Tulungagung — Perum BULOG Kantor Cabang Tulungagung terus mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras sekaligus mengoptimalkan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan beras tetap aman di wilayah kerja yang meliputi Tulungagung, Blitar Raya, dan Trenggalek.
Pemimpin Cabang Perum BULOG Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga beras. Salah satunya melalui percepatan distribusi bantuan pangan serta penguatan penyaluran beras SPHP ke pasar tradisional, ritel modern, hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).
Ia menjelaskan, hingga awal Juni 2026, stok beras nasional yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Sementara itu, khusus Cabang Tulungagung menguasai stok sekitar 85 ribu ton yang dinilai sangat cukup untuk mendukung program bantuan pangan maupun stabilisasi harga di lapangan.
Hingga 8 Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di empat wilayah kerja telah mencapai 55,72 persen atau sekitar 260 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari target 465 ribu PBP. Untuk wilayah Tulungagung sendiri, penyaluran telah menyentuh sekitar 85 ribu PBP dari target 150 ribu PBP dan ditargetkan rampung 100 persen sebelum akhir Juni 2026.
Selain itu, Bulog juga terus menggencarkan distribusi beras SPHP melalui berbagai kanal resmi agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Pemerintah menilai kombinasi antara bantuan pangan dan SPHP ini efektif menjaga keseimbangan pasokan serta meredam tekanan harga di tingkat konsumen.
“Stok beras sangat mencukupi dan masyarakat tidak perlu khawatir. Kami akan terus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga beras tetap terjaga,” tegas Yonas.

EmoticonEmoticon