Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

71 Tahun CIMB Niaga Perkuat Layanan Digital Lewat OCTO untuk Dukung Mimpi Nasabah

Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi (ketiga kiri) bersama Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga Amir Widjaya (keempat kanan) dan personel MARBLES saat memperkenalkan OCTO dalam Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City, Jakarta, Sabtu (3/10/2026), untuk mendukung generasi muda mengelola keuangan dan meraih mimpi.

A Muttaqin 

Berita Tulungagung - 71 tahun hadir melayani nasabah, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali melakukan inovasi digital OCTO untuk Pejuang Mimpi. Layanan yang disiapkan untuk membantu pengelolaan keuangan generasi muda. 

Head of Marketing, Brand & Customers Experience CIMB Niaga, Amir Widjaya, mengatakan program OCTO untuk Pejuang Mimpi diluncurkan untuk mempermudah nasabah muda dalam melakukan tata kelola keuangan secara praktis, mudah, efisien dan sesuai dengan gaya hidup modern. 

Inisiatif CIMB Niaga tersebut dikenalkan dalam talk show "OCTO Go Dompetless, Wear Pocketless" pada rangkaian Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Pertumbuhan keuangan digital dan haya hidup memacu Bank CIMB Niaga untuk tumbuh lebih cepat sigap dalam beradaptasi. Melalui layanan yang adaptif dan efisien tersebut nasabah muda akan lebih mudah dalam menata keuangan dan membangun masa depan. 

Dijelaskan anak muda saat ini memiliki banyak mimpi dan semangat untuk maju. Kondisi tersebut harus mendapatkan dukungan dan pelayan, khususnya dari segi keuangan. 

"Maka dari itu CIMB Niaga ingin hadir sebagai partner yang membantu mereka mengambil langkah finansial yang tepat sejak dini," kata Amir.

Menurutnya OCTO hadir dengan pendekatan O-C-T-O, yaitu Olah Dana, Capai Mimpi, Tangkis Risiko dan Optimalkan Keseruan. Dengan OCTO nasabah muda bisa memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari lebih mudah. Selain itu nasabah juga bisa melakukan penyimpanan dana, investasi hingga menyiapkan finansial untuk masa depan. 

"Transaksi keuangan seperti transfer, pengisian dompet digital, pembayaran bisa dilakukan lebih praktis dan mudah," jelasnya. 

Transaksi QRIS OCTO Tumbuh 65 Persen 

Peningkatan transaksi keuangan digital turut mendongkrak pemanfaatan QRIS melalui OCTO. Bank CIMB Niaga mencatat tren pertumbuhan positif selama semester I 2026, jumlah transaksi QRIS OCTO meningkat sebesar 65 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau year-on-year (YoY). 

"Kemudian pembukaan rekening pertama melalui OCTO tumbuh pesat hingga 89 persen YoY," jelasnya. 

Tidak hanya itu CIMB Niaga juga mencatatkan pertumbuhan transaksi reksa dana sebesar 48 persen dan transaksi obligasi melonjak 112 persen secara YoY. 

"Ini menunjukkan tingginya presensi nasabah terhadap layanan digital yang praktis," imbuhnya. 

CIMB Niaga Intensifkan Kampanye Go Dompetless, Wear Pocketless

Perubahan gaya hidup dan melestarikannya sistem digital turut mengubah model transaksi yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Kini sebagian masyarakat lebih memilih bertransaksi secara digital. 

Kampanye Go Dompetless, Wear Pocketless menjadi bagian dari transformasi gaya hidup modern. Sistem transaksi digital kini menjadi pilihan kalangan muda karena lebih simpel dan efisien. 

"Ketika urusan finansial menjadi lebih mudah, anak muda memiliki lebih banyak ruang untuk fokus mengembangkan potensi, mengejar passion, dan mewujudkan mimpi yang ingin mereka capai," imbuhnya. 


32 Tim Berebut Gelar Juara Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026

Tulungagung - Stadion Rejoagung, Tulungagung bakal ramai dengan persaingan 32 tim sepak bola dari berbagai daerah. Mereka akan memperebutkan gelar juara dalam Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026 yang digelar mulai 26 September hingga 1 November 2026.

Ketua KONI Tulungagung, Agus Santosa mengatakan, tim peserta berasal dari Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Kediri hingga Nganjuk.

“Ada 32 tim yang akan bertanding merebut gelar juara di turnamen Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026,” ujar Agus.

Pertandingan akan menggunakan regulasi PSSI musim 2025-2026 dengan menghadirkan wasit nasional. Agus menyebut aturan terkait handball dan penentuan penalti menjadi perhatian karena dua hal tersebut kerap memicu perselisihan dalam pertandingan.

“Ada beberapa hal yang harus dipahami dalam aturan PSSI 2025-2026, terutama masalah handball dan penentuan penalti,” terangnya.

Panitia bersama peserta juga telah menyepakati tata tertib dan pakta integritas. Suporter dilarang membawa atribut yang berpotensi memicu keributan, termasuk atribut pencak silat maupun klub sepak bola lain.

