Tulungagung – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tulungagung, Yuyun Baharudin, bersama rombongan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tulungagung melakukan kunjungan kerja ke pabrik manufaktur kosmetik PT Mash Moshem Indonesia (MMI) di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak melihat langsung (factory tour) proses produksi kosmetik berstandar industri, mulai dari tahap pengolahan bahan hingga praktik pembuatan body scrub atau lulur secara langsung.
CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia, menjelaskan bahwa perusahaan jasa maklun kosmetik ini telah berdiri di Tulungagung sejak tahun 2011 dan terus mengalami perkembangan pesat. Hingga saat ini, PT MMI telah memproduksi lebih dari 2.000 jenis produk kosmetik dan menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Sebagai industri manufaktur yang berbasis di daerah, PT MMI berkomitmen untuk terus menggerakkan roda perekonomian lokal. Melalui sistem maklun, perusahaan membuka peluang kerja sama bagi para pengusaha maupun entrepreneur baru yang ingin terjun ke bisnis kosmetik dengan modal terjangkau.
Sistem ini dinilai efisien karena pelaku usaha tidak perlu membangun pabrik sendiri. Seluruh proses produksi, pengurusan izin BPOM, hingga legalitas merek ditangani langsung oleh PT MMI.
Jajaki Potensi Kerja Sama dengan Pengrajin Lokal
Kunjungan ini tidak hanya berfokus pada industri kosmetik, tetapi juga melahirkan gagasan kolaborasi lintas sektor antara industri manufaktur dan pengrajin lokal di Tulungagung.
Ketua TP-PKK Tulungagung, Yuyun, mengaku terinspirasi untuk melibatkan para pelaku UMKM dan pengrajin daerah dalam mendukung kemasan maupun wadah produk kosmetik.
"Saya terinspirasi untuk mengajak masyarakat atau pengrajin lokal, baik pembuat tas, dompet, kemasan kain, hingga pengrajin bahan alam seperti bambu dan tikar. Wadah yang ramah lingkungan tentu punya daya tarik tersendiri. Ini sekaligus jadi peluang untuk mengenalkan karya pengrajin Tulungagung ke ekosistem industri yang lebih luas," ujar Yuyun.
Selain mendorong pengrajin wadah kosmetik, Yuyun juga memberikan apresiasi atas keberadaan industri maklun berskala besar di daerahnya dan mendorong anggota organisasi perempuan serta UMKM Tulungagung untuk berani merambah bisnis kosmetik.
"Ternyata Tulungagung punya pabrik maklun kosmetik sebesar ini. Ini sangat membanggakan. Ke depan, kita dorong para pelaku UMKM lokal untuk bisa memanfaatkan peluang kerja sama bisnis kosmetik ini," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, CEO PT MMI, Scorpi Filia, menyambut hangat potensi kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, konsep *local support local* menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang kuat.
"Kalau kita bisa berkolaborasi dan kompak dengan pemkab setempat, hasilnya akan luar biasa. Produk kosmetiknya diproduksi di sini, sementara pouch, tas merchandise, hingga kemasan craft berbahan rotan atau bambu melibatkan pengrajin Tulungagung. Kolaborasi ini tidak hanya memberdayakan warga lokal, tetapi juga bisa menjadi contoh sinergi industri dan daerah di tingkat nasional," ungkap Filia.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya sinergi antara TP-PKK, Pemkab Tulungagung, dan PT Mash Moshem Indonesia dalam memberdayakan masyarakat serta meningkatkan daya saing produk lokal di kancah nasional maupun global.

EmoticonEmoticon