Tampilkan postingan dengan label Pilihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilihan. Tampilkan semua postingan

Jelang Imlek 2026, Umat Klenteng Tjoe Tik Kiong Pasang 250 Lampion


 Tulungagung - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada 17 Februari 2026, umat di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tulungagung, Jawa Timur, mulai menggelar berbagai rangkaian ritual keagamaan. Salah satunya adalah sembahyang Sang Sin, sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa yang dipercaya naik ke nirwana sebelum perayaan Imlek.

Ritual Sang Sin menjadi penanda dimulainya persiapan Imlek di klenteng tersebut. Usai sembahyang, sebanyak 250 lampion merah yang telah dipersiapkan langsung dipasang di seluruh kompleks klenteng. Lampion-lampion baru ini menggantikan lampion tahun sebelumnya yang warnanya telah memudar. 

"Semua diganti dengan yang baru," kata Tjio Jing Jing. 

Pemasangan lampion diawali di area serambi depan ruang utama yang menjadi tempat bersemayam Dewi Mak Co. Sementara itu, lampion-lampion lama yang telah diturunkan tidak dibuang, melainkan dibagikan kepada warga yang menginginkannya.

Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong, Tjio Jing Jing, menjelaskan bahwa pemasangan lampion merah menjelang Imlek memiliki makna mendalam. Warna merah melambangkan rezeki dan kesuksesan, sedangkan cahaya lampion menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta penjaga keharmonisan keluarga.

Selain ritual Sang Sin, tradisi lain yang juga rutin dilakukan adalah ayak abu hio swa atau mengayak abu dupa di dalam bokor (ding). Tradisi ini menjadi bagian dari prosesi bersih-bersih klenteng menjelang Imlek.

"Kalau menjelang Imlek, kita memang tradisinya harus bersih-bersih. Jadi nanti kalau kita sudah Imlek, kita tidak boleh bersih-bersih. Kita menyapu pun juga enggak boleh," jelasnya. 

Menurut Tjio Jing Jing, prosesi ayak abu baru dapat dilakukan setelah para dewa naik ke nirwana, yakni beberapa hari sebelum Tahun Baru Imlek. Di Klenteng Tjoe Tik Kiong terdapat 20 altar dengan 20 bokor abu dupa. Proses pengayakan dilakukan satu per satu karena abu dari masing-masing altar tidak boleh tercampur.

Setelah dibersihkan dari benda-benda asing, terutama sisa gagang dupa, abu yang telah diayak kemudian dikembalikan ke dalam bokor dan ditempatkan kembali di altar masing-masing. Tradisi ayak abu ini bertujuan sebagai simbol penyucian diri, membersihkan pikiran buruk, membuang dosa, serta memohon keberuntungan dan harapan baru dalam menyambut Tahun Baru Imlek dengan hati yang bersih.

Tahun Baru Imlek 2577 jatuh pada 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027. Imlek tahun ini masuk Shio Kuda Api melambangkan kekuatan, optimisme, semangat juang, dan kemakmuran. 



Resmikan Office & Market Parfum di Tulungagung, Armora Gelar Bazar Pangan Murah Jelang Ramadan

 


Tulungagung — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Aromora menggelar kegiatan sosial berupa pasar sembako murah yang dipadukan dengan peresmian kantor dan market parfum terbarunya di Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat sejak pagi hari.

Lewat program pasar murah ini, Aromora membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah tren kenaikan harga bahan pangan. Berbagai komoditas dijual di bawah harga pasaran, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, kecap, hingga sirup.

Pantauan di lokasi, ratusan warga memadati area kegiatan. Banyak di antara mereka langsung memborong paket sembako yang telah disiapkan panitia. Antrean tampak mengular sejak pagi, menandakan tingginya minat masyarakat.

“Semua produk di sini diskonnya sampai 25 persen. Jauh lebih murah dari harga di luar. Sangat membantu, apalagi sebentar lagi Ramadan,” ujar Dina, salah satu warga yang ikut berbelanja.

Salah satu produk yang paling diburu adalah paket mie instan isi lima yang dijual dengan harga khusus. Penawaran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang datang.

General Manager Aromora wilayah eks Karesidenan Kediri, Fahendra Sasmita, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Menurutnya, Ramadan adalah momen tepat untuk berbagi dan hadir lebih dekat dengan warga.

“Melalui pasar murah ini, kami ingin membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkenalkan Aromora lebih luas,” kata Fahendra.

Tak hanya pasar sembako, Aromora juga memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan produk parfum unggulannya. Beragam varian parfum untuk pria dan wanita ditampilkan, dengan keunggulan aroma tahan lama dan harga yang tetap ramah di kantong.

“Parfum Aromora awet, aromanya bisa bertahan berjam-jam. Pilihannya banyak dan harganya terjangkau,” tambahnya.

Fahendra juga menyebutkan bahwa produk Aromora bisa dibeli langsung di market maupun melalui platform digital dan media sosial resmi perusahaan, sehingga memudahkan konsumen tanpa harus datang ke lokasi.

“Kami berharap kehadiran Aromora lewat kegiatan sosial ini bisa memberi manfaat nyata. Semoga Aromora bisa memberi warna dan kontribusi positif bagi masyarakat Tulungagung, khususnya menjelang Ramadan,” tutupnya.

Meski tergolong pendatang baru di industri parfum Indonesia, Aromora optimistis mampu bersaing dengan brand lain lewat karakter aroma yang khas dan disukai semua kalangan.

Untuk wilayah eks Karesidenan Kediri, Aromora dikelola oleh Owner Siti Fatimah, General Manager Fahendra Sasmita, serta Direktur Pemasaran Yudha Prastiawan Kusuma.

Tabrakan Beruntun Gegara Jalan Berlubang, Pengendara Sepeda Motor di Tulungagung Meninggal Dunia

 


Tulungagung - Seorang pengendara sepda motor di Tulungagung meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun. Kecelakaan dipicu saat korban menghindari jalan berlubang. 

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Mohammad Taufik Nabila, mengatakan kecelakaan beruntun tersebut melibatkan tiga kendaraan, Yamaha Nmax AG 2847 RCM yang dikendarai Kiky Arya Mellanika (25) warga Desa/Kecamatan Campurdarat, truk boks B 9175 SXU yang dikemudikan Catur Bambang Wibowo (35) warga Desa Sukowinangun Kecamatan/Kabupaten Magetan dan dump truk L 8140 UUB yang dikemudikan Agam Afrizal Kurniawan (20) warga Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Trenggalek. 

"Kecelakaan bermula saat sepeda motor bergerak dari arah timur menuju ke barat, sedangkan dua truk berjalan searah di belakangnya," kata AKP M Taufik, Senin (2/2/2026). 

Saat di lokasi kejadian pengendara sepeda motor memperlambat laku kendaraan karena menghindari jalan berlubang, diikuti oleh mobil boks di belakannya. Namun kondisi tersebut membuat kaget pengemudi dump truk, sehingga terlambat melakukan pengereman. 

Akibatnya dump truk menabrak bagian belakang mobil boks dan terdorong menabrak pengendara sepeda motor. 

"Kecelakaan ini mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian," imbuhnya. 

Kasus tersebut saat ini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung. Ketiga kendaraan diamankan di kantor polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut. 


foto istimewa 


Pabrik Maklon Kosmetik Berkelas Dunia Ada di Rejotangan Tulungagung

Tulungagung - Industri kosmetik Indonesia dalam satu dekade terakhir melaju kencang. Di balik deretan merek yang berseliweran di etalase toko dan marketplace, ada peran besar sektor manufaktur yang bekerja “di belakang layar”. Salah satunya adalah PT Mash Moshem Indonesia, perusahaan maklon kosmetik yang tumbuh justru dari Desa/Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.  

Didirikan oleh Scorpi Filia, Mash Moshem bukan pemain baru. Sejak 2011, perusahaan ini telah memproduksi ribuan produk kecantikan untuk lebih dari 1.700 merek dari dalam dan luar negeri, dengan total varian yang menembus angka 7.000. Keberadaan pabrik di desa bukan kebetulan. Filia memang sengaja membangunnya di tanah kelahiran agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. 

“Sebagai putra daerah, saya ingin ada dampak nyata bagi wilayah ini,” ujar Filia, Sabtu (24/1/2026).

Beroperasi jauh dari ibu kota provinsi justru memberi keuntungan tersendiri. Biaya produksi bisa ditekan sehingga harga pokok penjualan klien menjadi lebih kompetitif. Selain itu, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tulungagung yang berada di level menengah Jawa Timur turut membantu efisiensi usaha. Saat ini Mash Moshem mempekerjakan sekitar 300 karyawan, dengan separuhnya bekerja di pabrik Tulungagung dan mayoritas berasal dari warga sekitar.

Namun membangun industri dari desa bukan perkara mudah. Filia harus membentuk tim yang solid, meningkatkan kompetensi SDM, serta memodernisasi mesin agar mampu bersaing dengan pabrikan besar di kota-kota industri. Hasilnya, meski berlokasi di Rejotangan, standar produksi Mash Moshem sudah mengacu pada kualitas internasional.