Penonton dapat menyaksikan pertandingan dengan tiket mulai Rp10 ribu. Sementara harga tiket semifinal hingga final akan disesuaikan.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp50 juta beserta trofi. Panitia juga menyiapkan penghargaan untuk kiper terbaik, pemain terbaik, suporter terbaik dan kategori lainnya.

Ketua Pelaksana Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup 2026, Anjar Priadi Putra mengatakan, turnamen perdana ini diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas pemain sepak bola di daerah.

“Turnamen ini baru perdana digelar di Tulungagung. Kami ingin meningkatkan atmosfer sepak bola grass root secara kualitas,” kata Anjar.


Anjar berharap Shrimp Army Bupati Tulungagung Cup bisa menjadi agenda tahunan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di Tulungagung.


Dorong Ekonomi Lokal, PKK Tulungagung dan PT Mash Moshem Indonesia Jajaki Kolaborasi Kosmetik hingga Pengrajin Daerah


Tulungagung – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Tulungagung, Yuyun Baharudin, bersama rombongan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tulungagung melakukan kunjungan kerja ke pabrik manufaktur kosmetik PT Mash Moshem Indonesia (MMI) di Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan diajak melihat langsung (factory tour) proses produksi kosmetik berstandar industri, mulai dari tahap pengolahan bahan hingga praktik pembuatan body scrub atau lulur secara langsung.

CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia, menjelaskan bahwa perusahaan jasa maklun kosmetik ini telah berdiri di Tulungagung sejak tahun 2011 dan terus mengalami perkembangan pesat. Hingga saat ini, PT MMI telah memproduksi lebih dari 2.000 jenis produk kosmetik dan menjangkau pasar nasional hingga internasional.

Sebagai industri manufaktur yang berbasis di daerah, PT MMI berkomitmen untuk terus menggerakkan roda perekonomian lokal. Melalui sistem maklun, perusahaan membuka peluang kerja sama bagi para pengusaha maupun entrepreneur baru yang ingin terjun ke bisnis kosmetik dengan modal terjangkau.

Sistem ini dinilai efisien karena pelaku usaha tidak perlu membangun pabrik sendiri. Seluruh proses produksi, pengurusan izin BPOM, hingga legalitas merek ditangani langsung oleh PT MMI.

Jajaki Potensi Kerja Sama dengan Pengrajin Lokal

Kunjungan ini tidak hanya berfokus pada industri kosmetik, tetapi juga melahirkan gagasan kolaborasi lintas sektor antara industri manufaktur dan pengrajin lokal di Tulungagung.

Ketua TP-PKK Tulungagung, Yuyun, mengaku terinspirasi untuk melibatkan para pelaku UMKM dan pengrajin daerah dalam mendukung kemasan maupun wadah produk kosmetik.

"Saya terinspirasi untuk mengajak masyarakat atau pengrajin lokal, baik pembuat tas, dompet, kemasan kain, hingga pengrajin bahan alam seperti bambu dan tikar. Wadah yang ramah lingkungan tentu punya daya tarik tersendiri. Ini sekaligus jadi peluang untuk mengenalkan karya pengrajin Tulungagung ke ekosistem industri yang lebih luas," ujar Yuyun.

Selain mendorong pengrajin wadah kosmetik, Yuyun juga memberikan apresiasi atas keberadaan industri maklun berskala besar di daerahnya dan mendorong anggota organisasi perempuan serta UMKM Tulungagung untuk berani merambah bisnis kosmetik.

"Ternyata Tulungagung punya pabrik maklun kosmetik sebesar ini. Ini sangat membanggakan. Ke depan, kita dorong para pelaku UMKM lokal untuk bisa memanfaatkan peluang kerja sama bisnis kosmetik ini," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, CEO PT MMI, Scorpi Filia, menyambut hangat potensi kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal. Menurutnya, konsep *local support local* menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang kuat.

"Kalau kita bisa berkolaborasi dan kompak dengan pemkab setempat, hasilnya akan luar biasa. Produk kosmetiknya diproduksi di sini, sementara pouch, tas merchandise, hingga kemasan craft berbahan rotan atau bambu melibatkan pengrajin Tulungagung. Kolaborasi ini tidak hanya memberdayakan warga lokal, tetapi juga bisa menjadi contoh sinergi industri dan daerah di tingkat nasional," ungkap Filia.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya sinergi antara TP-PKK, Pemkab Tulungagung, dan PT Mash Moshem Indonesia dalam memberdayakan masyarakat serta meningkatkan daya saing produk lokal di kancah nasional maupun global.

Industri Kosmetik Lokal Menggeliat, Mash Moshem Indonesia Dorong Lahirnya Beautypreneur Baru dari Daerah


Tulungagung - Pasar kecantikan dan kosmetik nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat pesat. Berdasarkan data industri, nilai pasar kecantikan Indonesia melesat tajam dari USD 6,8 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 8,1 miliar pada 2024, dan diproyeksikan terus menanjak hingga menembus USD 10,8 miliar lebih pada tahun 2026.

