Tulungagung – Satuan baru jajaran TNI Angkatan Darat, Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP) 886 Panjalu Jayati, terus dikebut proses pembangunannya di wilayah Pucanglaban, Tulungagung. Satuan unik ini diproyeksikan tidak hanya sebagai kekuatan tempur, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat di pesisir selatan Jawa Timur.
Komandan Yonif TP/886 Panjalu Jayati, Mayor Inf Mohammad Isa, mengungkapkan bahwa saat ini progres fisik pembangunan markas telah mencapai 7 persen. Pihaknya menargetkan seluruh fasilitas dapat terwujud 100 persen pada Desember 2026 mendatang. Saat ini, pembangunan difokuskan pada infrastruktur dasar seperti rumah jaga, markas batalyon, barak prajurit, kantor kompi, hingga perumahan.
"Pendirian batalyon di sini bertujuan untuk menggelar kekuatan Angkatan Darat, mengingat wilayah selatan Jawa Timur masih sangat sedikit satuan infanteri yang meng-cover daerah tersebut," ujar Mayor Inf Mohammad Isa saat memberikan keterangan di area marshaling, Manding.
Miliki Empat Kompi Produksi Khusus
Berbeda dengan batalyon infanteri pada umumnya, Yonif TP/886 memiliki keunggulan dengan adanya empat kompi produksi tambahan di luar kompi tempur standar. Keempatnya meliputi kompi peternakan, pertanian, seni konstruksi, dan kesehatan. Kehadiran kompi-kompi ini merupakan bagian dari program Presiden untuk membantu memperkuat perekonomian lokal.
Batalyon yang berdiri di atas lahan seluas 60 hektar di Desa Manding, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung (dari total cadangan lahan AD seluas 1.200 hektar). Saat ini, Yonif TP/886 telah diperkuat oleh 651 personel yang terdiri dari perwira, bintara, dan tamtama, atau sekitar 60 persen dari total target kapasitas personel (TOP) sebanyak 1.190 orang. Kehadiran satuan ini diharapkan menjadi angin segar bagi keamanan dan kemajuan ekonomi masyarakat di Tulungagung selatan.
#beritatulungagung #tulungagung