Hal ini terlihat saat PT Mash Moshem Indonesia memperkenalkan diri lebih dekat kepada publik melalui acara Exclusive Business & Factory Visit bersama JCI East Java dan Helmy Yahya. Banyak peserta baru menyadari bahwa perusahaan yang selama ini jarang tampil ke permukaan justru menjadi “hidden gem” di balik kesuksesan berbagai brand kosmetik.

Dalam sesi Economic Outlook 2026, Helmy Yahya menekankan bahwa industri kosmetik masih menyimpan potensi besar. Menurutnya, banyak brand besar justru tidak memproduksi sendiri, melainkan menyerahkan prosesnya kepada perusahaan maklon yang memang ahli di bidang riset, formulasi, dan produksi.

“Pengusaha sebaiknya fokus ke pemasaran dan pengembangan brand. Soal produksi, serahkan ke pihak yang sudah punya sistem dan ahlinya,” ujar Helmy.

Mash Moshem menjawab kebutuhan itu dengan pendekatan sebagai mitra pertumbuhan, bukan sekadar pabrik. Layanannya mencakup pengembangan formula skincare, body care, hair treatment, parfum, baby care, dan makeup, hingga desain kemasan, produksi massal, pengurusan legalitas BPOM, Halal, HSA, dan Vegan, bahkan pendampingan pemasaran.

Dengan modal sekitar Rp10 jutaan, calon pebisnis sudah bisa memiliki produk dengan merek sendiri tanpa harus membangun pabrik. Sistem maklon ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk masuk ke industri kecantikan dengan risiko yang lebih terkendali.

Bagi Filia, keberhasilan klien adalah kepuasan tersendiri.

“Saya senang kalau klien kami berhasil dan tumbuh,” katanya.

Meski telah beroperasi lebih dari 13 tahun, memiliki sertifikasi CPKB Grade A dan ISO, serta klien internasional, Mash Moshem tetap memilih berjalan tenang. Tidak banyak klaim besar, tetapi konsisten pada kualitas dan dampak nyata.

Di balik produk-produk kecantikan yang digunakan masyarakat, ada proses panjang yang menuntut keamanan, kepatuhan regulasi, dan standar tinggi. Dari Rejotangan, Tulungagung, PT Mash Moshem Indonesia menunjukkan bahwa industri desa pun bisa menjadi penopang penting pertumbuhan industri kosmetik nasional, diam-diam, tetapi berdampak besar.

Puluhan Klub Ikuti Kejurprov Bola Voli U-18 Antar Klub se-Jawa Timur di Tulungagung

 


Tulungagung – Sebanyak 36 klub bola voli putra dan 31 klub bola voli putri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli U-18 Antar Klub se-Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Tulungagung.

Kejuaraan ini berlangsung di dua lokasi, yakni GOR Lembupeteng dan GOR Sari Bumi Boro, Kecamatan Karangrejo. Agenda tersebut digelar selama tujuh hari, mulai Selasa, 20 Januari 2026 hingga Senin, 26 Januari 2026.

Kejurprov Bola Voli U-18 secara resmi dibuka pada Selasa (20/1/2026) di GOR Lembupeteng. Pembukaan dilakukan oleh Jules Abraham Abast selaku Ketua Harian PBVSI Pengprov Jawa Timur.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

“Atas nama Pengurus Provinsi PBVSI Jawa Timur, saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Tulungagung, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, KONI Tulungagung, serta PBVSI Tulungagung sebagai tuan rumah atas kerja keras dan dedikasinya. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan sukses hingga akhir,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Kejurprov Bola Voli U-18 di Tulungagung mencatat sejarah baru sebagai kejuaraan dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang penyelenggaraan di Jawa Timur, yakni 36 tim putra dan 31 tim putri. Tingginya partisipasi daerah menunjukkan pembinaan atlet usia muda yang semakin merata sekaligus menegaskan kepercayaan besar kepada Tulungagung sebagai tuan rumah.

“Rekor ini mencerminkan antusiasme dan semangat kompetisi yang tinggi, sekaligus menunjukkan komitmen Pengprov PBVSI Jawa Timur dalam pembinaan berjenjang,” tambahnya.

Kejuaraan ini memiliki arti strategis bagi pengembangan prestasi bola voli di Jawa Timur. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi pembinaan atlet muda serta penjaringan bibit unggul yang diharapkan menjadi tulang punggung prestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri jajaran Forkopimda Tulungagung, pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung, pengurus KONI, pengurus PBVSI Jawa Timur dan Tulungagung, panitia, wasit, pelatih, ofisial, serta seluruh peserta.