Melihat peluang besar tersebut, perusahaan jasa manufaktur kosmetik (maklun) PT Mash Moshem Indonesia yang berpusat di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, berkomitmen memfasilitasi para pengusaha muda dan content creator daerah untuk membangun merek kosmetik mereka sendiri.


CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia, mengungkapkan bahwa tren bisnis kecantikan dalam 3 hingga 5 tahun terakhir sangat konsisten mengalami kenaikan. Menurutnya, potensi produk kecantikan tidak hanya bertahan pada perawatan kulit (skincare) dasar, tetapi juga merambah ke berbagai lini baru.


"Industri kosmetik ini sangat sustain dan punya kecenderungan naik terus, baik di pasar domestik maupun global. Peluangnya masih terbuka luas, tidak hanya skincare dan bodycare, tapi juga produk baby & kids, hingga produk perawatan pria (men’s care)," ujar Scorpi Filia saat ditemui di Tulungagung.



Membaca Tren Industri Kecantikan 2026


Memasuki tahun 2026, Scorpi menjelaskan ada beberapa kategori produk yang diprediksi akan menjadi hits dan banyak digandrungi masyarakat, antara lain:


Fine Fragrance & Men’s Care: Melonjaknya tren parfum lokal niche serta produk perawatan khusus pria (grooming).


Sport & Wellness Cosmetics: Formulasi khusus tahan keringat (outdoor-ready) dengan perlindungan aktif (seperti sunscreen ber-SPF) seiring menjamurnya gaya hidup aktif dan olahraga.


Neurocosmetics & Longevity: Kosmetik yang menghubungkan aroma dan tekstur untuk ketenangan emosional serta pencegahan penuaan dini pada tingkat selular.


Baby, Kids & Mom Products: Pertumbuhan pesat produk perawatan ibu hamil, bayi, dan anak dengan standar hypoallergenic dan ultra-gentle.


Produk Dekoratif & Mencerahkan: Produk make-up dekoratif serta skincare whitening yang tetap menjadi favorit konsumen lokal.


Mendorong UMKM dan Konten Kreator Jadi Pemilik Merek


Sebagai perusahaan maklun yang beroperasi di Tulungagung, Mash Moshem Indonesia ingin merangkul potensi lokal agar masyarakat daerah tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan pemain utama sebagai pengusaha kecantikan (beautypreneur).


Guna mendukung percepatan UMKM dan perintis usaha (startup), Mash Moshem menawarkan program maklun dengan jumlah minimum pemesanan (Minimum Order Quantity / MOQ) yang fleksibel dan terjangkau, mulai dari 100 pieces.


"Untuk perizinan BPOM hingga produksi awal, modalnya sangat terjangkau, di kisaran di atas Rp10 juta sudah bisa rilis produk sendiri dengan modal kecil. Harapan kami, warga lokal tidak hanya jadi penonton, tapi juga bisa punya brand sendiri dan menciptakan legacy," jelas pemilik perusahaan maklun di Rejotangan, Tulungagung ini.


Meski persaingan semakin ketat akibat gempuran produk impor serta beredarnya isu overclaim yang sempat mengguncang kepercayaan konsumen terhadap merek lokal, Scorpi Filia optimistis produsen dalam negeri memiliki keunggulan kompetitif tersendiri.


"Kosmetik lokal itu paling tahu kondisi iklim dan karakter masyarakat kita sendiri. Kompetensi kita di lokal sebenarnya sangat tidak kalah dibanding produk luar," tegasnya.



Lima Bocah SMP Diamankan Polisi Gegara Curi 7 Ekor Ayam


 

Tulungagung - Lima bocah yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP diamankan ke Polsek Kedungwaru setelah diduga mencuri tujuh ekor ayam jago di wilayah Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Kelimanya berasal dari Kecamatan Kedungwaru, Kauman, dan Gondang. Saat ini, kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme restorative justice karena seluruh pelaku masih di bawah umur.

Kanit Reskrim Polsek Kedungwaru, Aiptu Cipto Anom, menjelaskan aksi pencurian terungkap setelah pemilik kandang mendengar suara sepeda motor saat mengantar istrinya ke kamar mandi. Ketika dicek, pintu kandang sudah terbuka. Korban kemudian bersama rekannya melakukan pencarian hingga menemukan ayam-ayam tersebut hendak dijual di kawasan timur Patung Polisi Kedungwaru.

"Kelima anak ini masih di bawah umur, rata-rata kelas dua SMP. Karena itu kami memanggil orang tua mereka, mempertemukan dengan korban, memberikan pembinaan, dan proses hukumnya kami upayakan melalui restorative justice atau diversi sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Aiptu Cipto Anom.

Dari hasil pemeriksaan, para bocah mengaku nekat mencuri ayam jago untuk mendapatkan uang yang kemudian digunakan membeli rokok dan nongkrong. Polisi juga mengungkap kelompok ini diduga pernah melakukan aksi serupa di beberapa lokasi lain, meski untuk kejadian di Kedungwaru baru pertama kali mereka beraksi.