, selain menyiapkan para personil pengamanan, pihaknya juga telah menyiagakan sekumlah piranti pendukungnya, mulai dari armada hingga persenjataan.

"Kami juga sudah melakukan pemetaan terhadap kerawanan yang bada di sini, karawanan itu macam-macam mulai dari kecurangan hingga yang lainnya," jelasnya.

Sementara itu Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo menegaskan, pemerintah daerah telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pilkada, termasuk ketersediaan anggaran.

"Semuanya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, anggaran dan lain sebagainya. Kami berharap seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) termasuk Satpol PP maupun Kesbang dapat mendukung penuh pelaksaan pilkada," katanya.