Headline News

108 Baut Rel Kereta Api Rejotangan-Blitar Dicuri

Blitar - Seorang pelaku pencurian baut bantalan rel kereta api di lajur Rejotangan-Blitar diamankan polisi.  Kasus ini terungkap Rabu (7/1) ...

Kabar Anyar

108 Baut Rel Kereta Api Rejotangan-Blitar Dicuri



Blitar - Seorang pelaku pencurian baut bantalan rel kereta api di lajur Rejotangan-Blitar diamankan polisi. 

Kasus ini terungkap Rabu (7/1) setelah warga mengamankan seorang terduga pelaku yang kemudian diserahkan ke Polsek Sanankulon. Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui tidak hanya beraksi di satu titik.

KAI mencatat sedikitnya 108 baut penambat rel dicuri di lima lokasi berbeda pada lintas Blitar–Rejotangan. Kerugian materiil ditaksir lebih dari Rp4 juta. Hasil curian dijual ke pengepul barang bekas.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan baut penambat rel merupakan komponen vital untuk menjaga posisi dan kestabilan rel. Jika sampai hilang, risiko gangguan jalur hingga potensi anjloknya kereta bisa terjadi dan membahayakan penumpang.

"Awalnya yang diketahui 13, tapi setelah dikembangkan ada 108 buah," kata Tohari. 

KAI mengapresiasi peran masyarakat dan kepolisian, sekaligus mengajak publik ikut menjaga keamanan jalur rel. Di lintas ini melintas puluhan perjalanan KA setiap hari dengan ribuan penumpang, sehingga keselamatan adalah harga mati yang tak bisa ditawar. 


#beritatulungagung #tulungagung #blitar #KAI

Minibus Terbakar di Depan Pasar Bendilwungu, Pengemudi dan Anak Selamat



Tulungagung - Sebuah minibus KIA Carnival dengan nomor polisi AG 1828 RD terbakar hebat di jalan raya depan Pasar Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (3/1/2026) siang. Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting arus listrik pada bagian mesin.

Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan peristiwa itu terjadi saat kendaraan melaju dari arah Podorejo menuju Bendilwungu.

“Tadi mobil itu melaju seperti biasa. Begitu sampai depan Pasar Bendilwungu, tiba-tiba keluar asap tebal dari bagian mesin,” ujar Iwan.

Menurutnya, asap tersebut dengan cepat disusul kobaran api yang membesar dan membakar seluruh bagian kendaraan.

“Apinya cepat sekali membesar. Jadi pengemudi langsung berhenti dan menyelamatkan diri bersama satu penumpang anak yang ada di dalam mobil,” katanya.

Beruntung, baik pengemudi maupun penumpang anak berhasil keluar sebelum api membakar seluruh kendaraan.

“Alhamdulillah, keduanya dalam kondisi selamat, tidak ada korban jiwa,” lanjut Iwan.

Petugas Damkar Tulungagung yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman.

“Begitu laporan masuk, tim langsung kami kirim ke lokasi. Proses pemadaman kurang lebih sekitar setengah jam sampai api benar-benar padam,” ujarnya.

Namun, kondisi kendaraan sudah tidak bisa diselamatkan.

“Mobilnya sudah habis terbakar, tinggal rangka saja,” tambahnya.

Dari keterangan awal pemilik kendaraan, kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

“Sementara ini dari keterangan korban, kemungkinan besar karena korslet listrik. Untuk penyebab pastinya nanti masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian,” pungkas Iwan.

Hujan Deras Picu Angin Kencang dan Longsor di Tulungagung

 


- Angin kencang pascahujan 1 Januari 2026 merusak 19 rumah warga di Kalidawir dan Tanggunggunung.

- Tanah longsor terjadi di Dusun Banaran, Kalibatur, menyebabkan bibir jalan ambrol sepanjang 10 meter.

+ BPBD Tulungagung menerjunkan tim assessment dan meningkatkan pemantauan wilayah rawan bencana.


Tulungagung – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tulungagung pada Kamis (1/1/2026) memicu bencana angin kencang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Dampaknya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, sementara satu titik jalan terdampak longsoran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Berdasarkan data sementara, bencana angin kencang terjadi di tiga lokasi utama.

“Di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, terdapat empat rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Sementara di Dusun Kuning, Desa Ngrejo, Kecamatan Tanggunggunung, terdapat tiga rumah yang terdampak,” ujar Sudarmaji.

Selain itu, angin kencang juga melanda Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung. Di wilayah ini, kerusakan terjadi di dua dusun, yakni Dusun Nglorok dengan tujuh rumah rusak ringan dan Dusun Turi dengan lima rumah rusak ringan. Total terdapat 19 rumah yang terdampak akibat terjangan angin kencang di wilayah selatan Tulungagung.

Tak hanya angin kencang, hujan lebat juga memicu tanah longsor di Dusun Banaran, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir. Longsoran menyebabkan bibir jalan ambrol dengan material longsor sepanjang 10 meter, tinggi 5 meter, dan ketebalan sekitar 1 meter.

“Longsoran ini memang tidak sampai menutup total akses, tetapi cukup membahayakan pengguna jalan. Karena itu hari ini tim kami juga turun ke lokasi untuk melakukan penilaian dan menentukan langkah penanganan,” jelas Sudarmaji.

Untuk memastikan dampak bencana tertangani dengan cepat dan tepat, BPBD Tulungagung pada hari ini melakukan assessment langsung ke seluruh lokasi terdampak. Selain itu, Pusdalops juga terus melakukan monitoring wilayah rawan bencana melalui grup WhatsApp, media sosial, serta radio komunikasi VHF.

Sudarmaji mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan angin kencang, agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. “Kami minta warga segera melapor jika menemukan retakan tanah, pohon rawan tumbang, atau tanda-tanda bahaya lainnya agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.

Patung Macan Putih Balongjeruk Viral, Kades Tegaskan Dibangun dari Dana Pribadi


 

Ringkasan 

- Seluruh biaya pembangunan Patung Macan Putih sebesar Rp3,5 juta berasal dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safii, tanpa menggunakan anggaran desa.

- Patung tersebut merupakan hasil usulan masyarakat yang disepakati dalam forum musyawarah desa bersama perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

- Pemerintah desa siap memperbaiki patung, karena wujud patung saat ini belum sesuai rancangan. Pemerintah desa berkomitmen membuka ruang kritik serta saran dari masyarakat.


Kediri - Viral di media sosial, keberadaan Monumen Patung Macan Putih di pertigaan Jalan Raya Kunjang–Badas, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pemerintah desa.

Melalui surat resmi bernomor 140/649/418.80.02/2025 tertanggal 26 Desember 2025, Pemerintah Desa Balongjeruk menyampaikan klarifikasi kepada Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terkait polemik pembangunan patung yang menuai beragam reaksi publik.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Desa menegaskan bahwa pembangunan Monumen Macan Putih berawal dari usulan warga yang kemudian dibahas dalam forum musyawarah desa yang melibatkan perangkat desa, lembaga desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Dalam forum musyawarah desa, pembangunan Monumen Macan Putih disepakati sebagai ikon desa,” demikian isi surat tersebut.

100 Persen Dana Pribadi Kepala Desa

Pemerintah Desa Balongjeruk juga menegaskan bahwa pembangunan monumen sama sekali tidak menggunakan dana desa. Seluruh biaya pembangunannya bersumber dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safii.

Total dana yang dikeluarkan mencapai Rp3,5 juta, dengan rincian, Rp2 juta untuk upah tukang pembuat patung dan Rp1,5 juta untuk pembelian material.

“Pembiayaan pembuatan ikon Patung Macan Putih menggunakan dana pribadi Bapak Safii selaku Kepala Desa Balongjeruk,” tulis pihak desa dalam surat tersebut.

Macan Putih, Simbol Sejarah Desa

Pemilihan Macan Putih sebagai ikon desa bukan tanpa alasan. Menurut Pemerintah Desa Balongjeruk, Macan Putih merupakan hewan peliharaan leluhur yang diyakini milik babat desa Balongjeruk berdasarkan cerita tutur turun-temurun warga setempat.

Simbol Macan Putih dianggap mewakili identitas dan sejarah desa.

Siap Diperbaiki

Namun demikian, Pemerintah Desa juga mengakui bahwa wujud patung saat ini belum sesuai dengan gambar atau rancangan awal yang diharapkan. Oleh karena itu, pihak desa menyatakan komitmen untuk melakukan perbaikan terhadap patung tersebut.

“Kami berkomitmen akan memperbaiki patung Macan Putih tersebut agar lebih sesuai dan lebih baik,” tulis pemerintah desa.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk ikut memberikan kritik dan saran demi penyempurnaan monumen dan ikon Desa Balongjeruk ke depan.

Surat klarifikasi tersebut ditembuskan kepada sejumlah pihak, antara lain Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Inspektorat Kabupaten Kediri, Kesbangpol, serta Camat Kunjang.

Peristiwa

Wisata

Tulungagungan

Tulungagungan