Demam Berdarah Masih Mengancam, Seorang Warga Tulungagung Meninggal Dunia

Tulungagung - Memasuki peralihan musim dari penghujan ke kemarau, serangan demam berdarah di Tulungagung masih menjadi ancaman. Bahkan Seorang warga dikabarkan meninggal dunia akibat demam berdarah.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Tulungagung Didik Eka Sunarya Putra, mengatakan pasien demam berdarah yang meninggal dunia tersebut berusia 26 tahun, berasal dari Desa Geger, Kecamatan Sendang. 

"Jadi memang benar ada satu warga Geger yang meninggal dunia akibat DB. Terkait kejadian itu, besok kami akan turunkan tim untuk melakukan fogging (pengasapan) di lingkungan tempat tinggal pasien," kata Didik Eka, Selasa (9/6/2020). 

Dari data di Dinas Kesehatan Tulungagung, tren kasus demam berdarah pada dalam kurun waktu enam bulan terakhir terus mengalami penurunan. Pada Januari tercatat ada 11 kasus, Februari meningkat menjadi 55 kasus, Maret 56 kasus, April 37, Mei 22 dan hingga 9 Juni terdapat empat kasus. 

"Kasus tertinggi pada bulan Maret dengan 56 kasus. Sedangkan pasien yang meninggal dunia akibat DB selama enam bulan ini ada tiga," ujarnya. 

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman demam berdarah, telebih di musim peralihan seperti ini. 

Menurutnya, pengasapan sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran demam berdarah. Namun pihaknya menegaskan, cara itu hanya untuk membunuh nyamuk yang telah dewasa. 

"Cara yang paling efektif untuk pencegahan demam berdarah adalag melalui PSN atau pemberantasan sarang nyamuk, melalui gerakan 3 M plus. Ingat demam berdarah ini adalah tanggung jawab bersama," jelasnya. 


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »