Satu Anggota DPRD Tulungagung Ikuti Pelantikan Susulan

Tulungagung - Salah seorang anggota DPRD Tulungagung harus mengikuti pelantikan susulan, karena saat proses pelantikan sebelumnya yang bersangkutan sedang menjalankan ibadah haji. Selain pelantikan susulan, DPRD Tulungagung juga melantik empat pimpinan definitif.

Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, mengatakan pelantikan susulan itu harus dilakukan, sebab sesuai mekanisme yang ada, setiap anggota parlemen wajib mengikuti proses pelantikan.

"Karena kemarin berhalangan hadir hari ini kami lantik, atas nama Mohammad Asrori dari Partai Golkar," kata Marsono, Selasa (1/10/2019).

Proses pengambilan sumpah Asrori dilakukan Ketua DPRD Marsono. Dengan pelantikan tersebut Asrori telah resmi menjadi anggota parlemen hingga 2024.

Selain pelantikan susulan anggota dewan, rapat paripurna DPRD Tulungagung juga memiliki agenda utama yakni pelantikan unsur pimpinan dewan definitif periode 2019-2024, sesuai usulan empat parpol pemilik suara terbanyak.

Keempat pimpinan tersebut adalah Ketua DPRD Marsono (PDIP), Wakil Ketua DPRD Adib Makarim  (PKB), Wakil Ketua DPRD Asmungi (Partai Golkar) dan Wakil Ketua DPRD Ahmad Bahrudin (Partai Gerindra).  Proses pengambilan sumpah jabatan dilakukan di ruang paripurna dengan dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Tulungagung, Merice Dillak.

Ketua DPRD Marsono, menjelaskan pascapelantikan pihaknya akan segera melakukan sejumlah agenda, salah satunya pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Selain itu parlemen akan segera melakukan rapat evaluasi bersama untuk membahas sejumlah tugas yang harus dilakukan oleh para wakil rakyat, termasuk membuka sejumlah pekerjaan tunggakan dari DPRF periode sebelumnya.

"Kami (pimpinan) baru dilantik hari ini, jadi belum sempat buka-buka. Kami akan evaluasi bersama dulu, kalaupun ada pekerjaan yang belum selesai (DPRD sebelumnya) merupakan amanah yang harus dituntaskan," ujarnya.

Komposisi pimpinan DPRD Tulungagung kali ini berbeda dibanding periode 2014-2019, Partai Hanura yang sebelumnya menduduki kursi wakil ketua, kini harus terdepak dan digantikan Partai Golkar karena kalah suara. Sedangkan ketua DPRD tetap dipegang oleh PDIP dan dua wakil lainnya juga teyap dipegang PKB serta Partai Gerindra.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »